MANISNYA HIDUP HANYA KITA YANG MENENTUKANNYA

ABABIL. that's mean is ABG Labil. Hahahaha, terima kasih untuk orang-orang/ para remaja di luar sana yang dengan peluhnya menciptakan istilah satu itu.
Sekarang lagi nge-trend bahasa begituan, dan tak dipungkiri bahwa kadang aku menggunakan bahasa seperti itu.
Singkatnya, bahasa itu telah memberi warna baru untuk para muda di muka dunia ini (terutama tempatku menghela napas ini).

Aku masih mengingat-ingat kata-kata yang sekarang lagi nge-in . tapi sepertinya agak susah buatku yang sekarang mulai melemah ingatannya. Tapi tak apalah, semoga kata-kata itu bukan hanya menambah warna, tapi keceriaan dalam setiap kata yang tersambung ::)

Begitu banyaknya warna dalam hidup ini, tapi sayang aku tak bisa membalur semua warna itu dalam setiap lembar kehidupanku seiring berjalannya waktu. Aku menjadi tua, rapuh dan akan kehilangan tenaga. Bahkan warna dan cahaya silauku akan redup tanpa sepengetahuan diriku ini.

Mungkin semua orang, tak terkecuali diriku, takut akan datangnya hari tua.

Yah, sekarang aku bukan lagi anak SMA yang bisa ngalor ngidul seenaknya saat ke sekolah, ke kantin, atau saat pulang sekolah. Sekarang aku harus menentukan nasibku ke depannya, dengan penuh derai air mata dan goresan sakit di batin ini. Rasanya  benar-benar menapaki gunung terjal tanpa memakai alas kaki.

Dulu, aku masih tenang-tenang saja saat 'melamar' di SMA. Aku menganggap semua itu hal yang mudah untuk ku lewati dan aku yakin semua berjalan dengan baik.
Ya, saat itu memang berjalan dengan baik. Sesuai pemikiran anak umur14 tahun yang beranjak menuju sekolah dan hal-hal baru yang akan mengubah segala yang kekanakan dalam diri tersebut.

Hal-hal berbeda, ketika diriku nantinya akan bertubrukan dengan cinta. Akan mulai merasakan bagaimana hebatnya sahabat-sahabat, berartinya ilmu dari para guru dan betapa bodohnya diriku yang rela menangis atas lelaki tak berperasaan. Semua itu kadang membuatku dewasa, tapi lebih membuatku menjadi menyadari arti Ketidakabadian di dunia ini. Semuanya menjadi jelas terpampang di depan mata ini.

MANISNYA HIDUP HANYA KITA YANG MENENTUKANNYA

Sedikit cerita tentang bagaimana aku harus berusaha untuk hanya mendaftarkan diri di perguruan tinggi pilihanku (dan beribu-ribu orang di tempatku saat ini)

Awalnya aku dinyatakan tak lulus dari Ujian Tertulis SNMPTN dan akupun memilih untuk mengikuti Ujian Tertulis Mandiri Universitas Nusa Cendana.

Tapi,
semua peluh dan keringat itu aku keluarkan saat mulai membayar.
Hari Sabtu Mama-ku menyuruhku membayar di bank BRI yang notabene menjadi tempat mentranfer uang pendaftaran. Padahal jelas-jelas hari Sabtu itu bank pada tutup -_________________-

Lalu dua hari berikutnya aku pergi membayar lagi, di Bank BRI yang ada di kampus, dan .... mamma mia !!! Pada banjir manusia di tempat itu! Benar-benar tak di sangka, baru jam 7 pagi dan sudah begitu banyak orang di depan Bank, padahal Bank buka jam 8.

Desak-desakan + antri-antrian + panas-panasan & kehabisan napas pun kami lewati untuk mendapatkan bukti pembayaran dari bank itu. Wahhh, tak disangka perjuangan ini benar-benar memakan waktu dan tenaga. Apalagi cuacanya begitu panas, serasa hampir tenggelam dalam lautan manusia di sana.

Tapi untungnya kesabaranku membuahkan hasil. Aku berhasil mendapatkan bukti pembayaran setelah menunggu selama lebih kurang 6 jam!!!!
That's a SURVIVE :D

Hari Selasa...
Antri di Pusat Komunikasi yang sama halnya dengan di Bank kemarin.
Tapi kali ini tak banyak membuahkan hasil. Aku datang saat petugas SPK Pusat Komputer mengatakan bahwa yang baru mendaftarkan nama pukul 8 dan seterusnya (termasuk saya) harap pulang dan mendaftar pada hari esok.
Sontak aku menjadi lesu dan tak bersemangat untuk menatap begitu banyak cowok kece di sana. Belum waktunya untuk bernapas lega.

Pulang dengan tangan hampa, melewati jalan yang bahkan ditempuh lebih dari 20 menit dan terkantuk-kantuk di dalam bemo (sebutan angkutan kota). Perjuangan yang tak singkat, karna keesokan harinya pun (tepatnya hari ini) aku melanjutkan kebiasaanku datan ke Undana dan berbaur dengan semua orang yang ada di sana, di depan Pusat Komputer.

Tapi untungnya aku masih bisa bertahan dan selesai mendaftarkan diri.
Ya! Semuanya karena Tuhan Yesus-ku yang begitu baik dan memberikan banyak anugerah terindah dalam hidupku, yang meskipun harus dilewati dengan kepahitan dahulu, tapi berbuah hasil :)

Aku harus berusaha untuk ujian nanti. Semoga ada kemudahan dalam setiap rencana Tuhan dalam hidupku. Aminn

*end*

Mandiri. Aku selalu memikirkan hal itu di sela-sela pikiranku yang selalu menerawang. Aku tak ingin selalu menyusahkan sang Ayah dan Ibu yang lebih pusing memikirkan jalan hidupku dibanding diriku sendiri. Mereka begitu banyak berkorban hingga airmata pun tak sanggup membuat hal tersebut menjadi lebih berarti.

Perjuangan orang tua untuk hidup anaknya memang tak diragukan lagi. Begitu sangat amat berarti di muka bumi ini. Bagaikan angin sejuk pembawa oksigen yang bisa dihirup dengan gampang oleh mereka yang bernapas.

Aku memang sudah banyak menyusahkan orang tuaku. Begitu banyak yang aku hambur-hamburkan untuk kesenangan dan kepentinganku tanpa melihat sisi buruk dari itu semua.
Akankah aku selalu begini tanpa orangtuaku nanti? Bagaimana kalau aku mandiri saja.. Berusaha untuk tak tergantung pada sang orangtua yang berperan penting dalam hidupku ?

Tapi sepertinya ini belum saatnya.
terlalu berat bagiku untuk meninggalkan orangtuaku dan menjadi mandiri seperti yang ku mau.
aku masih bau kencur, belum mengenal dunia ini. Karena itu, aku diberi kesempatan saat ini untuk mengenal dunia dari sisi berbeda, bukan hanya yang baik tapi yang terburuk sekalipun.

"Ya Tuhan Maha Pengasih dan Maha Kuasa
Hamba mohon perlindunganmu untuk orang tua hamba,
berikan mereka kesehatan dan keselamatan,
berkat dalam setiap helaan napas mereka.
Berikan kesabaran dalam mendidik kami anak-anak mereka
dan kekuatan dalam menjalani pekerjaan..
Hanya pada-Mu hamba memohon umur panjang orangtua hamba.
Lindungi saudara-saudara hamba yang bersama hamba dalam sedih dan tawa,
mereka harta berharga buat hamba.
Terima Kasih Ya Allah Maha Murah dengan penuh Kasih Setia...
Aminn"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.