Dear Bastard !
Hilang sudah rasa kepercayaan diriku, ditelan rasa benci dan
dendam mendalam yang semuanya itu terlanjur timbul karena satu sosok yang
dahulu sangat mendebarkan hati dan pikiran ini.
Dia hanya bagian kelam masa hidupku sekarang ini, yang
selalu dan tak henti-hentinya menanamkan luka penuh kesakitan dalam setiap
jengkal hidup dan jiwa ini.
Bagaimana tidak, dirinya yang kucintai dan telah membuatku
berusaha melakukan apa saja untuknya, ternyata malah meninggalkanku seperti
seonggok daun kering yang tak hidup lagi.
Bagaimana tidak, dia tak pernah lagi menunjukkan
ketulusannya dalam mencintai diriku, atau kasih sayangnya dalam menuturkan
kata-kata padaku.
Hanya menyisakan luka dan sakit tak ada taranya. Membuatku
seakan tak berarti dan seperti sesuatu yang ditelantarkan dan tak dibutuhkan
lagi.
Aku memang telah berharap pada orang yang salah, dan baru
kusadari pada akhirnya bahwa ternyata aku telah salah memilih orang untuk
mendampingiku.
Telah kutaruh harapan, bahwa kelak kami akan menjadi pasangan yang paling bahagia di muka bumi, bertebaran dengan kasih setia yang memperkokoh percintaan ini.
SETIA?
Aku tak merasa bahwa satu sama lain dari kami telah berlaku setia untuk pasangan kami.
Dia menduakan diriku.
Dan bahkan aku mengetahui itu sebelum dia mengatakannya padaku ...
Ingin rasanya ku tertawa di atas kebodohan dan kemunafikan yang telah dirancang begitu macam, dan kenapa tidak aku balas perbuatannya itu ?
Biar saja aku menanggung dosa atau apapun itu, yang aku ingin hanya kebahagiaan semata. Dan aku ingin diapun merasakan kebahagiaannya, dengan semua yang telah kuperbuat dan kuperjuangkan, ternyata semua tak membuahkan hasil.
Aku merana seorang diri, setiap har diliputi rasa benci yang makin dalam kala mengingat eratnya dia dengan sang selingkuhannya.
HELL YEAH !!!
ingin ku berteriak menyadarkan dirinya bahwa aku masih ada di dunia ini, masih butuh diperhatikan dan bukan disengsarakan seperti ini.
Aku memang terlalu sengsara berkat perbuatannya yang tak
menyenangkan. Aku menyerah dan memutuskan tak akan lagi mengganggu hidupnya
dengan sejuta keegoisanku.
Aku ingin memulai hari dan langkah baru, tanpa memikirkan dirinya lagi. Biarlah semua itu berlalu dan menjadi kenangan kelabu yang memang harus di tutup rapat, dan tak boleh di buka lagi, karena itu adalah kotak pandora yang diselimuti begitu banyak godaan , tapi isinya malah menimbulkan bencana tak terkira bagi dirimu sendiri.
Kuputuskan menghilang dari mukanya dan dari dunianya.
Biarlah dia merasakan kebebasan tiada tara tanpa terikat dengan diriku ini,
tanpa perlu dipenuhi pikiran untuk wajib mencintaiku ataupun wajib
memperhatikanku.
Aku tak berharap banyak darimu, brengsek !!!
Aku telah menemukan penggantimu yang ternyata lebih
menyenangkan darimu, lebih menyayangiku dan lebih membutuhkanku ...
Kurasa aku belum rela melepaskanmu, tapi lebih baik kau
terlepas segera, karena aku tak mau membebankanmu dengan segala hal yang demi
Tuhan tak kau lakukan dengan ketulusan hatimu.
Semoga di lain hari, diriku lebih bahagia dengan pilihanku ... aku hanya mengharapkah hal terbaik untuk hidupku.
GOODBYE MY PAST ...
Komentar
Posting Komentar