Stronger Than Before (With Backsound: Anugerah Terindah - Sheila On 7)


Sempurnanya malam ini adalah karena kehadiranmu, yang memberi lebih banyak arti untuk aku tersenyum saat ini. Bahkan akan terpancar kala aku tertidur nanti. Senyum kebahagiaan. Tanda aku bahagia kini.
Lepas dari every little pain, I was stronger today and till tomorrow.
Bahkan aku tak menyesali keputusan pahit yang pernah kuambil dulu, yang sulit diterima orang lain selain aku dan mereka berusaha meluruskan pemikiranku yang sudah lurus tentang arti bahagianya diriku. Inilah yang kadang dinasihatkan orang bijak, dengarkan kata hatimu, bukan mereka.

Kebahagiaan memang seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami, terlalu susah, namun sangat berharga. Aku mencoba berpikir lebih positif ke depannya, mengubah pola pikirku mengenai bagaimana harus bersikap untuk meraih bahagia. Semuanya tergantung waktu, dan pilihanku. Aku tak ingin terlarut dalam mencari kebahagiaan, karena saat aku sibuk mencarinya, aku akan melewatkan kebahagiaan yang sebenarnya sudah di depan mata.
Aku ingin menciptakan kebahagiaan sendiri. Untukku, untuk kita.
Berusaha sebisa mungkin menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran dan menaruhkan masa depan pada itikad sekarang yang harus dilalui dengan keseriusan, bukan semata untuk dipandang baik oleh orang lain. Biarlah jadi dibenci orang, namun bahagia, ketimbang munafik dan dikhianati nantinya.

Aku ingin bahagia ini dia rasakan juga, bukan hanya karena dia telah memilihku, namun sepenuhnya karena diriku apa adanya. Bukan karena aku berusaha memberi limpahan senyum, tapi bagaimana setiap duka yang kusembunyikan turut dia terima dan mengerti. Aku ingin, bahkan di sela-sela waktu tidurku, dia menenangkanku melalui badai. Terpaan demi terpaan yang hingga kini kuhadapi sendiri, ingin kubagi dengannya, bukan untuk menanggung bersama, tapi untuk dimengertinya bahwa aku pernah merasakan hal terburuk dalam hidup, dan aku bahagia dia menjadi salah satu sumber kuatku.

Aku ingin memberikan penghargaan sebegitu macam, yang membuatnya bangga dengan keberadaan dirinya, yang memberiku motivasi untuk bahagia, yang mendorongku melakukan yang baik untuk yang terbaik, dan mencoba seterbuka mungkin menyangkut apa yang kuhadapi. Penghargaan yang kutuangkan dalam setiap kata cinta tanpa pamrih, ingin kutorehkan di setiap detik dia melangkah dan mengingatkan dirinya akan kebahagiaan bersamaku.

Semoga segalanya adalah awal yang baik, tidak ada kata terlambat, aku hanya ingin semuanya terlanjur.
Terlanjur banyak kumencintaimu,
terlanjur besar bahagia yang ku empunya bersamamu,
terlanjur nyaman hatiku padamu,
terlanjur aku terpaut hanya untukmu.

Bahwa yang terbaik adalah yang datang kemudian, setelah torehan sakit menyayat dan meninggalkan luka yang tak bisa disembuhkan, tapi dapat dimurnikan dengan sentuhan hangat yang tak diragukan. Alangkah lebih baiknya aku terlanjur melupakan luka itu, dan menata masaku denganmu, melihat ke segala arah hidup dan mensyukuri betapa aku menyayangimu dan tak ingin melepas setiap senandung yang kita mainkan kala dibuai asmara.

Sekian.
Dari meja belajarku, untukmu anugerah terindah di antara reruntuhan kiln yang masih berdiri tegak di pabriknya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.