Angkatan Tahun '90an, FIGHTING ^^

Pada umur sekarang ini, bagi anda kelahiran tahun 90an, bahkan lebih rincinya pada tahun '94 mungkin sedang dihadapkan pada tahap BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN. Demi masa depan. Demi kebanggaan diri dan orangtua. Demi kebahagiaan kelak. Demi musuh yang masih tetap mencibir. Demi kesuksesan yang siap dijemput.

Semakin menyia-nyiakan waktu dan semakin jauh tertinggal di belakang. Adakalanya menikmati masa muda adalah baik, namun bukan dalam arti harafiahnya. Menikmati bukanlah hanya bersenang-senang sesaat, tapi juga menikmati semua proses yang diizinkan terjadi dalam hidup. Susah sedihnya, pahit sepatnya, asam garamnya. Bukan hanya duduk santai, tapi bagaimana masa muda dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menata masa depan. Yaelah bahasanya 😂

Tapi benar kan? Kalian para teman-teman seumuranku tentunya ada yang sudah selesai sidang skripsi dan adapula yang sudah yudisium bahkan wisuda. Yah, semua akan saling berusaha secepat dan sebisanya.

Membayangkan akhirnya selesai dari tahap akhir perkuliahan membuatku merinding. Di dunia yang sebenarnya, apa yang harus kulakukan kelak? Semua akan jadi berbeda ketimbang saat di bangku sekolah atau kuliah. Akan lebih menantang dan mengurai airmata (pasti). Walaupun memang tidak semuanya merasakan hal tersebut, ada yang 'garis tangannya' sangat baik malah. Semua terasa mudah dilalui dan dikerjakan. Senangnya kalau bisa seperti itu 😍😍😍

Tapi, porselen yang indah pun mesti dibakar berkali-kali barulah menjadi begiru mahal. Walau dari tanah liat, bisa menjadi begitu bernilai.
Seperti besi yang harus ditempa berulang kali.

Semua butuh proses. Kadang kita akan lebih banyak menangis daripada tersenyum seperti orang muda lainnya. Kadang kita merasa hidup tak adil hanya karena kita mendapat tantangan, yang sejatinya lebih dulu kita rasakan tapi akan dirasakan orang lain juga nantinya. Kadang kita mencemooh orang yang dirundung kesulitan dan mencibir dengan berbagai kata maksiat, tapi akhirnya kesulitan itu akan berbalik pada kita. Semua ada waktunya.
Jangan senang melulu, jangan pula tenggelam dan bersedih.

Pada akhirnya, semua menjadikan kita bernilai dan berharga.

Adios.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.