The Best Things Ever

Selamat Hari Senin semuanya, apa kabar?
Ada yang sakit? Kalau ada berarti hampir senasib denganku -_-

Libur panjang pertama di tahunku kuliah :)
Yang pasti sih senang, karena tidak ada kegiatan belajar, Kuis, ujian dan terlambat ke kampus.
Tapi kalau menghabiskan liburan hanya dengan menghadap laptop dan online terus tanpa aktivitas berarti jadinya BORING !!!

Yah hal yang sama menimpa diriku. Selain nonton, online dan baca novel atau komik, aku tidak punya aktivitas berarti yang bisa menghidupkan masa liburanku. Hanya dengan nge-like status orang dan komen sana-sini yang gak bermutu, aku benar-benar blank bagaimana mengisi hari liburku.
:(

Ada sih niat untuk traveling, tapi dapat ijin dari orangtua susaaaaah banget. Jadilah liburan kali ini boring dan menyebalkan.
Tak ada yang bisa kulakukan sekarang, menulis novel? Lagi gak mood .
Menggambar? Gak ingin menghabiskan banyak kertas.
Jadinya, merusak laptop sendiri aja (y)

Tapi sudah ada rencana di otak ini untuk mudik ke Soe. Sudah sangat ingin pulang ke sana. Soalnya di sana makanannya terjamin dan bisa bermalas-malasan :D
Hehehehe ...
Sudah rindu makanan rumah, maksudnya makanan yang bisa aku makan di rumah sana.
Suka duka di perantauan itu memang tak jauh dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Kalau boleh dijelek-jelekin nih, aku selama di sini tak pernah makan sayur kangkung atau tahu dan tempe (yang jadi favoritku). Alhasil berat badanku turun drastis. Bersyukur sih dengan menyusutnya berat badan ini, hehehe.
But, I'm so worried that I will be sick :(
Gimana enggak, di sini makannya gak teratur. Kalau memang lagi niat makan baru makan, kalau gak nafsu makan berarti gak bakal makan sampe ada yang menggugah appetite-ku.

Nasib jauh dari keluarga tuh kayak gitu deh gambarannya.
Tak ada yang memperhatikan pola makan kita dan kita makin hari makan menipis (hahaha, pengalaman gue).
Homesick.
Banyak orang yang pasti mengalami 'penyakit' ini. Rindu rumah, tak ada yang lebih baik dari rumah. Home sweet home dan etc.

Yang paling ngangenin tuh pastilah masakan mama (y)
lalu cara ngocolnya bapak dan polah adek-adekku yang lumayang membangkitkan emosi. Tapi aku juga tak menepis kalau lebih baik berada di dekat mereka untuk bisa membentuk karakter kita dan membuat kita lebih mandiri.
Memang sih uang masih dikirim sama orang tua, tapi dari itu kita belajar mengatur uang.
Walaupun kadang nasibnya gak nentu (pas tanggal tua uang sudah habis, atau malah ada uang). Seandainya kita peduli sama orangtua kita, maka di rantau adalah saat tepat  untuk merenung bagaimana kasih sayang mereka dalam merawat kita hingga jadi sebesar sekarang ini ^^

Jujur, aku pernah menangis karena membelanjakan uang yang harusnya jadi uang bulananku. Belanja untuk gaya-gaya aja, gak terlalu bermanfaat juga dan akhirnya saat di dalam kamar dan menyendiri langsung deh menyesalinya.
Orangtua mengharapkan kita untuk mengejar ilmu dengan merelakan kita pergi jauh seperti ini (kuliah maksudnya) dan harapan mereka itu diwakili dengan uang yang selalu mengalir tiap kita membutuhkannya.
Hanya saja, kita terlalu acuh dengan harapan mereka yang ditanamkan pada kita itu.

Awalnya aku merasa kalau kuliah di tempat yang lebih jauh adalah hal yang hebat. Dengan begitu kita jadi kelihatan kece dan gengsinya lebih naik.
Tapi itu semua sirna. Aku tak ingin memikirkan hal itu, aku tak perlu suatu gengsi hanya karena mengejar ilmu.
Yahh , walau aku kuliah di universitas dalam provinsi dan tak sampai menyeberang ke pulau lain tapi aku bersyukur karena jarak dengan orangtua masih bisa ditempuh tidak kurang dari tiga jam perjalanan.

Teman-temanku yang ada di luar pulau kadang mengeluh karena tak bisa pulang kapanpun mereka mau. Uang tiket yang kian mahal jadi masalah tersendiri buat mereka dan aku juga merasa sedih karena tak dapat bertemu dengan mereka.

Orangtuaku tidak terlalul mempermasalahkan IP berapa yang didapat di semester ganjil atau genap. Mereka juga tak terlalu menuntut untuk mendapat nilai terbaik di ujian-ujian yang kami laksanakan.
Mereka hanya mau kami menjadi mahasiswa yang sesungguhnya.
Dewasa, lugas dan tahu bagaimana hidup mandiri.
Walaupun kadang kami menjadi lebih manja dari biasanya :)

Mungkin ada yang kita lupakan sebagai seorang anak. Kita mempunyai kewajiban yang benar-benar wajib dan itu kadang jadi hal sepele.
MEMBAHAGIAKAN ORANGTUA.

Membahagiakan orangtua bukan hanya dengan membuat mereka tertawa atau menjadi anak yang baik. Lebih dari itu, membuat mereka bahagia dengan rasa bangga karena memiliki seorang anak yang memang patut untuk dibanggakan.
Membahagiakan orangtua bukan hanya dengan mendapatkan pekerjaan, tapi juga dapat meyakinkan orangtua bila anaknya akan hidup dengan baik saat mereka tak ada.
Membahagiakan orangtua bukan hanya tamat dan diwisudakan, tapi lebih dari itu dapat mencapai hasil akhir dengan menyelesaikan setiap tantangan yang harus dihadapi.

Membahagiakan orangtua bukan hanya membuat mereka hidup berkecukupan, tapi mencukupkan mereka dengan luapan kasih sayang dari kita anak-anaknya.


*FAMILY*

Father and Mother, I Love You.
Thank you because I'm here now.
You both give me everything.
Make me smile when I crying.
Always pray to me, always tell my name to God.

Thank you,
because you all never give up to me.
You both fighting for me,
and tired because of me.
You both never realize how much you need sleep and eat.
Just care about my life.

I LOVE YOU
I LOVE FATHER
I LOVE MOTHER .
<3

I will make you both proud of me and always have pleasure.
I'm promise.

*Tisu mana tisu ...
Jadi nangis deh :'(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.