TAK MAU ...
Kata orang juga apa...
Penyakit galau seseorang akan kumat saat malam hari , dan aku mulai merasakannya malam ini.
Sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini, tapi entah kenapa aku jadi merasa dia bukanlah orang yang tepat untukku. AKU TELAH SALAH MEMILIH ORANG UNTUK DICINTAI.
Aku berusaha mencintainya dengan sepenuh hati ini, membiarkan semuanya takluk karena rasa sayangku, mulai dari jarak, waktu dan tenaga untuk bisa menahan kepedihan saat dia tak ada di dekatku.
Aku ragu padanya, bukan karena takut dia main belakang dariku, tapi karena aku takut dia tak benar-benar membalas cintaku.
Aku bukan wanita kuat yang dengan mudahnya menerima kenyataan bahwa diriku tak dicintai dan akhirnya memutuskan hubungan dan mencari pengganti yang dirasa lebih mampu memberikan cinta padaku setiap harinya.
Aku begitu rapuh di dalam sini, di dalam hati ini.
Aku terlarut-larut dalam kesedihan dan keheningan yang menerpaku setiap kali aku terduduk mengingat dirinya.
Kami sama-sama melakukan kesalahan,
dia main belakang dariku dan akupun tak tahan untuk mencari seorang pria yang memang lebih memperhatikan diriku daripada dirinya.
Sakit hati makin terasa saat akhirnya dia mengakui semuanya. Semua permainannya yang terbongkar secara nyata olehku.
Dia memberitahuku dengan entengnya bahwa dia mencintai seorang wanita di ujung sana saat mereka bertemu di kota si wanita itu.
DONE ! GOOD JOB, BABY !
Kamu berhasil membuat airmataku jatuh...
Aku begitu kesal,begitu marah dan sedih akan apa yang dia katakan dengan enteng itu.
amarah menutupi akal sehatku, aku langsung mengaku padanya bahwa aku juga selingkuh darinya...
Kesalahan pertama yang membuat jarak yang terlampau jauh semakin menjadi jauh...
Kesalahan berikutnya adalah komunikasi yang berjalan seperti suasana jalan di Jakarta, macet total.
Kami selalu membiarkan diri kami untuk tidak mengirim pesan atau menelpon terlebih dahulu. Kami hanya menunggu siapa yang mengalah untuk menghubungi.
Dan aku memang orang yang paling tak ingin memulai terlebih dahulu.
Mungkin hal itu yang membuatku jadi jenuh dnegan semua ini. Dan dia di ujung sana juga pasti tak betah dengan semua ini.
Komunikasi yang buruk dan hubungan yang mulai canggung membuat kata PUTUS terbayang-bayang di otak kami.
Aku ingin mengatakannya lebih dulu, tapi selalu ku tahan setiap kali aku mengingat awal aku mulai menyukainya.
Dia begitu jauh dan tak terjangkau olehku, aku benar-benar hanya bisa melihatnya dari kejauhan tanpa bisa menjadi satu mahluk dalam penglihatannya.
BENAR-BENAR tak bisa di sentuh olehku.
Tapi dengan berjalannya waktu dan takdir berpihak padaku, tanpa ada aral rintangan akhirnya aku bisa meraihnya dan kami berpacaran.
WELL, SESUATU YANG BERAWAL DENGAN BAIK TAK SELALU BERAKHIR DENGAN BAIK .
Pengalaman mengajarkan padaku untuk tak terlalu puas dengan apa yang telah kudapatkan
Bila aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, akupun harus berusaha mempertahankannya dan bukan membiarkannya begitu saja.
Aku menyesali kebobrokan pikiranku ini.
Takdir kini menjauhiku, dan dia yang ada di sana pun menghilang seperti asap yang tak dapat menyentuh langit karena termakan oksigen.
Aku masih berharap padanya, walau harapan itu hanya setitik dan tak akan jadi lebih besar lagi.
