AGONY
Katakanlah banyak orang di luar sana yang tertarik akan kehidupan pribadimu, sehingga tak sedikit dari mereka menjadi stalker dan berlaku sok memiliki kepentingan denganmu yang mana kamu sendiri tidak mengenal mereka dan tiba-tiba banyak kata-kata tak menyenangkan keluar dari mulut mereka hanya karena mereka telah sedikit men-stalk dirimu di media sosial yang lebih banyak fake daripada fact.
Sebenarnya tak masalah dengan keberadaan para stalker. Hanya saja sangat disayangkan bagi mereka yang lebih banyak punya waktu untuk menghakimi dari satu sisi saja. Sudut pandang mereka seperti terstruktur untuk mencari lebih banyak kesalahan dan kesedihan kita di dunia maya supaya dapat dijadikan suatu bahan baru bagi mereka berkreasi mengungkap materi-materi yang telah mereka kumpulkan tentang kita. Selayaknya penelitian, kita telah diobservasi oleh mereka. Hanya tinggal bagaimana mereka menganalisanya, kalau pake cara abal-abal yah hasilnya tidak akan benar dong.
Just to share, saya belum tidur sampai pukul 04.07 dini hari. Tidak banyak yang saya pikirkan belakangan ini karena lebih berkutat pada penelitian saya dan bagaimana saya harus menyelesaikannya sesuai target nantinya. Tapi insomnia melanda di tengah-tengah pemikiran saya untuk memenuhi target. Yup, memang saya belum sepenuhnya melaksanakan yang telah saya rencanakan, karena begitu banyak kewajiban dan saya pun harus memenuhinya. Kali ini saya benar-benar ingin memfokuskan diri akan satu hal tersebut. Menjadi prioritas pertama dan utama untuk saya.
Jadi ceritanya postingan ini saya tulis di kala insom melanda ditemani suara kokokan ayam di luar sana dan menjelang matahari terbit.
Kali ini cukup dengan menceritakan pengalaman saya berkelana ke lokasi penelitian, yang sebenarnya tidak jauh namun medannya lumayan berliku-liku. Sebelum itu, saya harus disibukkan dengan birokrasi dan administrasi yang bagi saya cukup terbelit-belit di salah satu instansi yang membuat saya menghabiskan lebih banyak waktu hanya untuk sehelai surat dan itu memang sedikit menguras kesabaran.
Selanjutnya saya harus mewawancarai beberapa narasumber atau responden kunci yang luar biasa dan saya sangat sangat sangat bangga dan merasa menambah wawasan dengan mewawancarai narasumber tersebut. Total 5 hari saya berkelana untuk wawancara dan mengurus surat. Kendala hanya pada waktu yang tidak tepat di mana ada beberapa responden yang memiliki kepentingan yang tidak dapat diganggu sehingga saya tidak dapat mewawancara.
Tersisa 1 responden lagi dan saya benar-benar berharap hari Senin adalah hari terakhir saya untuk wawancara.
Hal-hal tersebut menyenangkan bagi saya sampai saya sempat berpikir kenapa saya tak menjadi reporter atau wartawan saja. Hehe.
Selanjutnya bisa dibilang saya punya cukup waktu melihat-lihat socmed saya (minus Facebook karena saya sudah menonaktifkannya). Cukup mengejutkan karena selain Facebook, tidak banyak teman saya yang aktif socmed lainnya dan kadang saya merasa saya kuper. Haha. Twitter saya sepi, Instagram tidak banyak teman yang punya, Path udah saya uninstall, Snapchat banyakan add selebgram dan sebagainya. Saya menonaktifkan Facebook dengan beberapa alasan, salah satunya seperti yang saya singgung di awal postingan ini. Tapi tidak menutup kemungkinan saya akan mengaktifkannya lagi. Hanya saja untuk sekarang saya merasa kurang senang dengan Facebook.
Untuk chatting pun saya tidak terlalu banyak menggunakan selain BBM. Whatsapp sudah saya uninstall juga, Line cuman supaya bisa baca Webtoon, SMS pun sekarang jarang karena gak puna pulsa dan saya punya 3 nomor sekarang yang entahlah gak rela ganti nomor lagi walaupun mahal-mahal semua kalo mau diapa-apain ni nomor. Jadi setia saja.
So, apa yang saya lakukan dengan smartphone saya??
1. Baca webtoon
2. Cuci mata di olshop
3. Dengar lagu
4. Edit foto
5. Kadang internetan.
Sebatas itu doang dan gak banyak hal saya lakukan sama smartphone ini. Gile........
