Kembali Menceritakan...
Menjadi sempurna itu ternyata sulit. Dan kemungkinan untuk menjadi sempurna itu memang sungguh terlampau jauh dari khayalan. Aku bukannya ingin menjadi seorang yang sempurna, tapi setelah dipikir-pikir, usaha begitu banyak orang untuk mengubah hampir seantero kehidupan mereka untuk menjadi sempurna itu malah menimbulkan dampak yang disebut 'kemelaratan'.
Bagaimana tidak, di dunia ini semua yang ingin dicapai harus menggunakan usaha tapi tak sedikit yang memberlakukan uang sebagai hal utama dalam mencapai semua hal itu. Hal-hal seperti itulah yang akhirnya membuat manusia begitu berambisi, dan malah jatuh karena ambisi mereka.
Hidup itu seharusnya dibawa santai saja, tak perlu tujuan yang terlalu jauh ke depan, atau terlalu tinggi ke atas. Cukup yang mewakilkan hasrat terdalammu untuk mencapai sesuatu yang memang butuh kerja keras. Oleh karena itu, pemahaman tentang sempurna itu terlalu jauh untuk ditafsirkan, padahal sederhananya adalah saat hati kita bisa sebersih salju dan sehangat matahari, predikat sempurna bisa kita dapat dengan hal semacam itu.
Bagaimana tidak, di dunia ini semua yang ingin dicapai harus menggunakan usaha tapi tak sedikit yang memberlakukan uang sebagai hal utama dalam mencapai semua hal itu. Hal-hal seperti itulah yang akhirnya membuat manusia begitu berambisi, dan malah jatuh karena ambisi mereka.
Hidup itu seharusnya dibawa santai saja, tak perlu tujuan yang terlalu jauh ke depan, atau terlalu tinggi ke atas. Cukup yang mewakilkan hasrat terdalammu untuk mencapai sesuatu yang memang butuh kerja keras. Oleh karena itu, pemahaman tentang sempurna itu terlalu jauh untuk ditafsirkan, padahal sederhananya adalah saat hati kita bisa sebersih salju dan sehangat matahari, predikat sempurna bisa kita dapat dengan hal semacam itu.
Komentar
Posting Komentar