Musuh (Jarak + Waktu)

Hati ini beku saat akhirnya semua berakhir
Runtuh sudah harapan yang sudah ku bangun sekian lama...
Hanya ada satu alasan : jarak...

Menghilang sudah dirinya yang lama kunanti
Bukan hanya hilang, semunya lenyap tak bersisa
Hidup ini adil...
Adil bagi setiap kekejaman
Adil untuk semua luka yag berbekas ini...

Jarak dan waktu adalah musuh terbesar dalam hidup ini
Duka lara masih menjadi teman dalam penantian...
Tapi musuh selalu mengintai untuk merenggut sejuta suka ini...

Tanpa sadar akhirnya kuterima hadiah dari Sang Waktu
Istimewa dan berharga, itu hadiah terindah...
Dan waktu memberi kesempatan diriku untuk menikmati kado itu
Sebelum akhirnya dia membuka rajutan luka yang telah lama terpendam...


Puisi ini aku buat saat aku benar-benar stress dan tertekan dengan jalan cerita hidupku. kalau tak salah saat aku 16tahun (kelas 2 SMA).
Saat itu aku marah, kesal dan jengkel karena nasib tak berpihak pada diriku.
orang yang kusukai pergi jauh, untuk melanjutkan kuliahnya dan aku tak mungkin bisa menatapnya lagi (dulu kami tak saling kenal, saling tegurpun sama sekali tidak!)

Lalu, setelah dia sudah jauh di sana ... ada seseorang baik hati yang menghampiriku dan saat itu aku benar-benar bahagia . Tapi itu tak berlangsung lama.
Intinya, jalan cerita hidupku ini gak Happy End seperti yang aku bayangkan :(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.