Be Positive
Kupang panas poll !!!
Hehehe
Sekarang aku benar-benar menyerah dengan panas kota Kupang. Emang kebangetan deh panasnya.
Tapi aku tak ingin mengeluh hanya karena panas ini, well Tuhan sudah memberikan panas dan nantinya Tuhan akan memberikan hujan. Kita cukup menerimanya saja, karena ada saatnya kita butuh hujan tapi kita tak menyadarinya dan butuh panas tapi kita malah mengeluhkannya.
Semuanya kembali lagi ke diri kita. Kalau kita menghargai dan menerima pemberian Tuhan dengan rasa senang tanpa keluhan, semua yang panas jadi serasa sejuk-sejuk saja :D
Tapi namanya manusia, kalo gak mengeluh itu bukan manusia kali yaa ...
Hari ini tak kuliah. Sabtu itu surga buatku, tapi tak semua Sabtu juga sih. Hari ini bisa bangun lebih telat dari biasanya, karena emang gak punya waktu bangun lebih telat lagi kalo di hari biasa.
Dan tak terlalu ingin memikirkan tugas-tugas yang diberikan para dosen, jadi hari ini hanya menghadap laptop dan berkutat dengan social media-ku . Yuhhhuuuuy :)
Semakin beradu dengan laptop dan akun-akunku, semakin aku jadi bosan. Tak dapat melakukan hal lain dan hanya duduk terpaku itu menyebalkan juga ternyata.
Belum lagi pikiranku melayang kepada Mama dan adik-adikku yang besok akan piknik ke laut Oetune. Jadi ingin menangis karena aku juga berencana ikut, dan itu telah aku katakan sejak berminggu-minggu yang lalu. Tapi aku tak boleh mengeluh, masih ada hari lain dan aku masih bisa pergi ke sana.
Aku dan teman-teman pemuda yang lain di rayon kami (Rayon 22 Jemaat Imanuel Oepura - Kupang) bertekad untuk ikut menari Ja'i. Seperti yang sudah aku jelaskan di postingan yang lalu, kami akan menari tarian tradisional itu dalam ajang perlombaan.
Tapi persiapannya belum rampung, malah kami terkesan belum menyiapkan apapun. Belum lagi gerakan-gerakan yang harus dihafalkan dan ditarikan itu tak mudah, kami harus berkoordinasi dengan baik.
Well, dengan ingatanku yang lemah ini, aku tak yakin dapat menari dengan baik. Tubuhku tak lentur dan jari-jariku tak lentik, aku bukan kriteria penari.
Tapi mau apa lagi, kami sudah memiliki ambisi untuk bisa menari dengan sebaik-baiknya. Kami berharap orang yang men-judge bahwa kami hanya mengacau itu akan terpana dan kami akan membuktikan bahwa kami bisa melakukan lebih baik dari yang dia lakukan.
Aku jadi tersadar, kata-kata tajam dan menyakitkan yang diucapkan seseorang bisa menjadi motivasi besar dan dorongan untuk kita berusaha.
Bila ada seseorang yang mengatai kita dengan kata-kata yang menyakitkan, kita ambil positifnya saja. Dengan begitu kita dapat lebih baik dari mereka yang telah mengatai kita baik secara langsung maupun dari belakang kita.
Oke, untuk kita semua yang tengah berjuang untuk membuktikan pada orang yang meremehkan kita bahwa kita bisa, mari sama-sama berusaha! Fighting ~
Terkadang kita tak menyadari bahwa kekuatan yang kita miliki jauh lebih besar dari yang kita bayangkan...
Be positive,
Be yourself :)
God Bless ....
Bye
Hehehe
Sekarang aku benar-benar menyerah dengan panas kota Kupang. Emang kebangetan deh panasnya.
Tapi aku tak ingin mengeluh hanya karena panas ini, well Tuhan sudah memberikan panas dan nantinya Tuhan akan memberikan hujan. Kita cukup menerimanya saja, karena ada saatnya kita butuh hujan tapi kita tak menyadarinya dan butuh panas tapi kita malah mengeluhkannya.
Semuanya kembali lagi ke diri kita. Kalau kita menghargai dan menerima pemberian Tuhan dengan rasa senang tanpa keluhan, semua yang panas jadi serasa sejuk-sejuk saja :D
Tapi namanya manusia, kalo gak mengeluh itu bukan manusia kali yaa ...
Hari ini tak kuliah. Sabtu itu surga buatku, tapi tak semua Sabtu juga sih. Hari ini bisa bangun lebih telat dari biasanya, karena emang gak punya waktu bangun lebih telat lagi kalo di hari biasa.
Dan tak terlalu ingin memikirkan tugas-tugas yang diberikan para dosen, jadi hari ini hanya menghadap laptop dan berkutat dengan social media-ku . Yuhhhuuuuy :)
Semakin beradu dengan laptop dan akun-akunku, semakin aku jadi bosan. Tak dapat melakukan hal lain dan hanya duduk terpaku itu menyebalkan juga ternyata.
Belum lagi pikiranku melayang kepada Mama dan adik-adikku yang besok akan piknik ke laut Oetune. Jadi ingin menangis karena aku juga berencana ikut, dan itu telah aku katakan sejak berminggu-minggu yang lalu. Tapi aku tak boleh mengeluh, masih ada hari lain dan aku masih bisa pergi ke sana.
Aku dan teman-teman pemuda yang lain di rayon kami (Rayon 22 Jemaat Imanuel Oepura - Kupang) bertekad untuk ikut menari Ja'i. Seperti yang sudah aku jelaskan di postingan yang lalu, kami akan menari tarian tradisional itu dalam ajang perlombaan.
Tapi persiapannya belum rampung, malah kami terkesan belum menyiapkan apapun. Belum lagi gerakan-gerakan yang harus dihafalkan dan ditarikan itu tak mudah, kami harus berkoordinasi dengan baik.
Well, dengan ingatanku yang lemah ini, aku tak yakin dapat menari dengan baik. Tubuhku tak lentur dan jari-jariku tak lentik, aku bukan kriteria penari.
Tapi mau apa lagi, kami sudah memiliki ambisi untuk bisa menari dengan sebaik-baiknya. Kami berharap orang yang men-judge bahwa kami hanya mengacau itu akan terpana dan kami akan membuktikan bahwa kami bisa melakukan lebih baik dari yang dia lakukan.
Aku jadi tersadar, kata-kata tajam dan menyakitkan yang diucapkan seseorang bisa menjadi motivasi besar dan dorongan untuk kita berusaha.
Bila ada seseorang yang mengatai kita dengan kata-kata yang menyakitkan, kita ambil positifnya saja. Dengan begitu kita dapat lebih baik dari mereka yang telah mengatai kita baik secara langsung maupun dari belakang kita.
Oke, untuk kita semua yang tengah berjuang untuk membuktikan pada orang yang meremehkan kita bahwa kita bisa, mari sama-sama berusaha! Fighting ~
Terkadang kita tak menyadari bahwa kekuatan yang kita miliki jauh lebih besar dari yang kita bayangkan...
Be positive,
Be yourself :)
God Bless ....
Bye
Komentar
Posting Komentar