Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Kisah Cintaku #29

29-November-2011 adalah awal kisah cinta yang bersemi dari hal yang kadang tak diduga. Perjalanan cinta kami yang hampir setahun ini telah menorehkan banyak cerita, menyiratkan banyak makna, dan telah menimbun berjuta-juta rasa cintaku pada dirinya, Lhuter. Aku terhipnotis oleh dirinya, oleh rasa sayangnya dan oleh caranya mencintai diriku. Oleh karena itu, aku tak ragu mempertahankan rasa cinta ini untuk dirinya. Walau begitu banyak hal yang membuatku goyah dan merasa gentar bahwa cintaku tak sehebat yang dikira. Tapi semuanya baik-baik saja. Kami telah menjalani semua ini, dan telah mengajarkanku arti mencintai yang sesungguhnya: bahwa pengorbanan sekecil apapun akan membawa dampak yang teramat besar. Aku bertahan dengannya, aku tulus mencintanya. Tanpa mengukur seberapa dalam cintaku padanya, aku sudah bisa mengungkapkan seluruh rasaku ini padanya. Begitu banyak kekuranganku, yang telah membuatku sedikit canggung saat bersamanya, tapi semua itu terhapus oleh wajahnya yang m...

Kembali Menceritakan...

Menjadi sempurna itu ternyata sulit. Dan kemungkinan untuk menjadi sempurna itu memang sungguh terlampau jauh dari khayalan. Aku bukannya ingin menjadi seorang yang sempurna, tapi setelah dipikir-pikir, usaha begitu banyak orang untuk mengubah hampir seantero kehidupan mereka untuk menjadi sempurna itu malah menimbulkan dampak yang disebut 'kemelaratan'. Bagaimana tidak, di dunia ini semua yang ingin dicapai harus menggunakan usaha tapi tak sedikit yang memberlakukan uang sebagai hal utama dalam mencapai semua hal itu. Hal-hal seperti itulah yang akhirnya membuat manusia begitu berambisi, dan malah jatuh karena ambisi mereka. Hidup itu seharusnya dibawa santai saja, tak perlu tujuan yang terlalu jauh ke depan, atau terlalu tinggi ke atas. Cukup yang mewakilkan hasrat terdalammu untuk mencapai sesuatu yang memang butuh kerja keras. Oleh karena itu, pemahaman tentang sempurna itu terlalu jauh untuk ditafsirkan, padahal sederhananya adalah saat hati kita bisa sebersih salju dan...

PROLOG (UNTUK KISAH BARU)

Hampir seabad tak kutorehkan kata-kata untuk blog-ku ini. Padahal begitu banyak kalimat yang melayang-layang dalam pikiranku, yang menyeruak untuk keluar dari pikiran itu dan dituliskan. Sekarangpun (untungnya) kesempatan itu muncul juga. Seperti kata Pasto: "Aku hanya pergi tuk sementara" Yup, I AM BACK ALREADY ^^ Aku begitu merindukan mengetik setiap tuts huruf-huruf *tik-tak-tok* karena begitu banyak yang ingin kuceritakan, bukan pada siapa-siapa. Cukup pada halaman yang tanpa ada respon ini. Aku, bagaimanapun, terlalu terobsesi dengan tulisan mengenai isi hatiku, mengenai kehidupanku, dan mengenai masa yang akan datang nanti. Kuharap tulisan ini mewakili setiap kata yang ingin kuucapkan, ataupun yang ingin kusimpan dalam hati saja. Well, so many stories. And I wanna share :) Cerita yang begitu menyenangkan, sampai yang begitu memilukan. Dimulai dari mana? Ok, pertama-tama cerita saat aku mulai kuliah. Aku masuk Program Studi Ekonomi Pembangunan, de...