Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Immortal Love Song

Gambar
Aku takut bila suatu waktu aku lupa akan cerita bahagia ini. Bersama orang-orang terkasih yang kubawa dalam doa dan kukasihi seperti kedua orangtua dan saudara-saudaraku. Sikumana, 21 Agustus 2016. Seperti hari biasanya. Tepat pada hari ini, di hari Minggu setelah selesai mengikuti kebaktian di gereja, aku dan kakak perempuanku bersiap-siap untuk pergi ke rumah nenek yang jaraknya hanya butuh 10 menitan hingga tiba di rumahnya. Hari ini terasa spesial dengan kebahagiaan kami, karena merupakan hari ulangtahun Nenek yang ke-86. Kebahagiaan yang kami balut dalam untaian doa dan selebrasi yang sangat sederhana, bahkan hal ini bisa dianggap biasa saja. Tidak banyak yang kami lakukan, selain membeli sup ayam yang sudah diminta Nenek jauh-jauh hari sebelum ulangtahunnya. Sesampainya di rumah Nenek, kami langsung menghambur mencium Nenek. Kali ini bukan kami yang memberi ucapan ulang tahun, tapi dengan lantang Nenek malah mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" saat tahu kami telah t...

Angkatan Tahun '90an, FIGHTING ^^

Pada umur sekarang ini, bagi anda kelahiran tahun 90an, bahkan lebih rincinya pada tahun '94 mungkin sedang dihadapkan pada tahap BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN. Demi masa depan. Demi kebanggaan diri dan orangtua. Demi kebahagiaan kelak. Demi musuh yang masih tetap mencibir. Demi kesuksesan yang siap dijemput. Semakin menyia-nyiakan waktu dan semakin jauh tertinggal di belakang. Adakalanya menikmati masa muda adalah baik, namun bukan dalam arti harafiahnya. Menikmati bukanlah hanya bersenang-senang sesaat, tapi juga menikmati semua proses yang diizinkan terjadi dalam hidup. Susah sedihnya, pahit sepatnya, asam garamnya. Bukan hanya duduk santai, tapi bagaimana masa muda dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menata masa depan. Yaelah bahasanya 😂 Tapi benar kan? Kalian para teman-teman seumuranku tentunya ada yang sudah selesai sidang skripsi dan adapula yang sudah yudisium bahkan wisuda. Yah, semua akan saling berusaha secepat dan sebisanya. Membayangkan akhirnya seles...

Mazhab Klasik

Aku terpenjara lagi. Kali ini dalam pilihanku sendiri. Merasakan begitu banyak keputusan salah yang telah kuambil dan kusesali. Kenapa kupilih hal itu? Atau apa yang mendorongku melakukan itu? Keserakahan yang berujung pada kepunahan kebahagiaanku akan datang, saat itu aku akan merana dalam kesendirian dan menangis dalam penderitaan. Aku tahu akhirnya, pada akhirnya. Banyak pandangan orang mengenai diriku, sedikit yang menyukai, dan malah makin banyak yang membenci. Bahkan sejengkal langkahku mereka amati dengan seksama, menanti kapan bisa memenjarakanku dalam kata-kata laknat itu. Mencuci separuh otak dari mereka yang tak acuh dengan pemikiran pembenciku itu, sehingga bak mazhab, semuanya punya penganut masing-masing. Kali ini aku makin yakin dengan adanya karma. Dan aku terpana dengan dahsyatnya karya Tuhan pada kehidupan ini. Karma berlaku. Aku melihat dan menikmati kesesakannya, dan menyenandungkan nada kebahagiaan. Kalau saja bisa kututur kata-kata serapah seperti yang diuca...