AKU TAHU, AKU TAK DIBUTUHKAN OLEH MEREKA...
meski merasa bahwa diri ini terpojok dan diabaikan, tak dihargai dan tak dianggap ada. Aku masih merasa bahwa diriku ini berharga. Kali ini, aku tak ingin kalah dengan perasaan kesepianku, aku akan bangkit walau tanpa ada bantuan dari orang lain.
Mungkin aku akan menangis pada awalnya, bahkan aku akan menerjang dan berteriak karena merasa tak mampu. Segalanya akan kulewati, dan aku tak hanya diam tapi juga pasrah. Tapi semua itu bukan karena aku tak bisa melawan semua yang menyerangku. Aku menunggu waktu yang tepat, dimana kekuatanku terkumpul dan aku akan langsung memusnahkan segalanya.
Aku yakin, segalanya akan berpihak padaku (pada akhirnya). Karena aku memang memiliki kekuatan untuk itu. Dan keyakinanku inilah yang mengantarku pada jalan yang sebenarnya.
Aku telah menyangka bahwa diriku memang tak penting, tak dibutuhkan dan bahkan tak dianggap ada. Aku telah merasakannya dari dulu, tapi aku berusaha menepisnya karena yang aku tau semua orang yang melakukan itu padaku adalah inti kehidupanku, dan takkan melakukan itu pada diriku. Sampai akhirnya mataku terbuka, menyatakan segalanya yang telah tampak di depanku dengan sangat jelas.
AKU TAHU, AKU TAK DIBUTUHKAN OLEH MEREKA...
Pikiran itu semakin merajalela pada diriku, karena patut disadari bahwa perasaan itu sangat mengganggu dan tidak dipungkiri bahwa bisa mendatangkan rasa emosional (sedih, marah, kecewa, putus asa) yang mendalam. Yahhh, hanya tarikan napas yang bisa kukeluarkan dari tubuhku. Satu-satunya wakil dari seluruh perasaanku.
Aku berdoa, selalu kupanjatkan doa yang sama, agar apa yang terjadi janganlah terus berlanjut karena diri ini tak sanggup. Aku butuh TUHAN, dalam segala hal. Dan dalam hal kebatinan yang luar biasa menyerang diriku ini. TUHAN Maha Tahu, dan segalanya kuserahkan pada-NYA.
Doa selalu jadi alat yang manjur buatku menuangkan segala kekesalanku pada segalanya yang menekanku, dan akhirnya aku akan bersikap seperti biasa, seperti orang yang tak tertekan batinnya.
Semua tak berlangsung lama, yang menekanku terus menekanku, yang membunuhku dari jauh tetap membunuhku dari jarak teraman mereka :)
I smile. Its okay.
Mungkin mereka melakukan itu karena ada sesuatu dalam diriku yang lebih daripada kemampuan mereka, dan mereka hanya ingin menjatuhkanku. Think Positive !
Hanya saja, sekarang aku telah membaca situasi. Tak selamanya aku harus berdiam diri. Serta merta aku harus mengeluarkan kekuatan yang telah kukumpulkan, dan sewaktu-waktu aku akan mengadakan serangan mendadak yang menakjubkan seperti bom atom di Hiroshima dan Nagasaki .
Membayangkan saja aku sudah senang, apalagi kalau itu semua terjadi. Semoga akan sangat menyenangkan buatku.
Stay at your place dan say welcome to me, because I will attack you all ^^
Be bless !
Mungkin aku akan menangis pada awalnya, bahkan aku akan menerjang dan berteriak karena merasa tak mampu. Segalanya akan kulewati, dan aku tak hanya diam tapi juga pasrah. Tapi semua itu bukan karena aku tak bisa melawan semua yang menyerangku. Aku menunggu waktu yang tepat, dimana kekuatanku terkumpul dan aku akan langsung memusnahkan segalanya.
Aku yakin, segalanya akan berpihak padaku (pada akhirnya). Karena aku memang memiliki kekuatan untuk itu. Dan keyakinanku inilah yang mengantarku pada jalan yang sebenarnya.
Aku telah menyangka bahwa diriku memang tak penting, tak dibutuhkan dan bahkan tak dianggap ada. Aku telah merasakannya dari dulu, tapi aku berusaha menepisnya karena yang aku tau semua orang yang melakukan itu padaku adalah inti kehidupanku, dan takkan melakukan itu pada diriku. Sampai akhirnya mataku terbuka, menyatakan segalanya yang telah tampak di depanku dengan sangat jelas.
AKU TAHU, AKU TAK DIBUTUHKAN OLEH MEREKA...
Pikiran itu semakin merajalela pada diriku, karena patut disadari bahwa perasaan itu sangat mengganggu dan tidak dipungkiri bahwa bisa mendatangkan rasa emosional (sedih, marah, kecewa, putus asa) yang mendalam. Yahhh, hanya tarikan napas yang bisa kukeluarkan dari tubuhku. Satu-satunya wakil dari seluruh perasaanku.
Aku berdoa, selalu kupanjatkan doa yang sama, agar apa yang terjadi janganlah terus berlanjut karena diri ini tak sanggup. Aku butuh TUHAN, dalam segala hal. Dan dalam hal kebatinan yang luar biasa menyerang diriku ini. TUHAN Maha Tahu, dan segalanya kuserahkan pada-NYA.
Doa selalu jadi alat yang manjur buatku menuangkan segala kekesalanku pada segalanya yang menekanku, dan akhirnya aku akan bersikap seperti biasa, seperti orang yang tak tertekan batinnya.
Semua tak berlangsung lama, yang menekanku terus menekanku, yang membunuhku dari jauh tetap membunuhku dari jarak teraman mereka :)
I smile. Its okay.
Mungkin mereka melakukan itu karena ada sesuatu dalam diriku yang lebih daripada kemampuan mereka, dan mereka hanya ingin menjatuhkanku. Think Positive !
Hanya saja, sekarang aku telah membaca situasi. Tak selamanya aku harus berdiam diri. Serta merta aku harus mengeluarkan kekuatan yang telah kukumpulkan, dan sewaktu-waktu aku akan mengadakan serangan mendadak yang menakjubkan seperti bom atom di Hiroshima dan Nagasaki .
Membayangkan saja aku sudah senang, apalagi kalau itu semua terjadi. Semoga akan sangat menyenangkan buatku.
Stay at your place dan say welcome to me, because I will attack you all ^^
Be bless !
Komentar
Posting Komentar