MUNAFVCK (OOPS!)

Pernah merasa percuma saja menghargai orang yang sama sekali tak membalas penghargaan itu pada anda?
Kalau anda tanya pada saya, jawabannya adalah iya. Sudah pasti. Pernah. Berulang kali.

Saya hanya tak ingin rasa respect ini jadi percuma untuk orang yang tidak menganggapnya. Sebenarnya cukup sabar untuk menghadapi orang seperti itu, tapi untuk apa terus meladeninya dan terus memberikannya rasa menghargai?
Saya mempunyai watak sendiri, dan orang lain juga punya wataknya masing-masing. Jika saya sudah satu kali bersikap baik pada orang tersebut, dan dia malah mengacuhkan kebaikan saya. Saya tak segan untuk berbalik 180 derajat dan menganggap dia bukan orang yang patut mendapat respect dari saya. Bukan ingin menjadi naif atau kejam, hanya saja orang harus mengerti kita juga, kalo memang mereka ingin dimengerti.

Buat apa anda mengeluh terus hari demi hari, kalau ternyata kesalahan dan kesusahan yang ada dalam hidup anda berasal dari anda sendiri??? Sebaiknya mengintrospeksi diri sendiri dulu sebelum mengeluhkan segala sesuatu yang sebenarnya dari diri sendiri!

Saya sudah cukup sabar berhadapan dengan orang seperti ini. Dan saya juga sudah berulang kali muak dengan cara mereka yang sangat sok hebat, sok benar dan sok inti menjalani hidup mereka. Tapi itu toh hidup mereka, apa yang ingin mereka lakukan bukan urusan saya, kecuali mereka membawa-bawa saya di dalamnya.

Apakah anda juga pernah merasa, bahwa ternyata orang yang anda kenal dan diandalkan telah memiliki ribuan muka di depan anda?
Bila anda belum sadar, sekaranglah saatnya untuk mempelajari tiap sikap orang yang seperti itu.
Jika mereka terlalu banyak senyum di depan anda, jangan terlalu menanggapinya. Mungkin itu hanya kamuflase menuju satu hal yang disebut "menutupi bau amis yang lambat laun akan tercium".

Sudah terlalu banyak orang seperti itu di dunia saya, dan toh saya masih santai saja walaupun harus menghirup udara yang sama dengan mereka. Kalau dibilang tak sudi mengenal mereka, memang hal itu tepat, tapi saya berusaha tidak menunjukkannya, bisa dibilang saya juga ingin membalas mereka lebih kejam dari perbuatan munafik mereka pada saya.
Kelaliman akan jauh lebih menyakitkan bayarannya saudara-saudara!

Berhubung saya sudah punya banyak cerita mengenai kehidupan saya dengan banyak 'orang super', saya menjadi orang yang tak terlalu membutuhkan bantuan mereka lagi. Buat apa?
Saya tak ingin di kemudian hari saat saya melakukan sesuatu, mereka menyebut-nyebut diri mereka sebagai pahlawan di balik itu semua.
Oh man, I don't care. If you try to be a hero, it's vain.
You will be fail, becaus I don't need you.
You're just a sh*t!!!!
Go away... :)

Oke, sekian dulu.... Adios


Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.