Aku Belok Kiri, Kau Belok Kanan
Sudah hampir sebulan setelah menjalani Ujian Nasional ...
Hari-hari yang terlewati terasa begitu cepat, tak dapat ditahan dan dihentikan walau dalam sedetik...
Kenangan-kenangan itu perlahan mulai pudar dengan semua kesibukan yang dijalani satu sama lainnya demi masa depan dan impian.
Aku hanya terpaku di tempatku dan bergumam : "Tak terasa yah, begitu cepatnya"
Kadang aku ingin mengisakkan perpisahan yang akan ditemukan di jalan ke depan saat kita menapaki hari-hari kita nanti, saat kita tahu bahwa pilihan kita membawa kita pada jalan yang berbeda, aku belok ke kiri dan kau belok ke kanan.
Teman,
waktu saat kita bersama terasa begitu berharga,
tak dapat dibeli dengan apapun...
hanya bisa menjadi kenangan dalam diri kita, yang nantinya mungkin akan kita ceritakan pada orang lain di kehidupan yang berbeda pula
bahwa kita pernah melewati begitu banyak waktu bersama, begitu banyak keadaan bersama dan begitu banyak kata-kata yang tak tertoreh dalam kertas apapun.
Hanya dengan memory yang tersimpan rapat dalam ruang hati paling dalam dan mengesankan bahwa setiap kenangan itu memang mempunyai kenangan tersendiri dalam hati itu.
Walaupun hati kita telah memiliki penghuni baru, tapi kenangan yang tercipta itu tetap tersimpan rapat dalam porsinya tersendiri...
Hari-hari yang kulewati tetap ku jalani sewajarnya,
seakan tak ada yang kurang dari perjalananku ini.
Padahal semua terasa pasti bahwa teman-temanku mulai menikung ke tujuan mereka masing-masing, dengan dan tanpa kusadari kuharus tapaki jalan tujuanku sendiri tanpa ditemani tawa teman-temanku lagi.
Gugup memang,
aku berusaha melewatinya dengan kakiku sendiri, dengan keberanianku sendiri.
Saat ku tolehkan kepala ke belakangku, semuanya mulai menghilang...
Hanya tersisa udara yang pernah kami hirup bersama, dan setelah itu aku tak melihat apapun.
Satu tarikan napas lagi, dan aku takkan merasa keberatan lagi bila mereka berjalan terpisah dariku.
Itu pilihan mereka, mereka melangkah pada sesuatu yang menarik perhatian mereka.
Yang berkilauan dan harus di raih.
Aku pun tak punya alasan kuat untuk menahan mereka. Mereka memang harus melangkah di jalan tersebut,
Pesanku pada mereka :
"Ingat bahwa kita berjalan dari garis START yang sama, dan kita menikmati perjalanan itu. Walau nanti garis FINISH yang kita kehendaki berbeda, itu bukan masalah untuk tetap menoleh melihat awal dari semua kisah kita"
AKU CINTA KALIAN, SELURUH SAHABATKU ...
Mungkin aku memang punya rasa dengki pada kalian.
Maklumilah karena manusia tak pernah luput dari itu semua...
Mohon maaf untuk teman yang sering aku buat kesal, yang aku musuhi dan kadang ku jelek-jelekkan ...
Terima kasih pula untuk teman-teman yang telah membuat seutas senyum di wajahku , bahkan memberikan tawa renyah di nafasku ...
Tak lupa terima kasih buat para OrangTua kami di sekolah :D
Wali kelas yang tak hentinya membimbing dan memberikan begitu banyak ceramah yang memberi warna tersendiri ...
I WILL ALWAYS LOVE YOU ...
<3 <3
Hari-hari yang terlewati terasa begitu cepat, tak dapat ditahan dan dihentikan walau dalam sedetik...
Kenangan-kenangan itu perlahan mulai pudar dengan semua kesibukan yang dijalani satu sama lainnya demi masa depan dan impian.
Aku hanya terpaku di tempatku dan bergumam : "Tak terasa yah, begitu cepatnya"
Kadang aku ingin mengisakkan perpisahan yang akan ditemukan di jalan ke depan saat kita menapaki hari-hari kita nanti, saat kita tahu bahwa pilihan kita membawa kita pada jalan yang berbeda, aku belok ke kiri dan kau belok ke kanan.
Teman,
waktu saat kita bersama terasa begitu berharga,
tak dapat dibeli dengan apapun...
hanya bisa menjadi kenangan dalam diri kita, yang nantinya mungkin akan kita ceritakan pada orang lain di kehidupan yang berbeda pula
bahwa kita pernah melewati begitu banyak waktu bersama, begitu banyak keadaan bersama dan begitu banyak kata-kata yang tak tertoreh dalam kertas apapun.
Hanya dengan memory yang tersimpan rapat dalam ruang hati paling dalam dan mengesankan bahwa setiap kenangan itu memang mempunyai kenangan tersendiri dalam hati itu.
Walaupun hati kita telah memiliki penghuni baru, tapi kenangan yang tercipta itu tetap tersimpan rapat dalam porsinya tersendiri...
Hari-hari yang kulewati tetap ku jalani sewajarnya,
seakan tak ada yang kurang dari perjalananku ini.
Padahal semua terasa pasti bahwa teman-temanku mulai menikung ke tujuan mereka masing-masing, dengan dan tanpa kusadari kuharus tapaki jalan tujuanku sendiri tanpa ditemani tawa teman-temanku lagi.
Gugup memang,
aku berusaha melewatinya dengan kakiku sendiri, dengan keberanianku sendiri.
Saat ku tolehkan kepala ke belakangku, semuanya mulai menghilang...
Hanya tersisa udara yang pernah kami hirup bersama, dan setelah itu aku tak melihat apapun.
Satu tarikan napas lagi, dan aku takkan merasa keberatan lagi bila mereka berjalan terpisah dariku.
Itu pilihan mereka, mereka melangkah pada sesuatu yang menarik perhatian mereka.
Yang berkilauan dan harus di raih.
Aku pun tak punya alasan kuat untuk menahan mereka. Mereka memang harus melangkah di jalan tersebut,
Pesanku pada mereka :
"Ingat bahwa kita berjalan dari garis START yang sama, dan kita menikmati perjalanan itu. Walau nanti garis FINISH yang kita kehendaki berbeda, itu bukan masalah untuk tetap menoleh melihat awal dari semua kisah kita"
AKU CINTA KALIAN, SELURUH SAHABATKU ...
Mungkin aku memang punya rasa dengki pada kalian.
Maklumilah karena manusia tak pernah luput dari itu semua...
Mohon maaf untuk teman yang sering aku buat kesal, yang aku musuhi dan kadang ku jelek-jelekkan ...
Terima kasih pula untuk teman-teman yang telah membuat seutas senyum di wajahku , bahkan memberikan tawa renyah di nafasku ...
Tak lupa terima kasih buat para OrangTua kami di sekolah :D
Wali kelas yang tak hentinya membimbing dan memberikan begitu banyak ceramah yang memberi warna tersendiri ...
I WILL ALWAYS LOVE YOU ...
<3 <3
Komentar
Posting Komentar