Aku yakin memang kami tak bisa menempuh ini dengan mulus, dan aku yakin dia tak sepenuhnya bahagia menjalani semua ini denganku.
Naluriku lebih jujur daripada sekedar kata-kata.
Tapi aku belum rela untuk melepaskannya.
Aku belum rela untuk mengatakan "usai sampai di sini"
aku tak mau membayangkan dia telah bersama wanita lain, memadu asmara dan bahkan tak mengingat masa lalu bersamaku.
AKU TAK MAUUUU !!!!!
Semua itu benar-benar membuatku muak . Aku ingin berteriak padanya, aku ingin meraihnya dan menangis di dadanya dan mengatakan kata-kata yang selama ini kupendam ...
"Aku begitu mencintaimu,
bayang-bayangmu selalu melayang di pikiran ini.
Sedih rasanya saat kamu tak bisa membalas apa yang kurasakan padamu,
Hancur rasanya saat kamu tak peduli lagi pada rasa ini.
Aku benar-benar hanya mencintaimu seorang...
HANYA DIRIMU !!!"
Aku makin stress ... SUMPAH
Galau ini sudah di ujung kepala.
Aku hanya ingin mengatakan Aku Cinta Kamu, tapi itu semua berat ...
Aku takut kalau dia tak mau menerima kata-kata itu dan malah menolak untuk bicara padaku.
Oh sosok yang begitu sulit diraih,
ku mohon sekali ini menoleh padaku.
Ku mohon dengarkan pintaku,
mungkin ini semua bisa membantu kita dan hubungan ini.
Jangan membuatku lelah menanti dan lelah memikirkanmu
Bahkan semua yang kamu lakukan adalah kebahagianmu...
You are my reason
I smile because of you...
I laugh because your words...
I dream that you are my future ...
But...
The Truth is you are so long distance from my place...
I can't hold you to stand by me ...
You are the reason when I'm crying ...
You are the reason that make me angry ...
You know,
I STILL LOVE YOU !
Penyakit galau seseorang akan kumat saat malam hari , dan aku mulai merasakannya malam ini.
Sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini, tapi entah kenapa aku jadi merasa dia bukanlah orang yang tepat untukku. AKU TELAH SALAH MEMILIH ORANG UNTUK DICINTAI.
Aku berusaha mencintainya dengan sepenuh hati ini, membiarkan semuanya takluk karena rasa sayangku, mulai dari jarak, waktu dan tenaga untuk bisa menahan kepedihan saat dia tak ada di dekatku.
Aku ragu padanya, bukan karena takut dia main belakang dariku, tapi karena aku takut dia tak benar-benar membalas cintaku.
Aku bukan wanita kuat yang dengan mudahnya menerima kenyataan bahwa diriku tak dicintai dan akhirnya memutuskan hubungan dan mencari pengganti yang dirasa lebih mampu memberikan cinta padaku setiap harinya.
Aku begitu rapuh di dalam sini, di dalam hati ini.
Aku terlarut-larut dalam kesedihan dan keheningan yang menerpaku setiap kali aku terduduk mengingat dirinya.
Kami sama-sama melakukan kesalahan,
dia main belakang dariku dan akupun tak tahan untuk mencari seorang pria yang memang lebih memperhatikan diriku daripada dirinya.
Sakit hati makin terasa saat akhirnya dia mengakui semuanya. Semua permainannya yang terbongkar secara nyata olehku.
Dia memberitahuku dengan entengnya bahwa dia mencintai seorang wanita di ujung sana saat mereka bertemu di kota si wanita itu.
DONE ! GOOD JOB, BABY !
Kamu berhasil membuat airmataku jatuh...
Aku begitu kesal,begitu marah dan sedih akan apa yang dia katakan dengan enteng itu.
amarah menutupi akal sehatku, aku langsung mengaku padanya bahwa aku juga selingkuh darinya...
Kesalahan pertama yang membuat jarak yang terlampau jauh semakin menjadi jauh...
Kesalahan berikutnya adalah komunikasi yang berjalan seperti suasana jalan di Jakarta, macet total.
