Buang-buang Bahasa :p
Yang kemarin biarlah berlalu, sekarang melangkah pasti menuju ke masa depan.
(cieee, yang pengen move on~)
Hari ini berteman dengan hujan :)
Dari tadi pagi sampe sekarang masih saja hujan. Tanda-tanda baik untuk tidur, tapi sebentar harus ikut lomba Presentasi Kreasi Pohon Natal. Sepertinya untuk hari ini tak bisa terlalu santai deh (padahal tadi santai sekali. Nonton drama Korea, dengar lagu, dan seterusnya...)
Untuk perlombaan ini, aku tak berharap banyak. Tidak seperti dulu lagi (saat lomba Menari Ja'i). Mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik untuk TUHAN akan kulakukan, tapi kalau memang jalannya untuk menang, berarti harus bersyukur. Ceileee, tambah bijak getoooh :D
Aku senang karena semakin hari aku dan teman-teman di rayon ini semakin akrab. Ada beberapa tetangga yang sudah seperti teman sejak lama :)
Mereka terkesan seperti adik bagiku. Kalau ada mereka, aku pasti selalu tersenyum bahkan tertawa. Kelakuan mereka memang kocak hehehe ...
Untungnya dengan ada teman-temanku itu, aku melupakan sekian banyak permasalahan yang membelenggu, terlebih masalah hati #eeaaa :p
Ya, serius. Masalah hati! hehehe
Sekarang aku dihadapkan dengan perasaan yang disebut 'dilema'.
Kalau kalian tak tau perasaan seperti apa itu, tanyakan saja pada Cherrybelle.
Ada seseorang yang begitu perhatian padaku, selalu easy going kapanpun. Dia menjadi orang yang tiba-tiba merasuk relung hatiku. Ini bukan kerasukan dan sejenisnya ya...
Bukannya tidak ingin jujur pada diri sendiri, tapi perasaan ini terasa abu-abu (tak jelas ke mana arahnya). Di satu sisi dia adalah sahabat, tapi di sisi lain dia menjadi sosok yang melengkapi.
Dilema kayak gitu kan? :(
Lalu tiba-tiba dia menyatakan apa yang disebut ... cinta (huhuyyy~)
Jadi seperti diberi buah simalakama. Benar-benar abu-abu, gak hitam, gak putih.
Terus apa yang harus aku lakukan dengan semua ini?
Aku tak tega, tapi aku tak rela....
Tak tega karena takut dia terluka, dan tak rela kalau tiba-tiba dia menjauhiku.
Sepertinya, dengan membiarkan ini berjalan seiring waktu dan mengalir bisa membuatku lebih tenang.
Kalau di dalam ekonomi, ini istilahnya "Dualisme"
adanya penggunaan dua faktor berbeda yang berpengaruh pada pembangunan.
Wahh ini pasti berpengaruh pada pembangunan rasa kita *stoppppppppp*
Semakin tak jelas apa yang aku bicarakan! Ini karena Dualisme tadi ....
Well, hujan sudah reda dan aku mulai ngantuk. Bagaimana kalau aku tidur dulu ?? :D
Oke ..
Selamat tinggal :)
(cieee, yang pengen move on~)
Hari ini berteman dengan hujan :)
Dari tadi pagi sampe sekarang masih saja hujan. Tanda-tanda baik untuk tidur, tapi sebentar harus ikut lomba Presentasi Kreasi Pohon Natal. Sepertinya untuk hari ini tak bisa terlalu santai deh (padahal tadi santai sekali. Nonton drama Korea, dengar lagu, dan seterusnya...)
Untuk perlombaan ini, aku tak berharap banyak. Tidak seperti dulu lagi (saat lomba Menari Ja'i). Mungkin untuk mempersembahkan yang terbaik untuk TUHAN akan kulakukan, tapi kalau memang jalannya untuk menang, berarti harus bersyukur. Ceileee, tambah bijak getoooh :D
Aku senang karena semakin hari aku dan teman-teman di rayon ini semakin akrab. Ada beberapa tetangga yang sudah seperti teman sejak lama :)
Mereka terkesan seperti adik bagiku. Kalau ada mereka, aku pasti selalu tersenyum bahkan tertawa. Kelakuan mereka memang kocak hehehe ...
Untungnya dengan ada teman-temanku itu, aku melupakan sekian banyak permasalahan yang membelenggu, terlebih masalah hati #eeaaa :p
Ya, serius. Masalah hati! hehehe
Sekarang aku dihadapkan dengan perasaan yang disebut 'dilema'.
Kalau kalian tak tau perasaan seperti apa itu, tanyakan saja pada Cherrybelle.
Ada seseorang yang begitu perhatian padaku, selalu easy going kapanpun. Dia menjadi orang yang tiba-tiba merasuk relung hatiku. Ini bukan kerasukan dan sejenisnya ya...
Bukannya tidak ingin jujur pada diri sendiri, tapi perasaan ini terasa abu-abu (tak jelas ke mana arahnya). Di satu sisi dia adalah sahabat, tapi di sisi lain dia menjadi sosok yang melengkapi.
Dilema kayak gitu kan? :(
Lalu tiba-tiba dia menyatakan apa yang disebut ... cinta (huhuyyy~)
Jadi seperti diberi buah simalakama. Benar-benar abu-abu, gak hitam, gak putih.
Terus apa yang harus aku lakukan dengan semua ini?
Aku tak tega, tapi aku tak rela....
Tak tega karena takut dia terluka, dan tak rela kalau tiba-tiba dia menjauhiku.
Sepertinya, dengan membiarkan ini berjalan seiring waktu dan mengalir bisa membuatku lebih tenang.
Kalau di dalam ekonomi, ini istilahnya "Dualisme"
adanya penggunaan dua faktor berbeda yang berpengaruh pada pembangunan.
Wahh ini pasti berpengaruh pada pembangunan rasa kita *stoppppppppp*
Semakin tak jelas apa yang aku bicarakan! Ini karena Dualisme tadi ....
Well, hujan sudah reda dan aku mulai ngantuk. Bagaimana kalau aku tidur dulu ?? :D
Oke ..
Selamat tinggal :)
Komentar
Posting Komentar