Ini Kisahku: Batman Sang Superhero

Ini kisahku...

Tak ada yang mendengar tangisanku, walau aku terus meraung menandakan sakit yang begitu sangat.
Tak ada yang menoleh melihatku, ketika dengan keras aku tersungkur jatuh karena goyah yang melingkupi rangka tulang-tulangku.
Tak ada yang membelai tubuhku lembut, laksana angin segar saat kau merasa begitu tersiksa dan terikat tak terlepas.
Tak ada yang bertanya: "kenapa?" karena mereka begitu sibuk dengan kesibukan itu sendiri.

Aku terlalu lelah untuk sekedar angkat suara, menceritakan kisahku yang kini semakin buram. Buram seperti pandangan mataku bila tak memakai kacamata. Lelah, yang berarti aku tidak ingin melakukan apapun karena aku terlalu lemah dalam satu helaan napas saja.

Kenapa lelah ini tak kian pergi?
Kenapa datangnya lama sekali? Padahal, aku menunggu hingga berjuta detik lama, memejamkan mata dan mengusir lelah ini. Tapi dia tak tahu diri! Dia tak mau sirna.. Bahkan datangnya lebih kejam lagi dari pada yang sudah-sudah.
Apa aku terlalu mudah dikuasai? Apa aku terlampau lemah untuk Si Lelah itu?

Suatu hari aku melihat secercah harapan. Penyemangatku. Pengusir Lelahku.
Entahlah, aku memanggilnya Batman. Sang Superhero, dengan jubah hitam dan pekat bak kegelapan malam, aku terlampau senang dengan antiseptik anti lelahku itu :)
Aku bangga mengenal dia. Setiap malam, setiap detik, pandangan ku berisi dirinya, teks pesan darinya dan bahkan suaranya. Padahal pertemuan kami singkat. Menandakan aku jatuh hati dengan semudah itu. Mungkin ini sebabnya Si Lelah tak mau hilang.

Day by day. Haru Haru. Hari Demi Hari.
Semua terlewati dengan senyum semangat kami berdua. Wah! Lelah pergi! :)
Senyum ini muncul lagi. Batman memang hebat. Inikah rasanya kehilangan pekatnya rasa lelah dan beban di pundak? Semua ringan. Aku seperti di awang-awang... terlampau ringan, entah kekuatan gravitasi yang melemah, ataukah diriku yang kehilangan massa-nya.
Bagaimanapun Batman milikku. Aku tak akan melepasnya, aku terlalu betah dengan senyuman yang memanjakan diriku ini, terlalu menyenangkan.

Tapi...
Apa ini?
Kami telah lama bersama.
Kami telah saling memiliki.
Batman tidak akan pergi begitu saja, walaupun dia harus.
Dan aku tahu, genggamanku harus mengendor suatu saat nanti. Dia memang bukan milikku seutuhnya. Batman bukan milikku seorang, dia punya kepentingan yang harus diselesaikan, yang berarti aku harus rela memberikan segenap janji kami bersama untuk kepentingan itu.
Dan aku melepaskan bertualang...

Bukan berarti Lelah pun pergi selamanya. Lelah kembali menguasaiku.
Kali ini Si Lelah lebih ganas, dia lebih agresif menyerangku. Lelah ini menyebabkan airmata, menyebabkan sakit tak tertahan di dada ini. Lelah yang begitu menyiksa. Lelah merengkuhku lagi.
Kali ini aku sulit menguasai diri. Aku lebih banyak terpuruk dan menyerah akan lelahnya tangisan dan kesepian. Aku dibebani lebih banyak pikiran dan rasa kalut. Aku, tanpa superhero-ku. Dan kali ini aku benar-benar tersiksa.

Namun perlahan aku sadar, ini lelah yang lain.
Lelah yang muncul ketika Batman sibuk dengan kesibukannya.
Lelah yang muncul ketika dia tidak bersamaku.
Ketika kesibukannya lebih menyita waktunya sehingga dia tak ada waktu untukku.
Ini lelah dari Sang Batman!
Aku kalah K.O lagi! Tapi bukan dari lawan yang sama. Aku benar-benar diserang telak oleh orang yang kukira pelindungku. Dia yang membuat airmata ini terus mengalir tiap malam, yang menyebabkan diriku goyah dan merasa tak berdaya. Dia, yang akhirnya membalikkan tubuh dan tersisa punggungnya, yang artinya dia lebih memilih meninggalkanku dan memulai kesibukannya yang lain. Dia tidak melindungiku, dia hanya berusaha menguatkanku, dan kemudian berlalu.

Kenapa?
Kenapa sekarang?
Kenapa sekarang baru kurasa?

Bila lelah yang sekarang lebih ganas dari lelah yang dahulu-dahulu datang menyiksa, apa jadinya aku sekarang?
Aku terlalu bergantung pada orang yang ternyata memberikan kekuatan semua.
Aku tidak berjalan sendiri, aku tergopoh-gopoh bersamanya. Hingga dia benci tingkahku. Dan memilih menghindariku.

Dia pergi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.