Well waktu udah hampir setengah 5 pagi dan saya harus tidur sebelum emak bangun ngamuk-ngamuk liatin saya masih duduk manis di sofa ruang tengah.
Obrigado.
Adios~
Sebenarnya tak masalah dengan keberadaan para stalker. Hanya saja sangat disayangkan bagi mereka yang lebih banyak punya waktu untuk menghakimi dari satu sisi saja. Sudut pandang mereka seperti terstruktur untuk mencari lebih banyak kesalahan dan kesedihan kita di dunia maya supaya dapat dijadikan suatu bahan baru bagi mereka berkreasi mengungkap materi-materi yang telah mereka kumpulkan tentang kita. Selayaknya penelitian, kita telah diobservasi oleh mereka. Hanya tinggal bagaimana mereka menganalisanya, kalau pake cara abal-abal yah hasilnya tidak akan benar dong.
Just to share, saya belum tidur sampai pukul 04.07 dini hari. Tidak banyak yang saya pikirkan belakangan ini karena lebih berkutat pada penelitian saya dan bagaimana saya harus menyelesaikannya sesuai target nantinya. Tapi insomnia melanda di tengah-tengah pemikiran saya untuk memenuhi target. Yup, memang saya belum sepenuhnya melaksanakan yang telah saya rencanakan, karena begitu banyak kewajiban dan saya pun harus memenuhinya. Kali ini saya benar-benar ingin memfokuskan diri akan satu hal tersebut. Menjadi prioritas pertama dan utama untuk saya.
Jadi ceritanya postingan ini saya tulis di kala insom melanda ditemani suara kokokan ayam di luar sana dan menjelang matahari terbit.
Kali ini cukup dengan menceritakan pengalaman saya berkelana ke lokasi penelitian, yang sebenarnya tidak jauh namun medannya lumayan berliku-liku. Sebelum itu, saya harus disibukkan dengan birokrasi dan administrasi yang bagi saya cukup terbelit-belit di salah satu instansi yang membuat saya menghabiskan lebih banyak waktu hanya untuk sehelai surat dan itu memang sedikit menguras kesabaran.
Selanjutnya saya harus mewawancarai beberapa narasumber atau responden kunci yang luar biasa dan saya sangat sangat sangat bangga dan merasa menambah wawasan dengan mewawancarai narasumber tersebut. Total 5 hari saya berkelana untuk wawancara dan mengurus surat. Kendala hanya pada waktu yang tidak tepat di mana ada beberapa responden yang memiliki kepentingan yang tidak dapat diganggu sehingga saya tidak dapat mewawancara.
Tersisa 1 responden lagi dan saya benar-benar berharap hari Senin adalah hari terakhir saya untuk wawancara.
Hal-hal tersebut menyenangkan bagi saya sampai saya sempat berpikir kenapa saya tak menjadi reporter atau wartawan saja. Hehe.
Selanjutnya bisa dibilang saya punya cukup waktu melihat-lihat socmed saya (minus Facebook karena saya sudah menonaktifkannya). Cukup mengejutkan karena selain Facebook, tidak banyak teman saya yang aktif socmed lainnya dan kadang saya merasa saya kuper. Haha. Twitter saya sepi, Instagram tidak banyak teman yang punya, Path udah saya uninstall, Snapchat banyakan add selebgram dan sebagainya. Saya menonaktifkan Facebook dengan beberapa alasan, salah satunya seperti yang saya singgung di awal postingan ini. Tapi tidak menutup kemungkinan saya akan mengaktifkannya lagi. Hanya saja untuk sekarang saya merasa kurang senang dengan Facebook.
Untuk chatting pun saya tidak terlalu banyak menggunakan selain BBM. Whatsapp sudah saya uninstall juga, Line cuman supaya bisa baca Webtoon, SMS pun sekarang jarang karena gak puna pulsa dan saya punya 3 nomor sekarang yang entahlah gak rela ganti nomor lagi walaupun mahal-mahal semua kalo mau diapa-apain ni nomor. Jadi setia saja.
So, apa yang saya lakukan dengan smartphone saya??
1. Baca webtoon
2. Cuci mata di olshop
3. Dengar lagu
4. Edit foto
5. Kadang internetan.
Sebatas itu doang dan gak banyak hal saya lakukan sama smartphone ini. Gile........
Well waktu udah hampir setengah 5 pagi dan saya harus tidur sebelum emak bangun ngamuk-ngamuk liatin saya masih duduk manis di sofa ruang tengah.
Obrigado.
Adios~
Komentar
Posting Komentar