Heaven For You (part.7)


Siang hari, Mama Colly datang dan menjaga Franke. Colly harus pulang ke rumah untuk berganti pakaian. Jasen mengantarnya sampai di depan rumah dan mereka akan kembali lagi ke rumah sakit setelah Colly selesai mandi dan makan.

Colly memasuki rumahnya dengan langkah gontai. Sepi sekali rumahnya. Dia membuka pintu depan rumahnya dan memasuki rumah dua lantai itu. 
Rumah mungil yang telah mereka diami sejak lama ini. 
Sementara dia berganti pakaian, Jasen menunggu di ruang tengah. Rumah Colly sudah menjadi rumah kedua bagi Jasen sehingga dia tak merasa canggung berada di dalamnya.

Colly, Franke dan mamanya hidup dengan sangat rukun. 
Jarang mereka bertengkar karena masalah serius. Mereka juga saling menyayangi. Walaupun Franke jahil dan Colly kesal pada kakaknya itu, tapi semua itu didasarkan akan rasa sayang. Biarpun begitu, rumah ini tak lengkap karena tak ada sosok ayah di dalam. 
Colly mungkin belum pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang papa, dan mungkin Franke sudah melupakan bagaimana Papa tercintanya melimpahkan setiap kasih sayangnya. 
Yang tahu segalanya tentang papa mereka hanya Mama Colly. Tapi, Colly bilang, sampai saat ini belum pernah sekalipun mamanya membuka kenangan tentang papanya.

Colly kembali dengan penampilan yang lebih segar.

“Gue udah selesai. Lo mau mandi juga?” tanya Colly yang menggunakan atasan berlengan panjang berwarna abu-abu.

“Hmmm, gue udah bau asem nih! Pinjam kamar mandinya sebentar ya?” kata Jasen sebelum menuju ke belakang.

Setelah Jasen mandi dan berganti pakaian dengan baju kaos dan celana milik Franke, mereka lalu keluar rumah. Di luar, Jasen menawarkan Colly untuk membawa motor.

“Enggak ah! Lo aja yang bawa.” Kata Colly.

“Kenapa gak mau? Tangan gue pegal nih!” ucap Jasen mendramatisir.

Colly menghela napas panjang. “Sen, sepeda aja gue naikin masih sering jatuh, apalagi motor. Gue gak mau ah!” Colly terus menolak.

“Ya udah. Nanti gue ajarin deh, sekalian lo boncengin gue nanti!” kata Jasen akhirnya.

Mereka melaju dengan motor matic menuju ke rumah sakit. Dia ambang pintu rumah sakit, Colly melihat Justin yang sedang bicara dengan seorang suster.

“Ayolah, Justin. Kamu butuh istirahat.” Kata suster itu.

“Gak. Gue gak butuh istirahat! Gue mau udara segar…”

Colly bisa membaca apa yang terjadi karena itu dia menuju ke arah Justin dan tersenyum.

“Hai, Justin!” ucapnya ramah.

“Colly?”

Jasen ikut menghampiri Justin. Suster itu sepertinya sudah menyerah dan membiarkan Justin dan Colly bicara. Jasen hanya ikut nimbrung.

“Kenalin, ini teman dekat gue. Namanya Jasen.” Ucap Colly. Jasen tersenyum ramah pada Justin, tapi Justin malah bertampang jutek. “Ehm, gue kenal Justin baru tadi pagi. Tapi, anaknya asik dan nyambung gitu.” Lanjut Colly.

“Oh.” Kata Jasen sambil menatap Justin. “Dia pasti seumuran dengan kita.”

Colly mengangguk. “Justin, gue mau ke kamar kakak gue, lo istirahat dulu supaya cepat sembuh. Bye!” kata Colly selanjutnya.

Justin melihat Colly dan cowok itu yang menuju ke lift.

“Gue mau kembali ke kamar, Suster.” Kata Justin. Suster hanya bisa geleng-geleng dengan sikap Justin yang cepat berubah itu.

Colly dan Jasen memasuki kamar Franke setibanya mereka di sana. Mama baru saja selesai membasuh tubuh Franke dengan kain yang dicelupkan dalam air hangat.

“Gimana Ma? Baik-baik aja kan?” tanya Colly.

“Iya. Mama baru aja selesai.” Kata Mama sambil membawa baskom berisi air ke kamar mandi. “Kalian tolong jagain Franke ya? Mama ada keperluan sebentar.” Kata Mama kemudian.

Setelah Mama meninggalkan mereka, Jasen lalu tiduran di sofa. Sedangkan Colly meletakkan bunga pemberian Samantha di vas bunga yang baru diisi air.

“Gue ngantuk banget nih!” kata Jasen.

“Beli kopi aja.” Sahut Colly.

Jasen lalu bangkit berdiri. “Lo mau apa? Supaya gue beli sekalian.”

“Jus jeruk aja deh.”

Jasen menuju ke pintu dan membuka pintu. Tapi, dia gak keluar. Dia malah masuk kembali ke dalam kamar dengan wajah terkejut.

“Ly, Edward kok ada di sini?” tanya Jasen.

 # to be continued #


anneyong haseyo~
lama ga nge-post nih ^^
jadi kangen sama semua tulisanku hehehe ...
semoga kalian enjoy yaa, walau kadang tulisanku memang gak nyambung (jujur amat) ... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.