Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Magang: Face The Real Job???

Gambar
Insomnia membuat saya susah tidur malam ini saudara-saudara. Sudah banyak aktivitas dari pagi tadi (gak banyak sih, cuman ke kantor buat magang), dan sudah merasa ngantuk tadi siang, punya waktu buat tidur juga, tapi malah gak tidur karena ada perbaikan jalan pas depan rumah, dan saya dengan terpaksa hanya bisa meratapi kebisingan yang membuat saya terjaga. Akhirnya, sudah semalam ini (lirik jam di pojok kanan laptop udah pukul 23.24) dan saya masih stay tune di sini.... Pengaruh internet juga kayaknya, saya masih setia nge-blog, facebook-an, dan berbagai hal yang berhubungan dengan social media. Oh God! Jangan bahas socmed, saya lagi sensitif! Socmed bikin saya hipertensi, bikin saya cepat terpancing emosi dan bikin saya kepo! Ya, paling terakhir itulah yang membuat saya hipertensi dan emosian gak jelas, karena kepo. Masalah kepo berujung pada hal yang sebenarnya tak ingin diketahui tapi terlanjur kita ungkap sendiri. Anyeeeeng bener kan? Skip masalah kepo.... Saya ingin memba...

Don't You Remember?

Gambar
Hello good people ... Hello October :) Akhirnya, dengan penuh keyakinan aku mengetik keyboard laptop usangku lagi. Ingin mengatakan "spadaaaaaa... anybody home?" :) Oke, aku cukup senang kali ini bisa menulis di blog lagi. Sangat, not cukup! Karena... aku punya banyak cerita untuk di-share, aku punya banyak kisah untuk dipublikasi dan dibaca (oleh diriku sendiri tentunya, haha). Tapi kali ini tak banyak yang aku sampaikan, berhubung harddisk eksternal yang sangat kukasihi dan kukagumi (karena menampung seribu giga byte film-film keren yang entah kenapa kusimpan terus di HD itu) malah nge-hang. Sumpeh, aku bela-belain bersabar untuk mempunyai waktu dan tempat yang tepat serta hati yang terbuka dan ikhlas untuk menulis postingan dan malah .... hang? Ke laut lah.. Bukan hanya film ding, ada foto-foto KKN-ku, yang seriously absolutely really really important. Ape dikate, file penting itu ditiup angin, disapu ombak, ditelan waktu dan aku tak punya memory indah selama KKN!!! Seb...

Ini Kisahku: Batman Sang Superhero

Ini kisahku... Tak ada yang mendengar tangisanku, walau aku terus meraung menandakan sakit yang begitu sangat. Tak ada yang menoleh melihatku, ketika dengan keras aku tersungkur jatuh karena goyah yang melingkupi rangka tulang-tulangku. Tak ada yang membelai tubuhku lembut, laksana angin segar saat kau merasa begitu tersiksa dan terikat tak terlepas. Tak ada yang bertanya: "kenapa?" karena mereka begitu sibuk dengan kesibukan itu sendiri. Aku terlalu lelah untuk sekedar angkat suara, menceritakan kisahku yang kini semakin buram. Buram seperti pandangan mataku bila tak memakai kacamata. Lelah, yang berarti aku tidak ingin melakukan apapun karena aku terlalu lemah dalam satu helaan napas saja. Kenapa lelah ini tak kian pergi? Kenapa datangnya lama sekali? Padahal, aku menunggu hingga berjuta detik lama, memejamkan mata dan mengusir lelah ini. Tapi dia tak tahu diri! Dia tak mau sirna.. Bahkan datangnya lebih kejam lagi dari pada yang sudah-sudah. Apa aku terlalu mud...

Menunggu (Tidak) Begitu Menyiksa

Gambar
Penantian yang tak terbalaskan... Semakin menunggu dan semakin tidak pasti kapan akhir penantian tersebut, terlalu lama, terlalu melelahkan. Sepertinya aku akan dibunuh oleh waktu saja. Entah waktu untuk berhenti menunggu itu kapan, aku selalu menghitung detik-detik itu. Hal yang lebih banyak menghujam rasa jenuh ku dan merambat hingga kelopak mataku, membuatku terkantuk dibuatnya. Aku letih untuk berkata "kapan pulang?" Dan aku lelah untuk mendengar "entah kapan..." Mungkin bagimu ini tidak terlalu sulit, karena yang kamu lakukan adalah kesibukanmu yang membuatmu tak banyak memikirkanku. Akupun begitu, lebih banyak berusaha menyibukkan diri untuk tidak terlalu menungguimu dalam kesunyianku. Menunggu itu rindu.. Kau akan tahu betapa rindunya dirimu pada dia, saat dia pergi. Aku merasakannya, rindu yang bergejolak seperti ombak. Rindu yang berdentum keras seperti genderang. Dan rindu yang menohok, menandakan ketidakhadirannya begitu membuat dirimu h...

