Mazhab Klasik

Aku terpenjara lagi. Kali ini dalam pilihanku sendiri. Merasakan begitu banyak keputusan salah yang telah kuambil dan kusesali. Kenapa kupilih hal itu? Atau apa yang mendorongku melakukan itu?
Keserakahan yang berujung pada kepunahan kebahagiaanku akan datang, saat itu aku akan merana dalam kesendirian dan menangis dalam penderitaan. Aku tahu akhirnya, pada akhirnya.

Banyak pandangan orang mengenai diriku, sedikit yang menyukai, dan malah makin banyak yang membenci. Bahkan sejengkal langkahku mereka amati dengan seksama, menanti kapan bisa memenjarakanku dalam kata-kata laknat itu. Mencuci separuh otak dari mereka yang tak acuh dengan pemikiran pembenciku itu, sehingga bak mazhab, semuanya punya penganut masing-masing.

Kali ini aku makin yakin dengan adanya karma. Dan aku terpana dengan dahsyatnya karya Tuhan pada kehidupan ini. Karma berlaku. Aku melihat dan menikmati kesesakannya, dan menyenandungkan nada kebahagiaan. Kalau saja bisa kututur kata-kata serapah seperti yang diucapnya dulu, mungkin aku akan semakin dibenci dan ditinggal pergi. Sebodo! Selama aku memang ditakdirkan bukan dengan mazhab kalian.

Aku mencoba sejernih ini berpikir. Buah yang manis akan selalu dilempari. Seseorang berkata padaku, dan hal itu menjadi penguatanku. Aku mungkin lelah dengan segala kemaksiatan lidah orang-orang yang tidak puas menghakimi dengan pemikiran dan sudut pandang mereka, pembenci yang semakin membenci, tapi banyak hikmah yang coba kuambil dan kupelajari.
Aku lelah bukan berarti aku menyerah. Aku hanya manusia biasa, tetap mencoba manusiawi, jika tak lelah, mereka semakin menekan, jika tak sedih, mereka semakin meracau. Penyakit kah? 😊

Pemikiran positif coba kuterapkan dalam langkah hidup ini. Berharap yang terbaik datang karena kesabaranku. Dan karma menjadi laku utama dalam ceritaku.

Sabar.

Belum waktunya.

Entah kapan.

Senyumlah.

Kacaukan mazhab mereka.

🌼🌼🌼

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.