Postingan

MANISNYA HIDUP HANYA KITA YANG MENENTUKANNYA

ABABIL. that's mean is ABG Labil. Hahahaha, terima kasih untuk orang-orang/ para remaja di luar sana yang dengan peluhnya menciptakan istilah satu itu. Sekarang lagi nge-trend bahasa begituan, dan tak dipungkiri bahwa kadang aku menggunakan bahasa seperti itu. Singkatnya, bahasa itu telah memberi warna baru untuk para muda di muka dunia ini (terutama tempatku menghela napas ini). Aku masih mengingat-ingat kata-kata yang sekarang lagi nge-in . tapi sepertinya agak susah buatku yang sekarang mulai melemah ingatannya. Tapi tak apalah, semoga kata-kata itu bukan hanya menambah warna, tapi keceriaan dalam setiap kata yang tersambung ::) Begitu banyaknya warna dalam hidup ini, tapi sayang aku tak bisa membalur semua warna itu dalam setiap lembar kehidupanku seiring berjalannya waktu. Aku menjadi tua, rapuh dan akan kehilangan tenaga. Bahkan warna dan cahaya silauku akan redup tanpa sepengetahuan diriku ini. Mungkin semua orang, tak terkecuali diriku, takut akan datangnya hari tua....

Darah Lebih Kental Daripada Air

Gambar
Petuah bijak yang satu ini benar-benar mengena di hatiku, dan aku memang tak bisa menyangkalnya "Darah lebih kental dari air" Memang mungkin kalau ditanya siapa orang yang paling kita cintai, sebagian dari kita tak akan segan menjawab: Si Pacar. Tapi tau gak kita, seberapa besar cinta pacar kita terhadap diri kita? Apakah dia juga begitu mencintai kita melebihi apapun, rela melakukan segala hal berbahaya dan mengorbankan segala sesuatu hanya untuk kita ? Apa kita sudah meyakini satu hal bahwa dia benar-benar mencintai dan mengasihi kita dengan ketulusan yang lebih dari ayah/ibu atau saudara-saudari kita? Sebelum kita mengenal cinta, kita telah diberikan cinta dan kasih sayang tanpa balas oleh seorang ibu, ayah dan tak pelak kakak/adik kita. Mereka begitu mencintai kita lebih dari apapun, memperhatikan kita seperti perhiasan mahal dan berharga, menjaga kita agar tak ada satu lecetpun di tubuh kita. Orangtua dan saudara kita tak pernah perhitungan dalam memberikan ka...

CINTA Membodohi Diri Ini

Gambar
ada kata-kata yang terngiang di kepalaku "Kau sudah dibodohi oleh cinta" Hmmmp, katanya sepele, tapi ternyata punya maksud yang begitu menusuk sanubari ini. Aku benar-benar baru memikirkan dan menyadari akan hal tersebut. Selama ini aku kemana? Kenapa aku tak menyadari itu lebih cepat? Kenapa aku begitu terpaku dengan hal rumit yang disebut "cinta" itu? Satu jawaban saja: AKU BENAR-BENAR DITIPU OLEH CINTA ITU!!! Aku berusaha mati-matian mengejar cinta itu, aku berkeringat dan menahan malu untuk bisa meraih cinta itu di pelukanku, dan bahkan aku menerima setiap perlakuan, baik ataupun buruk perlakuan itu. Itu karena aku sama sekali belum menyadari, bahwa mencintai itu tak cukup hanya dengan perasaan, tapi juga dengan otak. Dan selama itu pun aku telah dibutakan CINTA! I'm So Stupid in LOVE !!! Ingin ku menertawakan diriku sendiri, yang hanya berambisi pada cinta yang pada kenyataannya belum tentu membawa kebahagiaan. Kenapa aku begitu terobsesi den...

