Mungkin judul postingan hari ini terlalu berlebihan atau melankolis
dan mungkin ada juga yg bilang "ihh, alay banget".

Yaa sesuka anda saja, memang saat ini begitu banyak rasa yang berkecamuk di hatiku dan yg menjadi pelampiasan hasrat mencurahkan isi hati sekarang ini hanyalah blog ini.

Haruskah ku mati karenamu?
Tau lagu ini ? Yang dinyanyikan Ada Band.
Kayaknya sekarang lagu ini cocok banget untuk mewakili setiap macam rasa yg ada di sini, di keningku.
Bagaimana tidak, kalo semua usaha yg sudah kulakukan malah dihadiahi dengan begitu banyak kebohongan yang tersurat maupun tersirat.
Adakalanya aku merenung sendiri, apakah aku yg terlalu terhipnotis ataukah aku yg ternyata bodoh hingga mudah ditipu?!

Seuntai rasa sakit mulai terajut rapi di batin ini, dan lama kelamaan rasa sakit itu bukannya menjadi sakit lagi, tapi mulai terinfeksi dan membusuk.
Itu akibatnya kalau memiliki luka yg tidak bisa diobati . Malah akan jadi sesuatu yg mengerikan.

Aku tak bisa mengobati luka ini karna tidak ada obatnya. Luka yg sudah ada di dada ini akan tetap membekas dan meninggalkan sisa sakit yg pernah ada. Dari rasa sakit itu, aku tak merasa membutuhkan orang untuk membalutnya, mengingat luka ini sudah semakin parah
*bahasanya kayak ahli medis aja*

Boleh dibilang sekarang aku dilanda badai stress yang menggoyahkanku dan mencekam tubuhku.
Aku sudah terbiasa bila mengetahui aku tidak dianggap . Aku sudah tau saat dimana aku diabaikan, dan aku tidak ingin mencari perhatian supaya ada yg mengetahui keberadaanku.
Selalu hal yg sama terjadi padaku, dan akhirnya itu menjadi habbit bagiku maupun dia yg mengabaikan aku.
Saat dia bersenang-senang dgn sejuta orang diluar sana, aku malah sedang memandang hape mengharapkan pesan darinya.
Saat dia sedang asik tertawa dgn perempuan lain, aku murung dan tak selera untuk makan.
Saat dia menjadi kesepian barulah dia mengingat kalau aku ada, bahwa keberadaanku dibutuhkan (walau hanya saat kesepian).
Saat dia mulai ditemani sahabatnya , akhirnya aku harus kembali mengalah dan murung.
SIKLUS TERANIAYA , aku menamakannya seperti itu.

Lucu juga, karna di setiap detak dalam detik waktu, aku malah tambah sering mengenangnya.
Aku jadi senang memikirkan apapun kata-kata tak berguna yg dia lontarkan.
Aku jadi begitu bodoh karna terhipnotis orang yg hanya mengingatku saat dia sendiri dan meninggalkanku saat dia sedang senang.

Dan setelah itu diriku sadar bahwa kurang perhatian darinya tak akan membuatku mati.
Aku juga memiliki banyak teman, yg bisa ku ajak menikmati keindahan hidup ini.
Aku punya gebetan2 yg begitu baik menanggapi lelucon konyolku,
ada juga keluargaku yg lebih mengerti aku dibandin apapun.

dan lebih utama dari itu semua.. Aku punya Tuhan.
:)
siapa yg hendak meremehkan keajaiban kasih -NYA ?
Hanya orang tak tau bersyukur yg melupakan Tuhan.
Dan aku khilaf karna pernah melupakan Dia.

Mungkin ini jalan Tuhan, agar aku mengingat cinta kasih-Nya dan bukan hanya mengeluh setiap kali dicuekin.
*tarik napas panjang~
akhirnya hati ini jadi lebih sejuk.
^^

Ya Tuhan ,
maafkan aku karna telah melupakan-MU.
Karna telah mengabaikan cintaMU yang luar biasa.
Terima kasih Tuhan
karna telah menyadarkanku akan perhatianMU yang tiada pernah berakhir.
Aku percaya,
kasihMU nyata dalam hidupku.
Senyata pelajaran hidup yg telah membuka mataku ini.

LILI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.