My Life is so so so depression !!!
Aku tak bermaksud untuk mengeluh, tak juga ada maksud untuk merasa dikasihani oleh orang-orang.
Aku hanya perlu mencurahkan semua isi hatiku pada 'sesuatu' yang bisa menampung keluhanku tanpa batas.
Adakalanya sahabat, pacar, ataupun saudara dan orang tua tak dapat diajak untuk menyelesaikan apa yang sedang menjadi beban kita, karena itu aku lebih mampu untuk 'bicara' dengan benda yang tak bergerak, tak bernapas, dan tak berbicara.
Aku merasa tak ada yang bermakna dari hidupku yang datar ini. Semua berjalan tanpa ada klimaksnya (aku juga tak mengharapkan suatu klimaks menakutkan, tapi setidaknya sesuatu yang menantang bagiku).
Rutinitasku: bangun pagi, mandi, bersiap ke sekolah, belajar di sekolah, ngobrol dengan teman-teman, belajar lagi, pulang sekolah, menunggu angkot, sampai di rumah, makan siang, kadang juga bersiap menuju tempat les, makan malam, lalu tidur.
just flat, isn't it ????
Aku mengharapkan hidup dengan hal yang membuat diriku lebih bermakna dan pantas untuk dihargai. Kadang aku merasa tak mempunyai orang tua, tak mempunyai saudara dan sahabat. Aku punya pacar, tapi sama sekali tak merasa mempunyai itu semua !!!
Karena apa aku bisa hidup begini? Apa mungkin karena aku masih muda untuk merasakan sebuah tantangan? Atau karena memang nasib hanya mengijinkanku mengalami hal tanpa asam-garam seperti ini?
Semua orang yang mengalami ini akan merasakan tekanan lahir dan batin yang tak terelakkan. Seperti diriku sekarang yang merenungi kehidupan tanpa gunung berliku dan tebing curam yang harus dilewati.
Malah tekanan dalam hidupku bertambah banyaknya. Merasa tak disayangi oleh orang tua, merasa tak diperhatikan. Merasa tak ada yang menyukai diri ini, merasa bahwa diri ini terlalu buruk untuk dianggap , and more ....
Aku menangis saat harus mengatakan kalau aku tak pernah dianggap ... aku selalu ingin dianggap oleh teman, saudara, orang tua, pacar. Tapi mereka selalu tak ada saat aku butuh!
Apa lebih baik aku pergi dan tak kembali tanpa menyisakan kenangan yang bisa membuat mereka menangis saat mengingatnya? Tanpa melukiskan sebuah warna indah dalam kehidupan orang-orang di sekitarku dan secara diam-diam melangkah mundur menjauhi mereka ...
Mungkin itu lebih baik, tapi aku masih ingin berpikir ke depan.
Seperti kata Guru PKN ku di kelas 3 SMA : "kalian masih muda, masih bisa menikmati banyak hal..."
Ku pegang teguh kata-kata guruku itu. Aku merasa kembali hidup dengan kata-kata itu.
Biar saja kalau tak ada yang memperhatikanku, biar saja kalau ada yang tak menganggap aku penting... Aku menjalani hidupku semata-mata untuk diriku. Bukan untuk dimiliki oleh mereka. Aku ingin suatu saat nanti guruku tersenyum melihatku karena bisa percaya diri untuk melangkah tanpa sembunyi-sembunyi dan menjadi salah satu dari sekian banyak murid yang membuat senyumnya mereka.
Ya, hidupku masih panjang untuk hanya sekedar berpikir bahwa TEKANAN ITU ADALAH AKHIR ....
Terimakasih guruku...
Terimakasih buat orangtua, teman, saudara, pacar, orang yang tak pernah kuduga dan tak kukenal....
Semua dari kalian adalah bagian dari hidupku yang begitu rata hingga dapat membuatku berjalan begitu nyaman.
Terima kasih :)
Aku hanya perlu mencurahkan semua isi hatiku pada 'sesuatu' yang bisa menampung keluhanku tanpa batas.
Adakalanya sahabat, pacar, ataupun saudara dan orang tua tak dapat diajak untuk menyelesaikan apa yang sedang menjadi beban kita, karena itu aku lebih mampu untuk 'bicara' dengan benda yang tak bergerak, tak bernapas, dan tak berbicara.
Aku merasa tak ada yang bermakna dari hidupku yang datar ini. Semua berjalan tanpa ada klimaksnya (aku juga tak mengharapkan suatu klimaks menakutkan, tapi setidaknya sesuatu yang menantang bagiku).
Rutinitasku: bangun pagi, mandi, bersiap ke sekolah, belajar di sekolah, ngobrol dengan teman-teman, belajar lagi, pulang sekolah, menunggu angkot, sampai di rumah, makan siang, kadang juga bersiap menuju tempat les, makan malam, lalu tidur.
just flat, isn't it ????
Aku mengharapkan hidup dengan hal yang membuat diriku lebih bermakna dan pantas untuk dihargai. Kadang aku merasa tak mempunyai orang tua, tak mempunyai saudara dan sahabat. Aku punya pacar, tapi sama sekali tak merasa mempunyai itu semua !!!
Karena apa aku bisa hidup begini? Apa mungkin karena aku masih muda untuk merasakan sebuah tantangan? Atau karena memang nasib hanya mengijinkanku mengalami hal tanpa asam-garam seperti ini?
Semua orang yang mengalami ini akan merasakan tekanan lahir dan batin yang tak terelakkan. Seperti diriku sekarang yang merenungi kehidupan tanpa gunung berliku dan tebing curam yang harus dilewati.
Malah tekanan dalam hidupku bertambah banyaknya. Merasa tak disayangi oleh orang tua, merasa tak diperhatikan. Merasa tak ada yang menyukai diri ini, merasa bahwa diri ini terlalu buruk untuk dianggap , and more ....
Aku menangis saat harus mengatakan kalau aku tak pernah dianggap ... aku selalu ingin dianggap oleh teman, saudara, orang tua, pacar. Tapi mereka selalu tak ada saat aku butuh!
Apa lebih baik aku pergi dan tak kembali tanpa menyisakan kenangan yang bisa membuat mereka menangis saat mengingatnya? Tanpa melukiskan sebuah warna indah dalam kehidupan orang-orang di sekitarku dan secara diam-diam melangkah mundur menjauhi mereka ...
Mungkin itu lebih baik, tapi aku masih ingin berpikir ke depan.
Seperti kata Guru PKN ku di kelas 3 SMA : "kalian masih muda, masih bisa menikmati banyak hal..."
Ku pegang teguh kata-kata guruku itu. Aku merasa kembali hidup dengan kata-kata itu.
Biar saja kalau tak ada yang memperhatikanku, biar saja kalau ada yang tak menganggap aku penting... Aku menjalani hidupku semata-mata untuk diriku. Bukan untuk dimiliki oleh mereka. Aku ingin suatu saat nanti guruku tersenyum melihatku karena bisa percaya diri untuk melangkah tanpa sembunyi-sembunyi dan menjadi salah satu dari sekian banyak murid yang membuat senyumnya mereka.
Ya, hidupku masih panjang untuk hanya sekedar berpikir bahwa TEKANAN ITU ADALAH AKHIR ....
Terimakasih guruku...
Terimakasih buat orangtua, teman, saudara, pacar, orang yang tak pernah kuduga dan tak kukenal....
Semua dari kalian adalah bagian dari hidupku yang begitu rata hingga dapat membuatku berjalan begitu nyaman.
Terima kasih :)
Komentar
Posting Komentar