Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Potret Nuansa Kenaikan BBM

Dampak kenaikan harga bahan bakar sangat terasa bagi kami, mahasiswa yg tiap hari naik bemo/angkot. Untuk sekedar cerita, aku adalah satu dari sekian mahasiswa yg 'rajin' naik bemo. Setiap pagi, aku harus bangun lebih awal karena perjalanana ke kampus menggunakan bemo memakan waktu kurang lebih satu jam. Jadi kalau kuliah jam 8 pagi, saya sudah harus bersiap dari pukul 6. Belum lagi kalau bemo pada penuh dan aku harus menanti bemo yg longgar tempatnya. Tapi , untuk sampai kampus aku juga harus gonta-ganti bemo sebanyak 3x dan otomatis tenaga dan waktu serta biaya habis terkuras. Kuanggap itu sebagai hal wajar karena untuk menuntut ilmu diperlukan pengorbanan. Selain itu, letak kampus juga lumayan jauh. Itulah sedikit cerita tentang pengorbanan naik bemo di Kota Kupang , yang membuat sebagian anak muda kota ini lebih memilih mengendarai motor pribadi atau kendaraan lainnya. Hari-hari kami sebagai penumpang bemo terbilang cukup damai, hingga saat isu kenaikan harga BBM...

GALANG RAMBU ANARKHI

Stres sama rambut yg rontok . Makin hari makin banyak aja , jadi kepikiran kalo nanti botak! Amit-amit deh, semoga gak seperti itu .. By the way, hari ini aku brsyukur karena ujian berjalan lancar. Setelah kemarin ujian Bahasa Indonesian dan hari ini Matematika Ekonomi II, aku jadi merasa lega . Tapi masih ada ujian mata kuliah lain yang menunggu, dan aku benar-benar terbebani dgn hal ini. Bagaimana tidak, banyak yang tidak pasti dgn semua yg kupelajari. Terlebih aku sangat tak rajin belajar *kuakui. Hahaha , tapi semoga soala yang diberikan tidak jauh dari materi-materi dalam kelas (i wish) hari ini hujan, dan aku menikmatinya. Selain karena hujan menyejukkan udara Kupang, hujan juga menahan seseorang untuk kutatap lebih lama. Siapa dia? Ada deh ... :p satu lagi masalah paling bersejarah di Nusantara ini: harga BBM naik. Dan otomatis ongkos bemo (angkot red.) juga ikut naik! Demi apapun, tak ada yg melebihi krisis inflasi ini. Banyak pihak tak setuju , terlebih yang pro ra...

DILEMA

Hidupku terombang-ambing oleh gelombang yang bernama kebimbangan dan semua itu berasal dari dalam diriku. Internal , implisit , induktif atau apapun istilah yg tepat untuk itu. Aku tak menyangkal bahwa memang diriku adalah pembimbang, memilih antara yg satu dan yg lain sangat susah buatku. Efeknya, malah mengambil keputusan yang fatal. Siapa sih yang nyaman dengan situasi simalakama macam begini ? Yang pasti aku tak tahan dan rasanya ingin cepat2 terbebas dari hal ini. Cara membebaskan dirinyalah yg belum kuketahui hingga kini , tapi aku akan berusaha menemukannya . Berdasarkan kemauanku untuk berubah , sebenarnya aku sudah bisa lebih memilih yg benar dan bukan yg salah. Yang tepat dan bukan yg meleset. Tapi aku juga harus dibekali pengalaman, supaya pertimbangan ini menjadi lebih nyata kepastiannya. Penyesalan itu adalah hal terakhir yg ingin aku rasakan , maka dari itu aku mencoba untuk menghindarinya demi kebaikanku juga. Tak terbayang kalau harus duduk meratapi nasib yg ...
Hidupku terombang-ambing oleh gelombang yang bernama kebimbangan dan semua itu berasal dari dalam diriku. Internal , implisit , induktif atau apapun istilah yg tepat untuk itu. Aku tak menyangkal bahwa memang diriku adalah pembimbang, memilih antara yg satu dan yg lain sangat susah buatku. Efeknya, malah mengambil keputusan yang fatal. Siapa sih yang nyaman dengan situasi simalakama macam begini ? Yang pasti aku tak tahan dan rasanya ingin cepat2 terbebas dari hal ini. Cara membebaskan dirinyalah yg belum kuketahui hingga kini , tapi aku akan berusaha menemukannya . Berdasarkan kemauanku untuk berubah , sebenarnya aku sudah bisa lebih memilih yg benar dan bukan yg salah. Yang tepat dan bukan yg meleset. Tapi aku juga harus dibekali pengalaman, supaya pertimbangan ini menjadi lebih nyata kepastiannya. Penyesalan itu adalah hal terakhir yg ingin aku rasakan , maka dari itu aku mencoba untuk menghindarinya demi kebaikanku juga. Tak terbayang kalau harus duduk meratapi nasib yg ...