THIS IS MY REASON!!!!
What's my feeling today?
BAD !!!!
Dari kemarin hingga semalam ini, aku merasa begitu buruk. Suasana hati yang hanya bisa diungkap dengan helaan napas, tanpa bisa diterangkan dengan kata-kata.
MEMBINGUNGKAN!
Aku merasa seperti dihakimi banyak massa, padahal aku sendiri tak tau apa salahku.
Apa benar aku begitu cuek? Apa aku kurang perhatian dengan orang lain? Apa semua pengorbananku ini sia-sia hanya karena kekuranganku yaitu cuek?
Apa selama ini dia sudah berubah?
Aku tak tahu. Speechless, oh Thanks God !!!
Mengingat segala yang kulakukan, tiba-tiba dia bilang aku begitu cuek padanya. Fine. Thanks (once again).
Tampar aku sekali lagi kalau dia masih saja bilang begitu.
Mungkin aku memang kaku, atau kentara sekali kalau cuek. Apa salahnya??
Sebenarnya, itu bukan sifat lamaku yang muncul kembali -_-"
itu hanya penyesuaian dengan dirinya yang selalu saja membuatku menunggu. Ok, dia bilang aku tak pernah mengirim pesan duluan dan lebih memilih menunggu SMS darinya.
Aku punya alasan *sekarang sesi membela diri*
Aku tak ingin mengganggunya, dalam bentuk apapun. Kalau aku tak mengiriminya SMS, itu semata karena aku tak ingin pikirannya terbagi antara apa yang dia lakukan dan SMS yang aku kirimkan.
Salah? Berikan pendapat anda -_-
Lalu, masalah utamanya, dia bilang aku ini cuek.
Okelah, itu bisa aku maklumi.
Aku terlalu cuek bukan karena aku sudah tak menyukainya. Aku punya alasan untuk hal itu juga.
Aku tak ingin terlalu perhatian, karena kalau itu terjadi, dia bisa saja merasa terkekang dan bosan, lalu apa? Pastinya mengakhiri hubungan.
Kalau aku kurang perhatian, sama saja. Ujung-ujungnya dia juga bosan. Aku terkesan tak mempedulikannya.
Jadi aku memilih berada di tengah-tengah, antara sangat perhatian dan tak perhatian.
Itu juga salah?
Apa aku harus lari ke hutan ? Atau menangis di pantai?
Sepertinya rasa tak nyaman dari dirinya sudah lama terkubur dan tiba-tiba kemarin dia mengirim 'curhat'-nya.
Mungkinkah aku terlalu kejam baginya?
Aku berusaha semampuku, supaya dia tak terbeban, tak tertekan, tak menjadi begitu bosan dengan caraku ini. Tapi semuanya salah, dan apa yang terjadi??? dia membuat batas di antara kami.
Batas antara dia dan aku, yang sepertinya tak mungkin dibangun jembatan untuk menyeberanginya
Something important to remember,
aku sudah berusaha, ,tapi usahaku tak dihargai dengan baik.
Terima kasih.
Aku takkan berhenti berusaha, sampai kau sadar bahwa airmata yang telah keluar ini semuanya karena dirimu.
Sorry, jadinya melankolis begini.
Walaupun kamu tak membaca ini, aku hanya ingin membeberkan sesuatu.
Selama kamu masih sanggup, kenapa tidak kamu tanyakan kenapa aku begitu padamu? Kenapa kamu tak ingin tahu alasan di balik semua kelakuanku padamu?
Apakah kau tak menyadari semua kelakuanmu padaku juga sama menyakitkannya?
~~~~~~~~~~~~~~~~CAPEK BATIN ~~~~~~~~~~~~~~~~~
BAD !!!!
Dari kemarin hingga semalam ini, aku merasa begitu buruk. Suasana hati yang hanya bisa diungkap dengan helaan napas, tanpa bisa diterangkan dengan kata-kata.
MEMBINGUNGKAN!
Aku merasa seperti dihakimi banyak massa, padahal aku sendiri tak tau apa salahku.
Apa benar aku begitu cuek? Apa aku kurang perhatian dengan orang lain? Apa semua pengorbananku ini sia-sia hanya karena kekuranganku yaitu cuek?
Apa selama ini dia sudah berubah?
Aku tak tahu. Speechless, oh Thanks God !!!
Mengingat segala yang kulakukan, tiba-tiba dia bilang aku begitu cuek padanya. Fine. Thanks (once again).
Tampar aku sekali lagi kalau dia masih saja bilang begitu.
Mungkin aku memang kaku, atau kentara sekali kalau cuek. Apa salahnya??
Sebenarnya, itu bukan sifat lamaku yang muncul kembali -_-"
itu hanya penyesuaian dengan dirinya yang selalu saja membuatku menunggu. Ok, dia bilang aku tak pernah mengirim pesan duluan dan lebih memilih menunggu SMS darinya.
Aku punya alasan *sekarang sesi membela diri*
Aku tak ingin mengganggunya, dalam bentuk apapun. Kalau aku tak mengiriminya SMS, itu semata karena aku tak ingin pikirannya terbagi antara apa yang dia lakukan dan SMS yang aku kirimkan.
Salah? Berikan pendapat anda -_-
Lalu, masalah utamanya, dia bilang aku ini cuek.
Okelah, itu bisa aku maklumi.
Aku terlalu cuek bukan karena aku sudah tak menyukainya. Aku punya alasan untuk hal itu juga.
Aku tak ingin terlalu perhatian, karena kalau itu terjadi, dia bisa saja merasa terkekang dan bosan, lalu apa? Pastinya mengakhiri hubungan.
Kalau aku kurang perhatian, sama saja. Ujung-ujungnya dia juga bosan. Aku terkesan tak mempedulikannya.
Jadi aku memilih berada di tengah-tengah, antara sangat perhatian dan tak perhatian.
Itu juga salah?
Apa aku harus lari ke hutan ? Atau menangis di pantai?
Sepertinya rasa tak nyaman dari dirinya sudah lama terkubur dan tiba-tiba kemarin dia mengirim 'curhat'-nya.
Mungkinkah aku terlalu kejam baginya?
Aku berusaha semampuku, supaya dia tak terbeban, tak tertekan, tak menjadi begitu bosan dengan caraku ini. Tapi semuanya salah, dan apa yang terjadi??? dia membuat batas di antara kami.
Batas antara dia dan aku, yang sepertinya tak mungkin dibangun jembatan untuk menyeberanginya
Something important to remember,
aku sudah berusaha, ,tapi usahaku tak dihargai dengan baik.
Terima kasih.
Aku takkan berhenti berusaha, sampai kau sadar bahwa airmata yang telah keluar ini semuanya karena dirimu.
Sorry, jadinya melankolis begini.
Walaupun kamu tak membaca ini, aku hanya ingin membeberkan sesuatu.
Selama kamu masih sanggup, kenapa tidak kamu tanyakan kenapa aku begitu padamu? Kenapa kamu tak ingin tahu alasan di balik semua kelakuanku padamu?
Apakah kau tak menyadari semua kelakuanmu padaku juga sama menyakitkannya?
~~~~~~~~~~~~~~~~CAPEK BATIN ~~~~~~~~~~~~~~~~~

Komentar
Posting Komentar