Selfie Pas di Tempat Mainstream Gunung Fatuleu - Kabupaten Kupang - NTT

Saya tidak bisa bilang bahwa saya penggemar acara petualangan di televisi seperti My Trip My Adventure, Ethnic Runaway and so on...
Saya hanya tertarik untuk melihat tempat-tempat bagus, tapi tidak terlalu memiliki ketertarikan untuk berlaku seperti halnya para petualang di dalam acara sana. Saya pikir, selama kita punya niat, hal seperti acara-acara televisi itu kalah asik dibandingkan perjalanan kita sendiri. Kenapa? Kalau kita malah asiknya nonton dan termotivasi ikutan nge-trip, tapi ujung-ujungnya gak menikmati, itu terlalu flat.
But now, I feel different. Rasanya asik-asik aja nge-trip tanpa perencanaan matang, berbekal kamera hape, tongsis, fish eye and superwide lens dan teman-teman asik yang bakal nemenin kemana pun kamu berada, dengan gokil mereka, just enjoy the trip.
Dan hari ini saya melakukan perjalanan (yang tidak saya klasifikasikan sebagai MTMA or something like that, because I'm so dislike to be mainstream) bersama teman-teman gokil saya yang entah tujuannya apa tiba-tiba ngajak. Hahaha..
Sasaran utama kami adalah Gunung Fatuleu. Pertama saya jelaskan dulu, kalau mau ke sana, tolong lihat rute dan medannya. Perjalanan ke gunung tersebut gak bisa dibilang mulus, emang jika masuk dari Jembatan Lili, jalan masih bagus-bagus saja, tapi percayalah, anda akan langsung disergap dengan tanjakan yang harus digas sekencang-kencangnya.
Siapkanlah jaket, karena yang namanya gunung emang hampir dekat matahari, tapi udaranya gak sepanas matahari juga ya. Dingin-dingin sejuk, adem, tapi bisa jadi lebih dingin karena cuaca.
Jika menempuh perjalanan dari Kota Kupang bisa memakan waktu 45 menit tergantung lambat cepatnya kendaraan.
Yang jadi saran besar saya sih, gak usah bawa banyak barang bawaan jika menggunakan kendaraan bermotor. Bukan apa-apa, ribet dan capek harus mikul yang berat. Bawa yang diperlukan saja, yang penting dan efisien.

Saya, Adhy, Ryan dan Charles menempuh perjalanan dari pukl 12.00 WITA dan sumpah itu panas banget, saya gak tahan panasnya dan pegalnya ada di atas motor *padahal cuman duduk di boncengan*.
Dan sampai 13.21 WITA. Kenapa? Karena kami was-was dengan razia tilang di Polres Babau, namun bukan berarti kami ditilang, hanya kurangnya kelengkapan motor karena ada sedikit kerusakan. Tapi hari itu memang hanya ada pengawasan tanpa tilang *bernapas lega*.
Dan masih singgah ke pom bensin, meregangkan badan dan berangkat lagi.
Setelah berisitirahat sejenak di rumah salah satu warga kami melanjutkan mendaki ke Gn. Fatuleu dengan menggunakan motor (karena memang nggak nyampe gunungnya sih). Lalu kami disuguhi pemandangan yang super awesome. God is a Greatest Creature.

Well, ada beberapa foto yang saya upload. Sebagian besar foto memang sengaja selfie, karena saat saya minta difoto malah hasilnya jelek, pas teman-teman minta difoto sama saya, hasilnya beneran keren. Ajeb dah... Selama sesi itu, kami harus menghindar dari banyaknya motor dan mobil yang meluncur dari ketinggian sana dan berbagai truk angkut yang merayap menuju ke atas dengan saking susahnya.

Hari ini bukan MTMA, bukan Ethnic Runaway atau acara jalan-jalannya Ruben Onsu ataupun Tukul Arwana, ini hanya refreshing pikiran dan otak dari belenggu tekanan batik pra skripsi...
Thank God, I'm Fabulous and You're So Amazing :)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.