Cinta? Kan?
Digenggam lagi.
Dicintai lagi.
Entah perasaan ini yang ditarik ulur,
ataukah kesetiaan yang membungkam ego.
Kemarin sempat bertengkar,
Membenci sedemikian hingga tulang.
Hari ini semua hilang bagai asap,
pergi meninggalkan bayang-bayang.
Dia hanya ingin dicinta, tapi tak tahu bagaimana mengucap.
Dia tidak ingin disakiti, dan dia mempertaruhkan yang diucap.
Seakan mereka berdua hanya sepasang di dunia, Sang Adam dan Hawa.
Tidak ada yang lain, sejauh masalah mereka itu.
Tidak ada yang dapat menguasai jagad jika belum ada perdamaian dua kubu.
Yang satu marah, yang satu lebih menyulut garang.
Mereka tak akur, bahkan untuk menunjukkan kasih.
Mereka harus berkorban, rela disakiti untuk diberi cinta.
Mereka hanya dua insan penuh tanda tanya dalam relasi itu.
Namun mereka dibimbing oleh rasa ingin memiliki,
mereka disatukan dengan rasa mencintai tanpa akhir.
Bukan untuk menyalahkan, tapi mengalah.
Bukan untuk berteriak, tetapi duduk menjelaskan.
Semua ada tahapnya, semua ada waktunya.
Dan bahkan jika mereka berdua harus berpisah, itu suratan Sang Waktu.
Kurang lebih, mereka berdua dibelenggu cinta.
Cinta membuat mereka lebih takut berpisah.
Seperti dibius tak sadarkan diri,
seperti kecanduan dan tak tahu kapan berhenti.
Itu cinta, membuat mereka bingung,
Bingung bagaimana menjadi mereka sebelum mengenal cinta.
Tapi cinta membuat segalanya berwarna...
Kan?
Dicintai lagi.
Entah perasaan ini yang ditarik ulur,
ataukah kesetiaan yang membungkam ego.
Kemarin sempat bertengkar,
Membenci sedemikian hingga tulang.
Hari ini semua hilang bagai asap,
pergi meninggalkan bayang-bayang.
Dia hanya ingin dicinta, tapi tak tahu bagaimana mengucap.
Dia tidak ingin disakiti, dan dia mempertaruhkan yang diucap.
Seakan mereka berdua hanya sepasang di dunia, Sang Adam dan Hawa.
Tidak ada yang lain, sejauh masalah mereka itu.
Tidak ada yang dapat menguasai jagad jika belum ada perdamaian dua kubu.
Yang satu marah, yang satu lebih menyulut garang.
Mereka tak akur, bahkan untuk menunjukkan kasih.
Mereka harus berkorban, rela disakiti untuk diberi cinta.
Mereka hanya dua insan penuh tanda tanya dalam relasi itu.
Namun mereka dibimbing oleh rasa ingin memiliki,
mereka disatukan dengan rasa mencintai tanpa akhir.
Bukan untuk menyalahkan, tapi mengalah.
Bukan untuk berteriak, tetapi duduk menjelaskan.
Semua ada tahapnya, semua ada waktunya.
Dan bahkan jika mereka berdua harus berpisah, itu suratan Sang Waktu.
Kurang lebih, mereka berdua dibelenggu cinta.
Cinta membuat mereka lebih takut berpisah.
Seperti dibius tak sadarkan diri,
seperti kecanduan dan tak tahu kapan berhenti.
Itu cinta, membuat mereka bingung,
Bingung bagaimana menjadi mereka sebelum mengenal cinta.
Tapi cinta membuat segalanya berwarna...
Kan?
Komentar
Posting Komentar