Be Here

Gambar
Lama gak nampang... Huffft, sibuk beud ! Sebelum itu aku hanya mau bilang Puji Tuhan, setelah sekian lama , dari satu detik dan satu detakan jantung, 1 menit dari puluhan kedipan mata, 1 jam dari desiran darah dalam tubuh dan satu kesempatan untuk merasakan kesegaran oksigen hari ini. Sesuatu yang sangat penting, tapi kadang dilupakan. Aku mengucap syukur pada-Nya, Sang Allah yang begitu setia melindungi para umat yang berseru pada-Nya. Dia selalu memberikan kelegaan pada domba-domba peliharaan-Nya. Sebelum itu aku ingin membeberkan sejumlah kegiatan super duper ribet yang harus ku hadapi akhir-akhir ini. Pertama, mengurus Surat Keterangan Hasil Ujian atau SKHU, terus KTP (yang ini benar-benar pengorbanan, soalnya aku sampe injak-injakan sama orang-orang), dan akhirnya mempersiapkan diri untuk SNMPTN ujian tertulis (kalo yang ini, aku sama sekali gak punya persiapan). Hari ini aku selesai mengikuti SNMPTN jalur tertulis. Dan sampai saat aku duduk mengetik tulisan inipun,...

TAK MAU ...

Kata orang juga apa... Penyakit galau seseorang akan kumat saat malam hari , dan aku mulai merasakannya malam ini. Sebenarnya aku tak ingin mengatakan ini, tapi entah kenapa aku jadi merasa dia bukanlah orang yang tepat untukku. AKU TELAH SALAH MEMILIH ORANG UNTUK DICINTAI. Aku berusaha mencintainya dengan sepenuh hati ini, membiarkan semuanya takluk karena rasa sayangku, mulai dari jarak, waktu dan tenaga untuk bisa menahan kepedihan saat dia tak ada di dekatku. Aku ragu padanya, bukan karena takut dia main belakang dariku, tapi karena aku takut dia tak benar-benar membalas cintaku. Aku bukan wanita kuat yang dengan mudahnya menerima kenyataan bahwa diriku tak dicintai dan akhirnya memutuskan hubungan dan mencari pengganti yang dirasa lebih mampu memberikan cinta padaku setiap harinya. Aku begitu rapuh di dalam sini, di dalam hati ini. Aku terlarut-larut dalam kesedihan dan keheningan yang menerpaku setiap kali aku terduduk mengingat dirinya. Kami sama-sama melakukan kesal...

Long Time No See

Waktu sudah berlalu begitu lama, sangat tak terasa ... bahkan saat inipun aku belum membayangkan kalau aku akan menjadi seorang MAHASISWA . Oh man! Mahasiswa ... Yups, 26 Mei lalu aku telah menerima pengumuman kelulusan SMA, dan puji Tuhan aku telah berhasil menamatkan pendidikan di masa Putih Abu-abu itu. Plong banget setelah tau aku telah lulus. Semua berkat dukungan dan doa dari kedua orangtuaku, yang dengan kesabaran dan ketulusan telah mengasuhku selama ini. Mereka begitu peduli dengan diriku ini, walau kadang aku memang orang yg lebih banyak melawan mereka :( Thank you My Beloved Parents. juga big thanks untuk kakak-adikku tercinta. Tak dipungkiri, aku merasa bahagia dengan semua yang telah kucapai 3 tahun belakangan ini. Tapi memang masih ada rasa kehilangan di hati ini. Kami, teman-teman yang telah bersama selama 3 tahun harus berpisah untuk melangkah ke tujuan masing-masing . Semalaman aku menangis saat mengingat semua temanku dan kenangan tentang kami. Tak ada yan...

Aku Belok Kiri, Kau Belok Kanan

Sudah hampir sebulan setelah menjalani Ujian Nasional ... Hari-hari yang terlewati terasa begitu cepat, tak dapat ditahan dan dihentikan walau dalam sedetik... Kenangan-kenangan itu perlahan mulai pudar dengan semua kesibukan yang dijalani satu sama lainnya demi masa depan dan impian. Aku hanya terpaku di tempatku dan bergumam : "Tak terasa yah, begitu cepatnya" Kadang aku ingin mengisakkan perpisahan yang akan ditemukan di jalan ke depan saat kita menapaki hari-hari kita nanti, saat kita tahu bahwa pilihan kita membawa kita pada jalan yang berbeda, aku belok ke kiri dan kau belok ke kanan. Teman, waktu saat kita bersama terasa begitu berharga, tak dapat dibeli dengan apapun... hanya bisa menjadi kenangan dalam diri kita, yang nantinya mungkin akan kita ceritakan pada orang lain di kehidupan yang berbeda pula bahwa kita pernah melewati begitu banyak waktu bersama, begitu banyak keadaan bersama dan begitu banyak kata-kata yang tak tertoreh dalam kertas apapun. ...