Darah Lebih Kental Daripada Air

Petuah bijak yang satu ini benar-benar mengena di hatiku, dan aku memang tak bisa menyangkalnya
"Darah lebih kental dari air"

Memang mungkin kalau ditanya siapa orang yang paling kita cintai, sebagian dari kita tak akan segan menjawab: Si Pacar.
Tapi tau gak kita, seberapa besar cinta pacar kita terhadap diri kita? Apakah dia juga begitu mencintai kita melebihi apapun, rela melakukan segala hal berbahaya dan mengorbankan segala sesuatu hanya untuk kita ? Apa kita sudah meyakini satu hal bahwa dia benar-benar mencintai dan mengasihi kita dengan ketulusan yang lebih dari ayah/ibu atau saudara-saudari kita?

Sebelum kita mengenal cinta, kita telah diberikan cinta dan kasih sayang tanpa balas oleh seorang ibu, ayah dan tak pelak kakak/adik kita.
Mereka begitu mencintai kita lebih dari apapun, memperhatikan kita seperti perhiasan mahal dan berharga, menjaga kita agar tak ada satu lecetpun di tubuh kita.
Orangtua dan saudara kita tak pernah perhitungan dalam memberikan kasih sayang pada kita. Karena mereka tau kita memang membutuhkan cinta itu.
Kita yang diberi cinta itu dengan riang gembira menerimanya, dan dengan tulus pula membalas setiap kasih cinta yang diberikan oleh orang-orang tersayang yang berharga dalam hidup tersebut.

Hal itu membuat kita bahagia, membuat kita merasa menjadi tokoh utama dalam kehidupan kita, dimana kita tak pernah kekurangan cinta.
Seakan kita mahkluk yang haus akan cinta, tak pernah sedetikpun kita bernapas tanpa adanya cinta dari orangtua kita dan saudara kita.

Tapi, saat kita mulai mengenal cinta, saat itupun kita mulai berubah. Berubah dalam banyak hal; fisik, mental, tingkah laku, cara bicara, dan lainnya.
Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan sang pujaan hati yang telah masuk lebih dalam ke hati kita, dan lebih sibuk untuk meladeni sang pujaan hati itu daripada mempedulikan orangtua kita yang menyuruh kita makan dan tidur tepat waktu.

Cinta pada orangtua dan saudarapun mulai terbagi. Seseorang yang lebih penting, yang belum dikenal lebih dari beberapa ribu jam menyatakan cinta dan kamu menerimanya dan saat itu pula cintamu terbagi.
Bukan salahmu jika memang hal itu terjadi, bukan salah kita bila kita jatuh cinta. Hanya saja, hal seperti itu membuat perubahan yang kadang membuat kita begitu berbeda di depan mata orang-orang yang lebih lama bersama kita.
Mungkin kita tak merasakan hal itu, tapi kita tak selalu mengenali diri kita dengan baik. Orang lain lah yang telah lama memperhatikan dan hafal betul seluruh sifat/tingkah laku kita.

Tapi kita tak terlalu berpikir ke arah sana, karena kita terlalu terpaku pada satu orang yang merenggut keyakinan cinta kita, yang membuat kita luluh padanya :)
Kita jauh merasa lebih dicintai saat bersama orang itu, menjadi tokoh utama yang lebih real dalam hidup ini dan itu membuat kita merasa lebih puas dan nyata.

Tak dapat dipungkiri bahwa menjalin hubungan cinta dengan seseorang mempunyai resiko yang besar dan tak bisa dianggap enteng, walaupun itu masih sebatas pacaran. 
Bila kau punya pacar yang begitu serius dan tak terlalu banyak bercanda, sebaiknya kamu tak terlalu membuat dia seperti mainanmu. Perlakukan dia sedewasa mungkin, maka dia akan sadar kalau kau benar-benar untuknya :)

Lalu, apakah 'seseorang' yang membuat kita berubah begitu jauh telah memberi cinta setulus orang-orang di sekitar kita? Apa dia sudah cukup pantas untuk menerima cinta kita? (pertanyaan ini sedikit kasar, mohon maaf jika dibaca). Apa kita benar-benar sudah mencintai orang yang tepat saat itu? Ataukah masih ada yang lain?

Pertanyaan itu yang selalu berkelabat dalam pikiranku. Dan aku takut, takut kalau tak ada cinta yang semurni cinta tulus dari orangtua dan saudaraku.
Bukannya aku tak mempercayai cinta dari sang pacar, tapi aku ada dalam jurang kebingungan dalam keputusasaan kalau nantinya cinta itu lumer dan tak bersisa untukku.

Yahh, kadang rasa ragu muncul dalam benakku, meluruhkan kekuatan cinta yang telah membuat hatiku jatuh pada sosok itu.
Dia pasti akan merasa kecewa kalau ternyata aku mempunyai rasa ragu dalam hubungan ini. Tapi sebenarnya ini bukan rasa ragu dimana aku tak bisa menjalani hubungan ini bersamanya, tapi lebih kepada masa depan perasaannya padaku.
Apa dia akan tetap mencintaiku seperti pertama kali jatuh cinta?

Tapi cinta ini sudah mentok sama dia ... Mudah-mudahan cinta ini bertambah-tambah dan bukannya berkurang :D

Semua orang memang membutuhkan cinta, dan saat kita menemukan cinta tak bisa dielakkan bahwa itu membawa rasa bahagia tersendiri. Benar-benar sebuah rasa yang berbeda dengan mendapatkan hadiah yang paling diinginkan.

Karena itu,
siapakah yang bersalah jika cinta kita mulai terbagi di sisi orang-orang yang berada di sekitar kita (ayah, ibu, kakak maupun adik) ?
Diri ini yang telah mencintai , atau orang itu yang telah dicintai ?

Well,
tergantung dari seberapa besar dia mencintaimu .. dan kamu mencintainya ..




Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.