Think Twice To Make Sure Your Choice

Memutuskan mana yang lebih dibutuhkan ketimbang yang lebih diinginkan...

Kadang saya terjebak di antara kedua pilihan sulit tersebut, apa saya harus memilih sesuatu yang sangat saya inginkan dan mengesampingkan apa yang sangat saya butuhkan, ataukah memprioritaskan apa yang saya butuhkan daripada apa yang saya inginkan saat itu.

Untuk membuat pilihan-pilihan tersebut, saya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan menonton berpuluh-puluh episode Drama Korea.
Beberapa faktor yang membuat saya banyak berpikir untuk memilih adalah:

1. Yang saya inginkan belum tentu yang saya butuhkan.
Beberapa saat lalu saya benar-benar menginginkan sepatu Nike, dan hal itu membuat saya mempertimbangkan untuk membelinya atau tidak selama beberapa minggu dan yahh, saya semakin terombang-ambing dengan pilihan saya. Ini karena saya sudah memiliki lebih dari 10 pasang sepatu di rumah saya yang setengah darinya tidak saya pakai (bukan karena tidak muat, ukuran kaki saya tidak akan bertambah lagi). Saya hanya memiliki hasrat yang sangat besar untuk memiliki sepatu itu. Memang ada satu sepatu favorit saya yang sudah cukup usang untuk saya gunakan, tapi bukan menjadi alasan saya membeli sepatu lagi karena toh masih ada banyak sepatu yang tidak terlalu sering saya pakai sedang nangkring di rak sepatu. Hanya saja, sometimes keinginan kita memiliki barang favorit kita lebih besar daripada memenuhi kebutuhan kita yang lebih penting. Dari sini saya mengerti, bahwa apa yang saya inginkan belum tentu merupakan hal yang saya butuhkan. Sepatu yang sangat saya dambakan itu, bukan merupakan barang yang benar-benar saya butuhkan (seperti tabungan untuk pendaftaran KKN nanti).
Hal yang perlu kita lakukan dalam memilih adalah mempertimbangkan. Segala hal bila kita pertimbangkan lebih teliti dan detail, akan lebih besar manfaatnya dan yang kita butuhkan akan lebih besar added-value-nya daripada apa yang kita inginkan.



2. Kekinian
Sesuatu yang sedang booming dan nge-trend  akan lebih banyak diminati dan dicari-cari hingga akhirnya dimiliki oleh diri sendiri. Batu akik misalnya, karena sedang booming akhir-akhir ini maka banyak orang yang tertarik untuk membelinya (tapi saya tidak tertarik sama sekali, mungkin sepatu Nike masih lebih menarik bagi saya, xoxo).
Ketertarikan dan keinginan kita lebih banyak muncul pada saat apa yang sedang mencuat di masyarakat dan menjadi "kekinian" bagi semua kalangan. Dulu, saat smartphone gencar diperbincangkan dan dipakai oleh kalangan yang 'mampu' akhirnya menarik banyak orang membeli smartphone. Sekarang, smartphone bukan barang mewah lagi. Siapa saja punya smarphone, dan itu sudah jadi hal biasa di kalangan masyarakat.
Kekinian mendorong kita untuk lebih cepat mendapatkan sesuatu yang sedang nge-trend di zamannya. Kekinian kadang merusak sistem kerja otak (hehe) sehingga memutuskan lebih cepat tanpa ada petimbangan yang matang. Sebenarnya tergantung pada prinsip kita, apakah kekinian itu tidak mengganggu tabungan untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan, ataukah kekinian adalah bagian dari apa yang kita butuhkan. Seandainya kita lebih mengutamakan tabungan untuk daftar KKN daripada membeli smartphone yang belum tentu menyumbangkan setengah saja syarat untuk maju ujian skripsi, mungkin kita tidak akan berpikir dua kali untuk tergoda kekinian.



3. Terlalu banyak uang
Sebenarnya ini relatif sih, maksud saya, ada saat di mana kita mendapat rezeki dan saat itu pula kita bisa membeli apa saja keinginan sesuai keterbatasan uang kita. Misalnya mendapatkan doorprize dari menabung di bank. Otomatis kita ketiban duren runtuh. Bisa beli ini dan itu, apa yang kita dambakan bisa saja jadi kenyataan dengan rezeki itu.
Tapi kadang rezeki yang kita dapat tidak kita pertimbangkan untuk membeli barang-barang atau memenuhi kebutuhan sebenarnya. Kita terfokus pada apa yang terlalu amat sangat kita inginkan, dan wajar... sifat manusia yang memiliki keinginan yang tak terbatas.


So guys, thinks twice to make sure your choice.
What are you need or you want to :)
Kadang yang kita inginkan belum tentu yang kita butuhkan, tapi apa yang kita butuhkan pastilah menjadi apa yang kita inginkan :)
Keep your best choice friends



Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.