Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

F[x] - NU ABO

Setelah melihat MV dari lagu ini, aku jadi terkesima dengan dance mereka ... I like, I like, I like >.< karena itu, untuk mengenang mereka, aku sengaja menge-post lirik dari lagu Amber CS ini ... Cekidot ^^ [LUNA] Hey~ [AMBER] Yo! [KRYSTAL] Na eoddeokkhaeyo eonni Nae mareul deureobwa Nae geusarameul eonni Moreugesseoyo [LUNA] Cham eongddunghada mannal Naman nolliji Naega jeongmal yebbeo Geureongdamyeon dwae [SULLI] Dogchangjeog byeolmyeong jitgi Yyereul deulmyeon gungdi sundi Mame deureo son beonjjag deulgi Jeongmal nan NU ABO MYSTERY MYSTERY Molla Molla ajig naneun Molla Gibon Gibon saranggongshig Saramdeure ibyeolgongshig HYSTERIC HYSTERIC Dalla Dalla naneun neomu Dalla Nae mamdaero nae ddeutdaero Choha Choha NU ABO Na Na Na Na Na~ NU ABO [AMBER] Nae mal deureobwayo eonni I'm in the trance Jigeum I gamjeongeun mwojyo Nan cheoeuminde [VICTORIA] Gaseum dugeundugeun machi Ggumgguneundeut Nan geureum wireul dungdung Sarangingabwa [SUL...

Heaven for You(part.6)

Gambar
More than a pain… Colly ketiduran di sisi tempat tidur Franke di ruang VIP. Mamanya sepertinya sedang pergi mengurus sesuatu. Kakaknya belum juga sadar, dan dia bisa merasakan kesakitan yang dialami kakaknya. Dikeroyok banyak orang, belum lagi kalo orang itu membawa senjata tajam. Mungkin karena Tuhan sangat sayang pada kakaknya, jadi kakaknya bisa melalui itu semua. Colly tak sabar menunggu perkembangan penyelidikan kasus kakaknya itu. Saat dia bangkit dari duduknya, barulah dia sadar kalo sekarang sudah pagi. Gorden yang menutupi jendela belum tersibak sehingga matahari tak menembus kamar. Colly malas ke sekolah, jadi dia menelpon Jasen dan meminta Jasen memberitahu guru kalo dia harus menjaga kakaknya di rumah sakit. “Apa?! Franke masuk rumah sakit?!” Jasen histeris di seberang sana. “Emangnya dia sakit apa?!” “Dia gak sakit. Dia babak belur dikeroyok.” Ucapku. Sedih juga mengucapkan kata itu. “Please ask permission to me. Gue gak ke sekolah nih hari. Gue harus ...

Heaven for You (part.5)

“Sial! Tangan gue hampir patah waktu dia nendang.” Umpat Rocky saat dia dan kelompoknya nongkrong di sebuah kafe di pinggir jalan yang menjorok ke trotoar. Para cowok itu lebih menyukai tempat terbuka saat mereka nongkrong. Seperti sekarang, mereka duduk di luar kafe dan memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Udara dingin malam sudah menyengat, tapi dengan beberapa botol bir, mereka tak mempedulikan angin malam itu. “Ternyata dia kuat. Gak kayak yang gue bayangin.” Ucap Dicky. “Udah gue bilang kan, gak usah malak cowok. Apalagi sama dia,” kata Dennis. Dia meneguk birnya sambil menatap Edward. “Hanya lo yang berdiri dan gak mukul dia kan?” Edward tak mendengarkan perkataan Dennis dan malah minum sebanyak-banyaknya. “Butuh tenaga yang besar buat jatuhin tuh cowok. Kita aja yang udah sebanyak ini masih kewalahan ngadepin dia.” Sahut Mark. “Tapi tetap saja kita dapat uangnya.” Donny keliatan senang. “Hei, kenapa kita gak hentiin aja acara malak denga...

Berbeda Saat Kalian Tak Di Sini

Aku terjatuh , dan tak bisa bangun lagi... Lagi ngedengarin lagi yang pas kena hatiku nih (Rumor - Butiran Debu) tapi perasaanku sekarang ini gak sama kayak lirik sedih dalam lagu itu. aku hanya sedang bosan, dan kemudian memilih mendengarkan lagu. BOSAN yup! kata yang tepat untuk mewakili situasiku saat ini. Bagaimana tidak, sekarang kerjaanku di rumah hanya bangun tidur, makan, nonton tidur lagi. Benar-benar datar hidupku saat ini. tapi bukan karena gak ada kerjaan lain, kami kelas XII sedang menunggu hasil ujian. Dan daripada kami ke sekolah dan menjadi orang gak penting yang tiba-tiba disuruh pulang, lebih baik di rumah saja. Hitung-hitung refreshing otak juga sih selama tiga tahun ini... tapi, tapiii ... Rasanya beda banget ya. dulu, pastii kelabakan kalau bangun terlambat. harus loncat dari tempat tidur, bergegas ambil handuk, mandi dan sikat gigi secara bersamaan ... dan kadang harus memakai sepatu yang kotor karena tak sempat dibersihkan ... ckckckck, perjuangan ke se...

Heaven for You (part.4)

Gambar
Lantunan Blue milik Big Bang mengumandang di kamar Colly. Hari ini dia benar-benar hanya ingin tidur atau sekedar berbaring di kamar tercintanya. Dia tak ingin makan, apalagi melihat wajah jelek kakak cowoknya. Kakaknya itu suka sekali menjahili Colly, dan itu membuat Colly kudu hati-hati tiap kali dekat-dekat ama Franke, kakaknya. Dia menelungkupkan kepalanya di bantal dan bersenandung mengikuti irama musik dengan suara tenggelam di dalam bantal. Jangan sampai Edward menerima ajakan Genny! Jangan sampai Edward menerima ajakan Genny! Itulah kata-kata yang dikumandangkannya disela-sela lirik lagu itu. Dia sebenarnya yakin kalo Edward gak mungkin terima ajakan Genny untuk jalan bareng. Tapi, kata-kata Jasen waktu pulang sekolah tadi benar-benar membuatnya berpikir ulang. Jasen bilang Edward mungkin aja menerima ajakan Genny dengan alasan Genny tuh cantik dan gak banget kalo disia-siain. Huh! Mungkin itu yang dipikirkan Jasen aja karena dia juga menantikan ajakan cewek canti...