Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

AILEE - HEAVEN (ROMANJI, ENGLISH TRANSLATION DAN BAHASA INDONESIA)

Gambar
  ROMANJI Niga inneun gose nado hamkke halke.. Niga ganeun gose nado hamkke kalke.. Neol wiihaeseo maeil utko neol wiihaeseo gidohago.. Ni saenggage jamdeulko neol bureumyeo nuneul tteo.. Nae yeopeseo jikyeojugo nae yeopeseo kamssajuneun.. Neon naye cheonkuginkeol.. You’re my only one way.. Ojing neoreul wonhae naega ni gyeote isseume kamsahae.. You’re the only one babe.. Himdeun sesang soge sarangeuralke  haejun neo hanaro naneun haengbokhae.. Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Uri hamkkeramyeon we will never cry never never cry.. Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Yeongwonhi duriseo never gonna be alone.. Ni pumeseo sumeul shwiigo ni pumeseo immajchugo.. Ni moksoril deureumyeon kkum kkuneun geot man gata.. Ni nuneseo al su isseo ni sarangeural su isseo.. Neon naye cheonkuginkeol.. You’re my only one way.. Ojing neoreul wonhae naega ni gyeote isseume kam...

Jumat? Will give some morphin?

Kembali ditemani hujan saat sendirian menonton drama Korea yang tak habis-habisnya membuat saya semakin cinta drama negeri Gingseng tersebut. Kali ini hujan bukan saja membuat saya lebih serius menonton drama ini, tapi juga menarik perhatian saya untuk mencatat sesuka hati di blog. Entahlah, hari ini tidak seperti hari biasanya. Saya memiliki ambisi yang lebih untuk melewati hari ini dengan lebih baik. Baik dalam hal apa, saya juga tidak bisa mengukurnya, namun yang pasti saya ingin semuanya berjalan baik saja. Minggu depan dan seterusnya saya akan disibukkan dengan perkuliahan (lagi) dan itu akan sangat menguras waktu, tenaga, pikiran dan dompet saya. Saya akan lebih sibuk dari hari ini, akan jarang menonton drama Korea saya, dan akan semakin membuat saya kurus (yayy, i like it ^^). Hanya saja, sebelum minggu tersebut tiba, saya sudah memiliki banyak agenda yang mau tidak mau harus terlaksana. Satu di antaranya adalah menjadi team leader kelompok belajar, yang... ahh tidak bis...

Belum berakhir. Belum...

Kembali aku menuliskan kisah hidupku di lembaran ini, karena tiada satupun yang mungkin ingin mendengar atau coba mengerti bagaimana semua perasaanku begitu mengusikku. Tidak seperti sebelumnya, tidak seperti hari-hari biasanya, kami terus saja menunjukkan kesalahan lain pihak, saling menyalahkan, saling membuka keburukan masing-masing. Seakan tidak ada rasa memaklumi dan menerima apa adanya lagi. Semua ini mengusik daku bahkan hingga tidurku. Aku seperti seseorang yang disalahkan atas sesuatu yang kebenarannya pun tak nyata. Aku tak mengerti alur hingga akhir dari kisah ini. Bila semakin aku diam dan semakin menjadi-jadi, aku memilih menyudahi. Aku ingin menghilang, menghentikan ikatan beban yang sangat menyiksaku hingga kini. Tapi aku tak bisa. Aku terikat begitu ketat dan bahkan kekuatannya lebih besar dari keinginanku menghilang. Jejak-jejak pilu yang selalu tersisa di setiap jengkal kisah ini menambah perih pertahananku. Ingin menangis? Bertahanlah... Ingin berte...