Kami selalu membiarkan diri kami untuk tidak mengirim pesan atau menelpon terlebih dahulu. Kami hanya menunggu siapa yang mengalah untuk menghubungi.
Dan aku memang orang yang paling tak ingin memulai terlebih dahulu.
Mungkin hal itu yang membuatku jadi jenuh dnegan semua ini. Dan dia di ujung sana juga pasti tak betah dengan semua ini.
Komunikasi yang buruk dan hubungan yang mulai canggung membuat kata PUTUS terbayang-bayang di otak kami.
Aku ingin mengatakannya lebih dulu, tapi selalu ku tahan setiap kali aku mengingat awal aku mulai menyukainya.
Dia begitu jauh dan tak terjangkau olehku, aku benar-benar hanya bisa melihatnya dari kejauhan tanpa bisa menjadi satu mahluk dalam penglihatannya.
BENAR-BENAR tak bisa di sentuh olehku.
Tapi dengan berjalannya waktu dan takdir berpihak padaku, tanpa ada aral rintangan akhirnya aku bisa meraihnya dan kami berpacaran.
WELL, SESUATU YANG BERAWAL DENGAN BAIK TAK SELALU BERAKHIR DENGAN BAIK .
Pengalaman mengajarkan padaku untuk tak terlalu puas dengan apa yang telah kudapatkan
Bila aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, akupun harus berusaha mempertahankannya dan bukan membiarkannya begitu saja.
Aku menyesali kebobrokan pikiranku ini.
Takdir kini menjauhiku, dan dia yang ada di sana pun menghilang seperti asap yang tak dapat menyentuh langit karena termakan oksigen.
Aku masih berharap padanya, walau harapan itu hanya setitik dan tak akan jadi lebih besar lagi.
Aku yakin memang kami tak bisa menempuh ini dengan mulus, dan aku yakin dia tak sepenuhnya bahagia menjalani semua ini denganku.
Naluriku lebih jujur daripada sekedar kata-kata.
Tapi aku belum rela untuk melepaskannya.
Aku belum rela untuk mengatakan "usai sampai di sini"
aku tak mau membayangkan dia telah bersama wanita lain, memadu asmara dan bahkan tak mengingat masa lalu bersamaku.
AKU TAK MAUUUU !!!!!
Semua itu benar-benar membuatku muak . Aku ingin berteriak padanya, aku ingin meraihnya dan menangis di dadanya dan mengatakan kata-kata yang selama ini kupendam ...
"Aku begitu mencintaimu,
bayang-bayangmu selalu melayang di pikiran ini.
Sedih rasanya saat kamu tak bisa membalas apa yang kurasakan padamu,
Hancur rasanya saat kamu tak peduli lagi pada rasa ini.
Aku benar-benar hanya mencintaimu seorang...
HANYA DIRIMU !!!"
Aku makin stress ... SUMPAH
Galau ini sudah di ujung kepala.
Aku hanya ingin mengatakan Aku Cinta Kamu, tapi itu semua berat ...
Aku takut kalau dia tak mau menerima kata-kata itu dan malah menolak untuk bicara padaku.
Oh sosok yang begitu sulit diraih,
ku mohon sekali ini menoleh padaku.
Ku mohon dengarkan pintaku,
mungkin ini semua bisa membantu kita dan hubungan ini.
Jangan membuatku lelah menanti dan lelah memikirkanmu
Bahkan semua yang kamu lakukan adalah kebahagianmu...
You are my reason
I smile because of you...
I laugh because your words...
I dream that you are my future ...
But...
The Truth is you are so long distance from my place...
I can't hold you to stand by me ...
You are the reason when I'm crying ...
You are the reason that make me angry ...
You know,
I STILL LOVE YOU !
"Jangan pernah membiarkan seseorang jadi segalanya buat kamu, karna ketika dia pergi ninggalin kamu, kamu akan serasa gak memiliki apapun"
Komentar
Posting Komentar