Belum berakhir. Belum...

Kembali aku menuliskan kisah hidupku di lembaran ini, karena tiada satupun yang mungkin ingin mendengar atau coba mengerti bagaimana semua perasaanku begitu mengusikku.

Tidak seperti sebelumnya,
tidak seperti hari-hari biasanya,
kami terus saja menunjukkan kesalahan lain pihak,
saling menyalahkan, saling membuka keburukan masing-masing.
Seakan tidak ada rasa memaklumi dan menerima apa adanya lagi.
Semua ini mengusik daku bahkan hingga tidurku.
Aku seperti seseorang yang disalahkan atas sesuatu yang kebenarannya pun tak nyata.
Aku tak mengerti alur hingga akhir dari kisah ini.
Bila semakin aku diam dan semakin menjadi-jadi, aku memilih menyudahi.
Aku ingin menghilang,
menghentikan ikatan beban yang sangat menyiksaku hingga kini.
Tapi aku tak bisa.
Aku terikat begitu ketat dan bahkan kekuatannya lebih besar dari keinginanku menghilang.

Jejak-jejak pilu yang selalu tersisa di setiap jengkal kisah ini menambah perih pertahananku.
Ingin menangis? Bertahanlah...
Ingin berteriak? Diamlah...
Tak ada yang peduli, tak ada yang mendengarkan.
Sudah lebih dari sejuta tetes airmata mengalir, dan teriakan yang meredam isi kepala terngiang.
Tapi apa?
Semua bising, semua bisu.
Aku seperti menjalani ini seorang diri.
Tak berkawan.
Tak berpenghuni.

Apa aku semakin terpuruk?
Apa aku kehilangan sentimentalku?
Apa aku harus mencari iba?

Aku lelah...
Kemana ku melangkah, aku capai...
Lelah...
Bukan jua jasmaniku, tapi batinku berteriak rintih.
Terlalu letih untuk menatap hanya ke depan saja.
Lebih baik ku memejam,
merasakan sanubari yang hampa dan tak nyata ini. Meninggalkan duniaku sesaat saja. Merana.

Ada yang peduli?
Ada yang berusaha membangunkanku?
Tidak.

Lalu aku akan tersenyum,.
Ya, ini kisahku. Akhirnya aku sendiri. Akhirnya aku jalani. Semua kisah ini.
Belum berakhir, belum. Aku belum ingin mengakhirinya.
Hanya saja, aku ingin menyudahi perih ini, di sini. Saat ini.
Dia meredam dan membakar tubuh.
Meninggalkan sebagian sakit dan letih lagi.
Tapi aku ingin...
Rebah.
Tidur.
Hilang.
Pergi.
Tersenyum.

#Lili

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.