Budaya NTT :)

Apa kabar? Semoga baik-baik saja.
Saya mengetik postingan ini pada pukul 23.49, artinya beberapa menit lagi sudah memasuki hari Sabtu.
Mata saya yang terasa berat ternyata belum bisa menang dari keinginan saya untuk online dan main laptop. Yahh, mata sudah mulai lelah dan berat, tapi apa daya... aku ingin mem-posting sesuatu :)

Teman-teman, kalian yang beragama Kristen Protestan pasti kenal baik atau pernah mendengar "Kebaktian Etnis". Ya, kebaktian itu sesuai namanya adalah kebaktian di gereja yang dilakukan dengan memadukan liturgi kebaktian dengan prosesi-prosesi atau bahasa-bahasa daerah masing-masing suku.
Untuk bulan Oktober tahun ini, aku sempat terpukau dengan berbagai etnis yang telah terlibat di kebaiktian gereja Imanuel Oepura - Kupang. Tim Etnis sangat bertanggung jawab dengan apa yang mereka tampilkan, dan itu sangat-sangat maksimal :)
Menyenangkan bisa menghadiri kebaktian tersebut, karena dengan begitu kita jadi tahu bagaimana menghargai budaya dan adat istiadat yang telah ada turun temurun.
Mulai dari etnis daerah Sumba, Sabu, Timor, Alor hingga Rote dipertunjukkan langsung di mata para jemaat, dan ini jadi moment yang tak ingin dilewatkan semua orang termasuk saya.

Saya bangga dengan segala budaya dan adat yang diwariskan leluhur.
Anak muda sekarang terlalu terpengaruh oleh teknologi dan globalisasi yang merajalela sekarang ini. Tak dipungkiri, saya juga termasuk salah satu yang terpengaruh. Oleh karena itu, dengan event seperti yang saya sebutkan di atas, minat seseorang terlebih anak muda untuk mengenali budaya mereka sendiri jadi terpancing :)

Tak sedikit anak muda yang dengan hati gembira ikut kebaktian etnis yang tengah berlangsung dan akan ditutup tanggal 31 Oktober nanti. Intinya, mereka turut menyumbangkan apa yang dapat mereka lakukan.
Ada yang menari, menabuh gendang dan menyanyi dengan ragam etnis. Dan aku benar-benar ingin melakukan hal-hal tersebut sebagaimana mereka lakukan di kebakitan yang aku ikuti.

Pemuda di Rayon kami (Rayon 22) sekarang sedang berusaha untuk melatih diri dalam mengikuti perlombaan Ja'i antar tim. Ja'i merupakan terian tradisional yang populer di propinsi kami tercinta, Nusa Tenggara Timur.
Ja'i sendiri berasal dari tanah Flores dan sekarang telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga terlihat lebih menarik dan enerjik.
Kami, yang dengan catatan besar tak pernah menari, dituntut untuk melenturkan segala bagian yang dipakai untuk menari. Dan itu benar-benar sulit saudara-saudara !
Kami belum latihan dengan maksimal, tapi setidaknya kami akan berusaha menampilkan yang terbaik dari apa yang telah kami pelajari selama beberapa hari.

Ada juga lagu yang akan kami bawakan untuk mengisi liturgi di penutupan Bulan Keluarga tanggal 31 Oktober nanti. Dan lagu itu berbahasa daerah, tapi nada lagunya diambil dari nyanyian Dua Sahabat Lama. Untuk kalian, aku memposting lirik lagunya, supaya kita bisa sama-sama melestarikan budaya kita :)

1. Un unun au bi mes okan
Mes Uis Neno ntopu kau
Muni le'i utuin Yesus
Es au nekak an malin

2. Afi au nekak names ok
Mes Uis Neno ntana kau
Muni i au monik an pin
Es au nekak an malin

3. Meski su'at bi au lanan
Mes au nekak in namep
Natuin Uis Neno ntopu kau
Nek in niman Akuasat

Reff : Lais malinat bi pah pinan
Talan tia neno tunan
Au fain to tafa Uis Neno
Es au nekak an malin ...

Jadi lagu ini terdiri dari 3 ayat (seperti yang saya tuliskan ayat 1, 2 dan 3... Lalu Reff-nya juga ada). Kemudian, bila ingin dinyanyikan, bisa diacak reff-nya. Sesuai aransemen dan kreativitas masing-masing orang tentunya :)
Lagu ini tak susah untuk dinyanyikan, hanya saja dengan bahasa daerah kita lebih sulit menghafal liriknya. Tapi untuk yang sudah menguasai bahasa daerah, itu jadi hal yang gampang :)
OK? Selamat menyanyikan.

Mungkin postingannya cukup sampai di sini, karena jam saya telah menunjukkan 0;27.
Hoammmm , ngantuk juga akhirnya...

Sampai jumpa lagi :)
God bless

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.