Bahagiamu, Bahagiaku
Apa sih yang membuat saya jadi begitu posesif terhadap dia? Sikap saya seakan dia tidak boleh apa2 jika tidak ada saya. Saya tak ingin dia pergi dengan orang lain, jauh dari saya, tiada kabar, bahkan kadang melihat dia memposting foto yang bukan diri saya saja sudah menyulut keinginan marah. Saya sadar bahwa saya tidak boleh melakukan hal ini, posesif berlebihan sungguh membunuh dari dalam. Tapi apa daya, saya hanya ingin dia 😠Pernah membatasi diri untuk tidak want to know eveything about him, tapi akhirnya saya sendiri yang tersiksa. Saya ingin tahu apa yang dia lakukan saat bangun pagi hari, apa yang dia makan saat sarapan, kegiatan apa selanjutnya, pergi kemana dia di pagi-siang-sore-malam, bertemu siapa dan bicara apa... apakah saya terkesan mengontrol? Sejujurnya saya hanya ingin dia, tepat di samping saya, bersama saya. Itu saja. Tapi waktu dan jarak sungguh menjauhkan kami (walau kami masih bisa berkomunikasi lewat gadget). Perasaan saya sudah terlalu besar untuk selalu ...