Cool Boy with His Inner Charming :)
Tak pernah ada satupun cowok yang dengan terbukanya bilang ingin berdoa saat sedang asik-asiknya SMS-an.
First time in the whole world, ada satu orang yang mengungkapkan hal itu padaku saat kami saling mengirim pesan singkat (ini bukan sedang pedekate atau ngegebet cowok loh, murni pertemanan antara kami berdua).
Aku sempat terkejut plus heran saat membaca pesan singkat darinya itu.
Rasa kagetku lebih menjurus pada kaget karena tak menyangka dia ternyata 'tau' berdoa juga.
Bukan jadi rahasia lagi kalau dia adalah salah satu anak bandel di kompleks rumah kami.
Menurut kacamataku, dia terlalu cuek.
Yang paling menonjol darinya adalah bahwa dia playboy kelas kakap dengan bejibun cewek dimana-mana (hal yang wajar karena tampangnya terbilang kece, membuat cewe siapa saja bertekuk lutut padanya. Haha lebay) dan terkenal suka bolos sekolah. Bahkan menurut sumber yang tak terlalu bisa dipercaya karena kemungkinan besar dia sirik sama cowok satu ini, dia (si teman SMS-an) pernah sekali lompat lewat jendela kelas untuk bolos. Haduuuh, memang tindakan berbahaya dan beresiko.
Makanya aku sangsi saat dia bilang ingin berdoa sebelum melanjutkan mengirim pesan.
Aku tak mungkin bilang tidak untuk ungkapannya itu, sehingga walau dengan rasa takjub aku mengiyakannya saja.
Dan bukan hanya sekali dia bilang ingin berdoa.
Hal yang mungkin tak dibayangkan akan dilakukan orang sepertinya.
Tapi aku mulai sadar, kadang aku melihatnya ke gereja dan pernah sekali dia ikut drama Natal.
Memang benar kata pepatah,
don't judge books by its covers.
Menilai seseorang yang nyatanya belum terlalu kukenal dan mengenalku akan menjerumuskanku ke tempat yg menyesatkan.
Aku sudah pernah mengalaminya dan aku menyesali perbuatanku yang cepat mengambil kesimpulan atas penilaianku.
Aku salah mengambil keputusan, berteman dengan orang yang sifatnya tidak lebih baik dariku.
Karena itu, aku kehilangan satu teman karena salah menilai.
Cowok ini telah menyadarkan, bahwa walau sikapmu kurang baik di hadapan manusia dan menyukai banyak wanita tak masalah selama masih dekat dengan Tuhan.
Sekali aku mengira mamanya yang memimpin doa, tapi saat ku tanya, dia bilang dia berdoa sendiri.
How sweet :)
Aku berpikir,
siapa yang telah menyebutku dalam doanya? Apakah ada banyak orang atau hanya segelintir orang yaitu keluargaku?
Kita tak tau kapan orang-orang akan tulus menyebut kita dalam doanya.
Dan apakah doa yang mereka naikkan pada Tuhan adalah permintaan kebaikan atau tidak, itu jadi rahasia mereka dan Tuhan.
Tapi bagaimana pun, kekuatan sebuah doa itu memang ajaib.
Kita dan Tuhan hanya sejauh doa, dan sedekat lutut dengan lantai.
Thanks boy, you make me realize about the power of prayer.
Cowok kece yang rajin berdoa itu sesuatu yah ? Hehehe ...
Well, semoga tulisan ini bisa membuat kalian yang membacanya menjadi sadar sepertiku, bahwa doa bila dikatakan dengan sungguh-sungguh akan dikabulan olehNYA sesuai kehendakNYA dan tepat pada waktunya.
Finally, let's pray guys.
^.^
(and read Matthew 6:5-15)
First time in the whole world, ada satu orang yang mengungkapkan hal itu padaku saat kami saling mengirim pesan singkat (ini bukan sedang pedekate atau ngegebet cowok loh, murni pertemanan antara kami berdua).
Aku sempat terkejut plus heran saat membaca pesan singkat darinya itu.
Rasa kagetku lebih menjurus pada kaget karena tak menyangka dia ternyata 'tau' berdoa juga.
Bukan jadi rahasia lagi kalau dia adalah salah satu anak bandel di kompleks rumah kami.
Menurut kacamataku, dia terlalu cuek.
Yang paling menonjol darinya adalah bahwa dia playboy kelas kakap dengan bejibun cewek dimana-mana (hal yang wajar karena tampangnya terbilang kece, membuat cewe siapa saja bertekuk lutut padanya. Haha lebay) dan terkenal suka bolos sekolah. Bahkan menurut sumber yang tak terlalu bisa dipercaya karena kemungkinan besar dia sirik sama cowok satu ini, dia (si teman SMS-an) pernah sekali lompat lewat jendela kelas untuk bolos. Haduuuh, memang tindakan berbahaya dan beresiko.
Makanya aku sangsi saat dia bilang ingin berdoa sebelum melanjutkan mengirim pesan.
Aku tak mungkin bilang tidak untuk ungkapannya itu, sehingga walau dengan rasa takjub aku mengiyakannya saja.
Dan bukan hanya sekali dia bilang ingin berdoa.
Hal yang mungkin tak dibayangkan akan dilakukan orang sepertinya.
Tapi aku mulai sadar, kadang aku melihatnya ke gereja dan pernah sekali dia ikut drama Natal.
Memang benar kata pepatah,
don't judge books by its covers.
Menilai seseorang yang nyatanya belum terlalu kukenal dan mengenalku akan menjerumuskanku ke tempat yg menyesatkan.
Aku sudah pernah mengalaminya dan aku menyesali perbuatanku yang cepat mengambil kesimpulan atas penilaianku.
Aku salah mengambil keputusan, berteman dengan orang yang sifatnya tidak lebih baik dariku.
Karena itu, aku kehilangan satu teman karena salah menilai.
Cowok ini telah menyadarkan, bahwa walau sikapmu kurang baik di hadapan manusia dan menyukai banyak wanita tak masalah selama masih dekat dengan Tuhan.
Sekali aku mengira mamanya yang memimpin doa, tapi saat ku tanya, dia bilang dia berdoa sendiri.
How sweet :)
Aku berpikir,
siapa yang telah menyebutku dalam doanya? Apakah ada banyak orang atau hanya segelintir orang yaitu keluargaku?
Kita tak tau kapan orang-orang akan tulus menyebut kita dalam doanya.
Dan apakah doa yang mereka naikkan pada Tuhan adalah permintaan kebaikan atau tidak, itu jadi rahasia mereka dan Tuhan.
Tapi bagaimana pun, kekuatan sebuah doa itu memang ajaib.
Kita dan Tuhan hanya sejauh doa, dan sedekat lutut dengan lantai.
Thanks boy, you make me realize about the power of prayer.
Cowok kece yang rajin berdoa itu sesuatu yah ? Hehehe ...
Well, semoga tulisan ini bisa membuat kalian yang membacanya menjadi sadar sepertiku, bahwa doa bila dikatakan dengan sungguh-sungguh akan dikabulan olehNYA sesuai kehendakNYA dan tepat pada waktunya.
Finally, let's pray guys.
^.^
(and read Matthew 6:5-15)
Komentar
Posting Komentar