Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Sederhana Namun Indah 💗

 Ternyata kebahagiaan dapat ditemukan dari hal-hal sederhana yang dilakukan. Setelah hampir seminggu bekerja keras bagai kuda, di mana kantor saya ternyata tidak memberlakukan PPKM Online, padahal jiwa ini sangat berharap bisa bekerja dari rumah (sambil baring dan ngemil di kamar ternyaman saya, hehe), akhirnya punya kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan Si Bebeb (red: pacar). Yah, kalau kemarin saya berulang kali uring-uringan karena merasa dia sibuk kerja, kegiatan organisasi, latihan paduan suara, pelayanan di desa nun jauh di sana, kali ini saya merasa begitu bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama. Kami hanya berputar-putar di kota, dan kemudian beristirahat di sebuah tempat peristirahatan di luar kota yang tak jauh dari tempat tinggal. Sekadar berfoto-foto, kemudian makan makanan yang sempat kami beli dulu sebelum pergi dan lalu pulang ke rumah Si Bebeb. Tidak begitu banyak hal yang kami lakukan, bahkan tujuan untuk kami bepergianpun tidak ada sebelumnya. Dia tany...

Penjahat Tetaplah Penjahat Ketika Tidak Merasa Bersalah

 Sudah lebih dari sekian hari kami bersama, sudah sekian tahun melangkah tanpa kepastian. Kemudian, hari itu dia datang dengan maksud ingin memberi kepastian. Dengan percaya diri dia datang untuk memberitahu maksud dan tujuannya pada orangtua saya, dan disambut dengan nasihat-nasihat konvensional yang terasa memberatkan hati. Saya tak siap, dalam banyak arti. Bahwa untuk berpisah dari keluarga saya adalah sebuah kesukaran yang besar, dan sungguh berat bagi saya. Saya tak siap, sebenarnya. Ketika hanya kedatangan dan pengakuan semu lalu menghilang tanpa kabar akhirnya. Sepertinya, di pikiran dia, setelah memberitahu kepada orangtua tujuan dari hubungan ini, dia merasa tak perlu lagi berkabar dan menampakkan diri. Hanya menggunggah foto di media sosial, sebagai suatu formalitas. Dan artinya, dia hanya memberi kepastian semu. Untuk apa saya terlalu berharap pada pengakuan itu? Untuk apa saya terlalu mendambakan kepastian dari orang yang hanya berucap di bibir saja? Sepertinya tidak mu...

Pertarungan Dimulai Pukul 2 Dini Hari 🌙

Gambar
 At this moment... Saya sudah terkubur terlalu lama dalam lengangnya pencarian menuju pelabuhan penantian. Karena semakin saya menanti, semakin pula saya dipaksan menyudahi. Perkara menanti sesuatu yang pasti memang berat, bahkan untuk saya yang selalu acuh tak acuh pada segala hal. Singkatnya, kuat saya semakin terkuras dengan adanya waktu yang termakan tanpa makna. Lagi... Saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat, pun bagaimana membuat segala sesuatu makin membaik. Setelah hilang suatu rasa untuk mencintai lebih dalam dengan keyakinan penuh, saya tidak mempunyai apa-apa lagi untuk menjadi alasan baginya bertahan. Seperti sedia kala saat awal memperjuangkan segalanya, di- ghosting (buseet, pake bahasa keren pulak!). Dengan begitu banyak pertengkaran yang berlangsung antara kami, dan tidak begitu banyak membuahkan penyelesaian atau keharmonisan, kami masing-masing menciptakan jarak yang tak mungkin diperbaiki. Dan mungkin untuknya jarak itu tidak mempengaruhi sama sekali. Dia pu...

Toxic of The Day #1

 Hai. Jadi hari ini saya menulis lagi di blog. Beberapa tahun lalu saya jarang sekali menulis karena tidak bisa fokus dan tidak tahu menulis apa, tapi sekarang sepertinya banyak yang hendak saya tuliskan. Lebih tepatnya banyak hal yang hendak saya curahkan, hehe. Jadi sudah hampir 3 tahun kami berpacaran, lebih tepatnya sih 2 tahun 9 bulan (kalo besok tanggal 3 berarti sudah genap 2 tahun 10 bulan). Makin lama makin aneh gaya berpacaran kami, entahlah status kami yang sekarang berpacaran atau tidak, hehehe. Bagaimana bisa dibilang berpacaran, sejak perkelahian besar kami yang terakhir kali, tidak ada kata berbaikan yang nyata, tapi sudah pake panggilan sayang lagi. Aneh beud deh, dia di media sosial apa kabar dah? Secara, setelah perkelahian itu kami benar-benar menghapus semua foto bersama yang ada di akun masing-masing. Dan kemudian, ada banyak hal-hal janggal yang saya lihat di akun media sosialnya (bayangkan dulu, kami sudah tidak saling berteman di medsos, njay!). Memang benar...

Pentingkah itu?

"Pentingkah itu?" Ini bukan sebuah pertanyaan, tapi pernyataan. Saat sesuatu yang dianggap  berharga nilainya, dipatahkan dengan sepenggal kalimat itu, dan dirasa tidak ada artinya. Memang pada akhirnya saya tersadar, tingkat kepentingan seseorang akan suatu hal akan lama kelamaan pudar dan tergantikan dengan hal lain yang dirasa lebih berarti, sehingga hal yang saya anggap penting akhirnya tidak ada nilai di mata mereka. Fix, untuk hal satu ini sungguh kejam untuk saya. Dia merasa tidak penting mempermasalahkan hal-hal prinsip yang dia sendiri bangun dalam hubungan ini. Sehingga pada saat saya mempertanyakannya, dia mengeluarkan kata-kata di awal tulisan ini. Benar adanya, segala sesuatu yang terpola dalam hubungan kami adalah berkat dirinya. Saya akui ada tingkat superior dalam dirinya di mana lebih dominan dirinya mengarahkan saya dalam menjalani hubungan hingga saat ini. Namun, saya merasa heran dengan polahnya yang semakin hari semakin berubah. Dirinyalah sendiri yang me...