Think Twice To Make Sure Your Choice

Gambar
Memutuskan mana yang lebih dibutuhkan ketimbang yang lebih diinginkan... Kadang saya terjebak di antara kedua pilihan sulit tersebut, apa saya harus memilih sesuatu yang sangat saya inginkan dan mengesampingkan apa yang sangat saya butuhkan, ataukah memprioritaskan apa yang saya butuhkan daripada apa yang saya inginkan saat itu. Untuk membuat pilihan-pilihan tersebut, saya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan menonton berpuluh-puluh episode Drama Korea. Beberapa faktor yang membuat saya banyak berpikir untuk memilih adalah: 1. Yang saya inginkan belum tentu yang saya butuhkan. Beberapa saat lalu saya benar-benar menginginkan sepatu Nike, dan hal itu membuat saya mempertimbangkan untuk membelinya atau tidak selama beberapa minggu dan yahh, saya semakin terombang-ambing dengan pilihan saya. Ini karena saya sudah memiliki lebih dari 10 pasang sepatu di rumah saya yang setengah darinya tidak saya pakai (bukan karena tidak muat, ukuran kaki saya tidak akan bertambah lag...

Finally, I am Gone :)

Gambar
Masih sempatkah hati itu memikirkanku? Kala bayangmu memenuhi seluruh ruang di dalam pikiranku, terkadang aku menjadi malu dengan semua penantian ini. Apa kau masih yang sama? Apa kau masih yang dulu? Aku malu bila terlalu memaksa perasaan rinduku seorang diri, sedangkan kamu tidak. Apakah aku begitu agresifnya? Apakah semua ini hanya suatu bentuk keegoisanku saja? Aku tak meminta lebih padamu, untuk sama-sama memikirkan kita. Aku pun tidak memaksa dirimu untuk lebih banyak mengabari diriku ini, semuanya tidak perlu kau anggap sulit untuk dilakukan, karena aku tidak selalu menuntut itu. Mungkin nanti, jika akhirnya kamu tak tahan dengan sikapku ini, kamu boleh pergi dengan sejuta kebisuan. Tak perlu 'selamat jalan' atau 'kamu terlalu baik untukku' Karena itu bukan satu hiburan bagiku kelak. Itu akan menambah keluhku terhadapmu, menambah benciku yang semula adalah kasih. Biarlah dengan diammu, aku menjadi tegar dan berdiri sambil tersenyum, melambai...

Sebisa Mungkin Aku Bertahan

Gambar
Sebisa mungkin aku bertahan... Hati ini tak banyak menuntut, juga tidak banyak bertanya.  Jika harus banyak menuntut, aku takut itu akan membuat dia menjauh dan semakin menenggelamkan diriku pada tuntutan lain yang harus dipenuhi bagaimanapun caranya. Dan jika harus banyak bertanya, aku takut... takut kalau jawabannya nanti sungguh amat mengecewakanku. Aku takut nantinya jawaban itu membawaku pada arah yang tidak seharusnya, atau membuatku tergores akibat pertanyaan-pertanyaanku. Kadang aku mencari tahu sendiri, mencari tahu bagaimana keadaannya, bagaimana kabarnya di sana, atau sekedar mencari tahu apakah dia sibuk hingga tak membalas pesanku ataukah dia hanya sedang tertidur pulas akibat kelelahan. Aku tak cukup mengerti orang lain, aku juga tak bisa jadi orang pengertian. Itu terlalu keibuan buatku, aku hanya bisa melihat dan memperhatikan dari jauh. Tersenyum dengan setiap polah, bak mentari menatap rerumputan yang berayun lemah ditiup angin. Sebisa mungkin aku ...

