Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Relationship Jaman Now (Bongkar-Bangkir Masa Alay)

Gambar
Sampai kapan kita terpaku pada hubungan biasa saja yang tidak mendewasakan? Membangun hubungan kadang menyenangkan menurut kita, tanpa perlu banyak ba-bi-bu kita akan ada hubungan atau relasi yang manis terjalin. Dan, ya, tergantung bagaimana kita mempertahankannya. Mungkin sebelum banyak berbicara bagaimana mempertahankan hubungan, kita perlu menalarkan bagaimana memulai hubungan itu sendiri. Kita sama-sama tahu, hubungan yang saya maksud adalah hubungan asmara, percintaan, yang bukan hanya cinta awal SMA. Menurut saya, sudah waktunya kita memikirkan hubungan sebagai sesuatu yang penting, bukan hanya sebagai kebutuhan saat pernah muda, namun lebih karena kita bertanggung jawab atau hubungan yang kita mulai sendiri. Saya tak menyangkali bahwa berpacaran 'alay' atau 'labil' adalah hak semua anak muda di luar sana, yang bahkan anak SD pun termasuk -_- Beberapa kali saya mengamati adik-adik saya yang masih SMP, lugu dan polos mulai mengenal kata-kata puiti...

Real Life

Gambar
Sedikit basa-basi tak apa ya? Kali ini tidak ada inspirasi untuk jadi puitis. Karena kurangnya istirahat, banyak main di luar rumah dan pulangnya udah larut, alhasil malampun jadi singkat (padahal itu adalah saat-saat terbaik untuk menulis dan belajar) sehingga waktu kuhabiskan untuk chatting dan akhirnya tidur. Sayangnya (atau untungnya), hidup pengangguran sepertiku belum dituntut bangun pagi dan berangkat kerja sehingga bangunpun selalu telat (maafkeun). Susah memang untuk mengatur pola tidur yang baik sekarang ini. Misalkan saja saya malam ini tidur 02.00 am maka saya akan bangun paling cepat jam 8.00am dan paling telat 9.00 am. Dan malam berikutnya saya tidak akan bisa tidur lebih awal (kecuali punya aktivitas berat sebelumnya), maka saya pasti tidur pada jam yang sama di malam sebelumnya 2.am. Did you ever feel it? That is so annoyed. Pengangguran. Please, silakan tanyakan padaku kurva elastisits permintaan dan bagaimana analisis menggunakan SWOT dibandingkan dengan...

Ujung Di Sana

Maaf, jika salah penilaian berujung pilu. Karena hati ini tak lagi bisa menyenangkan hati yang lain. Dan ketika hati dan logika seiring berotasi melawan arus, siapa yang bisa menahan? Jangan coba kembali dengan seribu kata bertahan, atau perjuangan yang belum selesai. Semua itu pernah kucoba, pernah kuharapkan, dan kupanjatkan untuk Empunya di sana. Tapi yang kemudian terjadi adalah optimisme itu runtuh oleh sikap penolakan, penolakan untuk sama-sama menggenggam. Karena sekian banyak merasakan, dan ini jadi kesekian untuk dilepas. Kau mungkin sadar sekian lama kemunafikan ini akan berlanjut, tapi kenapa mencoba buta? Ataukah salah dirimu menerima apa yang nyata? Karena peringatan akan kejamnya aku sudah pernah terujar, namun teguhmu membuatku tergugah. Salahkah aku lagi? Ini hanya ajang mencari salah, dan aku terperosok lebih dalam lagi. Uraian dosa seperti membendung "persahabatan" yang meronta ingin dijaga. Dan kau lupa dirimu tetap sahabat? Kau salah, jika...

Ah, Sudahlah

Diri ini terbangun dengan cengkeraman luka dan sakit tak terbendung. Anehnya, arimata tak mewakili semua ini. Seperti sudah melapangkan segalanya. Jika pergi dan diam menjadi arti, biarlah sedih dan diam menjadi pasif. Sudahlah... rasa abadi untuk tercekam kian menggenggam, dan akhirnya batin menyiksa diri sendiri dan merana. Bergelut dengan kesendirian seperti menjadi karma, karena sekian banyak yang menemani seperti terpaksa. Ah, hadapilah. Akhirnya senyum ini lenyap, kini tambah di sadari. Tidak pantas diri ini muluk tersenyum, karena makin lusuh pula hati ini.

Aku Kembali

Gambar
Source: private collection Kembali lagi. Sore ini, dengan rintikkan hujan yang telah menjadi genangan, dan riuh orang yang makin banyak berlalu lalang. Lalu aku, yang diam terpaku dalam dekap sunyi ini. Kembali lagi. Pikiran itu datang. Bukan menghantui, hanya menemani. Ketika dibuatku melanglang mengisah tentang yang menyenangkan, dan menyisa yang tidak ingin dikenangkan. Hey, menghindarkah kau dariku? Akan kucintai tanpa bicara. Kalau saja kau kembali. Bukan seperti hujan, yang walau dahsyat amukannya hingga membasah dan membanjir, tetap saja turun. Aku kembali lagi. Untuk yang terakhir, karena senyum keikhlasan kiranya turut dari wajahmu, atau dari kata-kata itu. Lalu aku kembali lagi. Bukan kembali padamu, tapi kembali pada jalanku sebelum kamu. Ya, sebelum kamu berdiri dan sebelum melewatimu. Artinya? Aku hanya ingin kembali ke masa seperti belum mengetahuimu.  Belum mengenalmu, dan menangisimu. Kembali lagi. Kembali pada k...

Thank You

MERRY CHRISTMAS 2016 & HAPPY NEW YEAR 2017 Apa resolusimu di tahun yang baru? Oke, jangan anggap ini pertanyaan jenaka just because "kenyataan tidak sesuai harapan". Mudahnya berharap itu tidak sebanding dengan mudahnya membalikkan telapak tangan, karena di saat kita berharap, kita menaruh kepercayaan penuh pada apa yang kita harapan itu. New year, new me. Apa yang jadi perubahan terbesar saya di tahun yang lalu (2016)? Puji Tuhan sangat teramat banyak perubahan. Kematangan yang saya dapat bukan hanya ketika menimba ilmu di bangku perkuliahan namun juga ketika bergaul dengan sesama dan Tuhan. Walaupun sejujurnya hubungan dengan Tuhan kadang terabaikan karena mengutamakan lebih banyak kehidupan duniawi. Peristiwa terbesar dan tak terlupakan yang akan selalu tertanam dalam diri, dan selalu memberikan senyuman tanda kebanggaan dan syukur saya adalah: 1. Wisuda Saya tidak pesimis dengan apa yang menjadi tekad saya. Dengan dukungan orangtua dan para...