This is Why I am So Afraid To Lose You!
Untuk kesekian kalinya saya bertanya dalam hati bagaimana cinta menjadi salah satu bagian terpenting yang menjadikan saya lebih baik dari hari ke hari dan merasa penuh dicintai.
Cinta yang saya rasakan ingin saya jaga dengan sebaik-baiknya, oleh karena itu jangan salahkan saya jika posesif itu ada, dan cemburu itu kuat dan keras.
Siapapun, tidak merasa senang bila cintanya ternyata sedang asik dengan orang lain, walaupun teman sekalipun. Katakan saja saya gila karena terlampau cemburu, atau posesif dan tidak pengertian. Apa salah saya menjaga cinta saya?
Karena saya cinta, saya lebih tak rela dia jatuh pada pelukan orang lain.
Saya tak perlu dimengerti. Cukup cintai saya, dan saya tidak akan banyak Siaga 1.
Lain hal kalau cinta itu memang tidak mencintai lagi. Seperti kata Sujiwo Tejo:
"Sekuat apapun kamu menjaga,
Yang pergi akan tetap pergi.
Sekuat apapun kamu menolak,
Yang datang akan tetap datang.
Semesta memang kadang senang bercanda."
Dengan cara apapun mempertahankan cinta yang diinginkan, bila hatinya tak lagi saya, apa daya saya??
Lebih sulit mencari orang yang mencintai kita dibandingkan kita mencintai orang lain. Jangan lepaskan jika cintanya sudah begitu tulus. Cintai, walau orang berkata apa, karena yang menjalani cukup saya dan dia. Lupakan masalah posesif dan cemburu, jika dia memang cinta, hal buruk apapun tak akan mendekat.
Semoga...
Semoga, di ujung sana harapan yang terlampau besar untuk dia yang mencinta benar-benar terwujud, bahwa... walau orang tak mengikhlaskan atau menyetujui, yang kita jalani adalah yang kita yakini.
Bila akhirnya yang berkata "tidak" adalah Tuhan, cukup untuk berpaling dengan bahagia. Bahwa cinta yang semurni embun telah tersimpan di suatu ruang dalam hati, walau akhirnya tak memiliki.
Tolong jaga cinta ini.
Siapa.
Komentar
Posting Komentar