HUMANITY ERROR

Gambar
Gelisahku ini dipersembahkan oleh hati yang sudah cukup lelah dan logika yang sudah banyak membatasi diri. Ini cinta, yang selalu membuka diri untuk setiap hati yang mau menerimanya. Cinta yang dengan sabar menunggu ada yang datang menjemput dan merengkuh dengan sejuta rasa. Cinta bukannya tak diundang ataupun datang tanpa permisi, dia hanya diam-diam ingin langsung menempati tanpa perlu diusir pergi. Semakin lama memupuk cinta itu dalam kenyamanan dan semakin bertumbuh tanpa menahan batasnnya. Kenapa cinta begitu diam-diam bak orang yang bersembunyi dan hendak berlalu tanpa diketahui orang lain? Karena logika bisa menepisnya kapan saja. Logika kita terlalu berpikir jernih untuk sekedar merasakan keindahan kisah cinta yang selalu indah di dongeng-dongeng pengantar tidur itu. Logika masih berpikir masuk akal untuk tidak membuang-buang banyaknya kesempatan dengan hanya terpaut pada satu cinta, satu rasa, satu orang, dengan berjuta kesakitan. Cinta bisa saja membutakan hati, tapi c...

Bukan Ego, Bukan 'Cukup'

Dear kamu... Aku ingin bercerita lebih banyak denganmu. Menghabiskan waktu yang cepat berlalu ini, hanya denganmu. Namun kita kadang terenggut oleh rasa ego yang amat tinggi, melambungkan anganku ini hanya pada titik terendah dari kenyataan. Apa kita selalu seperti ini? Sedetik lalu kita masih melempar canda gurau yang membuat iri banyak orang, kita masih saling memeluk satu sama lain dengan kata mesra yang tak ada bandingnya. Tapi sedetik kemudian kita malah memisahkan suara kita, kamu pergi mengikuti ketidakmauan hatimu, dan aku berlawanan arah dari keengganan itu. Sampai pada titik di mana kamu merasa capai untuk bersandiwara penuh, dan aku terlalu letih untuk terus melangkah jauh daripadamu. Kita kembali bertaut. Aku berpaling menuju kamu, dan kamu dengan cepatnya merengkuhku dalam pelukan. Andai kita tidak saling menciptakan ancaman untuk hubungan kita ini, andai kita tahu bagaimana akhirnya semua kata-kata kita akan mengubah langkah kita bersama, andai kita tid...

❤ Regresi Linear ❤

Gambar
Hai wanita, kamu istimewa. lebih dari setiap belenggu pemikiran sepele orang-orang di luar sana. Keistimewaan kita tidak diukur dengan pengamatan asal-asal saja, perlu menggunakan logika, perasaan dan sedikit rumus perhitungan regresi linear... ❤ REGRESI LINEAR SEDERHANA ❤   Y = a + bX + e keterangan: Y : variabel terikat (baca: wanita) a  : bilangan konstan, meliputi broken, nangis dan move on b  : koefisien X : variabel bebas (baca: lelaki) Setelah regresi ini kalian baca mungkin kalian bertanya-tanya apa artinya :) Sini deh saya kasih tau. 1. Hubungan Y (wanita) dan a jika variabel b konstan adalah positif (nihil gitu maksudnya), maka nilai Y (wanita) adalah a. Maksud saya, jika seorang wanita tanpa embel-embel X (cowok) di belakangnya, maka hasil yang didapat adalah ....? Pertama! Broken heart (udah pasti keles). Hal pertama dan terutama yang bawak dirasakan wanita tanpa sang pujaan hati adalah patah hati. Sakit hati... Sedih, nangis, gundah gulana...

Semakin Berubah - Puisi Kalut dan Penuh Kabut

Tidak lagi rasa yang seperti dulu. Tidak lagi perlakuan yang membuat hati ini luluh. Akhirnya dirinya pun menjadi luruh, perubahan ini buat diriku rapuh. Berapa banyak yang mesti kuungkapkan? Apa mungkin nanti dia mendengarkan? Ataukah aku hanya menjadi lebih tertekan? Ini semakin membuatku terpojokkan. Sudahlah! Buang semua ragu itu. Bawa itu jadi titik balikmu. Biarkan dia berubah dengan dunianya itu. Bahkan kelak bila nanti dia melupakan diriku. Airmata bahkan jadi saksi. Bagaimana akhirnya kesedihan ini terpatri. Ruang hampa yang melilit hati dan kesunyian yang menggores hari. Ya, silahkan berubah... Silahkan menghilang. Jika akhirnya aku tak temukan kau, aku tetap tenang. Aku akan bilang pada diriku bahwa semuanya gampang. Gampang untuk menarikmu pergi jauh dari bayang-bayang. Silahkan pergi, bila kamu dengan teganya meninggalkan hati ini. Jika kamu dengan entengnya melantunkan ucapan pergi. Seandainya kamu benar-benar tak ...

