I FOUND THAT !!!
Hari ini di-skakmat oleh dosen.
Sebenarnya memang perubahan dari diriku terlalu kentara, sehingga dosen-dosenpun mengkritikku habis-habisan.
Aku kecewa pada diriku sendiri, tadi saat dosen mengatakan hal yang tak ingin aku dengar itu, aku seperti ingin menangis. Memang aku berubah, tak seaktif dulu. Dan aku sadari itu.
Perubahan drastis dan membahayakanku.
Sekarang tinggal memilih, antara kembali ke keadaan semula atau terus terlena dengan itu semua.
OH, GOD!!!
Ternyata ini cara TUHAN menyadarkanku.
Sekarang aku harus fokus pada satu tujuanku, seperti dulu aku terlalu fokus pada apa yang kuinginkan. Kalau terlalu lama terlena, aku takut akan terjerumus ke dalam hal yang akan paling kusesali seumur hidupku.
Ok, aku bertekad berubah mulai besok. Tak ada kata nanti, atau semester depan! Aku akan berubah besok. Aku akan mulai duduk di depan seperti dulu, akan mulai mencatat segala macam seperti dulu, tak terlalu memusingkan tanggapan orang lain seperti dulu. Semuanya serta seperti dulu.
Itu yang akan membuatku terus memandang ke depan, tak menganggap ada sesuatu yang dapat menghentikanku. Aku yakin, semuanya takkan membuatku seperti tadi, merasa dihujam batu besar.
CEMUNGUD EAA ~
Selagi masih ada kesempatan, aku akan berusaha.
Hal pertama yang membuatku ingin berubah adalah karena orangtuaku. Saat aku terpuruk, wajah mereka yang pertama muncul di benakku.
Aku tak sanggup membuat mereka kecewa karenaku. Aku harus membuat mereka bangga ...
Ini motivasi aja yaa :)
Hmhm, sepertinya aku telah menemukan motivasi yang telah lama aku cari...
MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA.
Sebaiknya aku fokus pada pencapaianku ini. Aku tak ingin berlarut-larut memanjakan diriku. Aku ingin membuat orangtuaku tersenyum bangga karena aku.
Amiiiinnnnnnn
*sekian dulu ya*
Sebenarnya memang perubahan dari diriku terlalu kentara, sehingga dosen-dosenpun mengkritikku habis-habisan.
Aku kecewa pada diriku sendiri, tadi saat dosen mengatakan hal yang tak ingin aku dengar itu, aku seperti ingin menangis. Memang aku berubah, tak seaktif dulu. Dan aku sadari itu.
Perubahan drastis dan membahayakanku.
Sekarang tinggal memilih, antara kembali ke keadaan semula atau terus terlena dengan itu semua.
OH, GOD!!!
Ternyata ini cara TUHAN menyadarkanku.
Sekarang aku harus fokus pada satu tujuanku, seperti dulu aku terlalu fokus pada apa yang kuinginkan. Kalau terlalu lama terlena, aku takut akan terjerumus ke dalam hal yang akan paling kusesali seumur hidupku.
Ok, aku bertekad berubah mulai besok. Tak ada kata nanti, atau semester depan! Aku akan berubah besok. Aku akan mulai duduk di depan seperti dulu, akan mulai mencatat segala macam seperti dulu, tak terlalu memusingkan tanggapan orang lain seperti dulu. Semuanya serta seperti dulu.
Itu yang akan membuatku terus memandang ke depan, tak menganggap ada sesuatu yang dapat menghentikanku. Aku yakin, semuanya takkan membuatku seperti tadi, merasa dihujam batu besar.
CEMUNGUD EAA ~
Selagi masih ada kesempatan, aku akan berusaha.
Hal pertama yang membuatku ingin berubah adalah karena orangtuaku. Saat aku terpuruk, wajah mereka yang pertama muncul di benakku.
Aku tak sanggup membuat mereka kecewa karenaku. Aku harus membuat mereka bangga ...
Ini motivasi aja yaa :)
Hmhm, sepertinya aku telah menemukan motivasi yang telah lama aku cari...
MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA.
Sebaiknya aku fokus pada pencapaianku ini. Aku tak ingin berlarut-larut memanjakan diriku. Aku ingin membuat orangtuaku tersenyum bangga karena aku.
Amiiiinnnnnnn
*sekian dulu ya*
Komentar
Posting Komentar