Aku Kembali

Source: private collection

Kembali lagi.
Sore ini, dengan rintikkan hujan yang telah menjadi genangan, dan riuh orang yang makin banyak berlalu lalang. Lalu aku, yang diam terpaku dalam dekap sunyi ini.

Kembali lagi.
Pikiran itu datang. Bukan menghantui, hanya menemani. Ketika dibuatku melanglang mengisah tentang yang menyenangkan, dan menyisa yang tidak ingin dikenangkan. Hey, menghindarkah kau dariku?
Akan kucintai tanpa bicara.

Kalau saja kau kembali.
Bukan seperti hujan, yang walau dahsyat amukannya hingga membasah dan membanjir, tetap saja turun.

Aku kembali lagi.
Untuk yang terakhir, karena senyum keikhlasan kiranya turut dari wajahmu, atau dari kata-kata itu.

Lalu aku kembali lagi.
Bukan kembali padamu, tapi kembali pada jalanku sebelum kamu.
Ya, sebelum kamu berdiri dan sebelum melewatimu.

Artinya?

Aku hanya ingin kembali ke masa seperti belum mengetahuimu. 
Belum mengenalmu, dan menangisimu.

Kembali lagi.
Kembali pada kata-kata itu. 
Biarlah yang pergi terus pergi, dan relakan. 
Sebegitukah kamu merelakan?
Dan aku terserah.

Akhirnya, ketika hujan menggenang ditambah malam menjelang,
aku titipkan rindu untuk kisah ini,
dan aku mulai melangkah mundur. 

Kembali. 

Kembali. 

Melewatimu. 

Memijaki dunia tanpamu.

Itu saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.