AILEE - HEAVEN (ROMANJI, ENGLISH TRANSLATION DAN BAHASA INDONESIA)

Gambar
  ROMANJI Niga inneun gose nado hamkke halke.. Niga ganeun gose nado hamkke kalke.. Neol wiihaeseo maeil utko neol wiihaeseo gidohago.. Ni saenggage jamdeulko neol bureumyeo nuneul tteo.. Nae yeopeseo jikyeojugo nae yeopeseo kamssajuneun.. Neon naye cheonkuginkeol.. You’re my only one way.. Ojing neoreul wonhae naega ni gyeote isseume kamsahae.. You’re the only one babe.. Himdeun sesang soge sarangeuralke  haejun neo hanaro naneun haengbokhae.. Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Uri hamkkeramyeon we will never cry never never cry.. Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven Yeongwonhi duriseo never gonna be alone.. Ni pumeseo sumeul shwiigo ni pumeseo immajchugo.. Ni moksoril deureumyeon kkum kkuneun geot man gata.. Ni nuneseo al su isseo ni sarangeural su isseo.. Neon naye cheonkuginkeol.. You’re my only one way.. Ojing neoreul wonhae naega ni gyeote isseume kam...

Jumat? Will give some morphin?

Kembali ditemani hujan saat sendirian menonton drama Korea yang tak habis-habisnya membuat saya semakin cinta drama negeri Gingseng tersebut. Kali ini hujan bukan saja membuat saya lebih serius menonton drama ini, tapi juga menarik perhatian saya untuk mencatat sesuka hati di blog. Entahlah, hari ini tidak seperti hari biasanya. Saya memiliki ambisi yang lebih untuk melewati hari ini dengan lebih baik. Baik dalam hal apa, saya juga tidak bisa mengukurnya, namun yang pasti saya ingin semuanya berjalan baik saja. Minggu depan dan seterusnya saya akan disibukkan dengan perkuliahan (lagi) dan itu akan sangat menguras waktu, tenaga, pikiran dan dompet saya. Saya akan lebih sibuk dari hari ini, akan jarang menonton drama Korea saya, dan akan semakin membuat saya kurus (yayy, i like it ^^). Hanya saja, sebelum minggu tersebut tiba, saya sudah memiliki banyak agenda yang mau tidak mau harus terlaksana. Satu di antaranya adalah menjadi team leader kelompok belajar, yang... ahh tidak bis...

Belum berakhir. Belum...

Kembali aku menuliskan kisah hidupku di lembaran ini, karena tiada satupun yang mungkin ingin mendengar atau coba mengerti bagaimana semua perasaanku begitu mengusikku. Tidak seperti sebelumnya, tidak seperti hari-hari biasanya, kami terus saja menunjukkan kesalahan lain pihak, saling menyalahkan, saling membuka keburukan masing-masing. Seakan tidak ada rasa memaklumi dan menerima apa adanya lagi. Semua ini mengusik daku bahkan hingga tidurku. Aku seperti seseorang yang disalahkan atas sesuatu yang kebenarannya pun tak nyata. Aku tak mengerti alur hingga akhir dari kisah ini. Bila semakin aku diam dan semakin menjadi-jadi, aku memilih menyudahi. Aku ingin menghilang, menghentikan ikatan beban yang sangat menyiksaku hingga kini. Tapi aku tak bisa. Aku terikat begitu ketat dan bahkan kekuatannya lebih besar dari keinginanku menghilang. Jejak-jejak pilu yang selalu tersisa di setiap jengkal kisah ini menambah perih pertahananku. Ingin menangis? Bertahanlah... Ingin berte...

LOGIKA DAN HATI

Gambar
Mungkin lebih baik merasa sendirian di kala ingin merasakan artinya dicintai, daripada kemudian ditinggalkan dan lebih sendirian lagi. Mungkin diam lebih menenangkan daripada harus mendengar suaranya memanggilmu, supaya di kemudian hari tidak menjadi bergantung pada belaiannya. Mungkin, jika akhirnya harus memilih, mungkin, yang terbaik adalah tidak memulai segalanya. Segala yang pahit, yang memberi tangis, menyisakan luka, meraut kesedihan, mengumbar kesah gelisah menyendirikan diri sendiri. Kepingan yang disebut kepercayaan kini hanya tinggal nama, pergi entah kemana. Akhirnya pun itu semua di balas dengan dusta, yang entah kenapa dulu pernah membuat percaya. Sakit bila mengingat rasanya ditelantarkan. Dibiarkan hanya dia menyendiri dalam waktu. Menghitung setiap detakan yang diciptakan jarum jam. Semuanya sirna dalam satu masa dan rasa. Keberpihakan hati kadang menyilaukan logika, hati lebih memilih hal yang dirasa perlu dipertaha...