Postingan

Magang: Face The Real Job???

Gambar
Insomnia membuat saya susah tidur malam ini saudara-saudara. Sudah banyak aktivitas dari pagi tadi (gak banyak sih, cuman ke kantor buat magang), dan sudah merasa ngantuk tadi siang, punya waktu buat tidur juga, tapi malah gak tidur karena ada perbaikan jalan pas depan rumah, dan saya dengan terpaksa hanya bisa meratapi kebisingan yang membuat saya terjaga. Akhirnya, sudah semalam ini (lirik jam di pojok kanan laptop udah pukul 23.24) dan saya masih stay tune di sini.... Pengaruh internet juga kayaknya, saya masih setia nge-blog, facebook-an, dan berbagai hal yang berhubungan dengan social media. Oh God! Jangan bahas socmed, saya lagi sensitif! Socmed bikin saya hipertensi, bikin saya cepat terpancing emosi dan bikin saya kepo! Ya, paling terakhir itulah yang membuat saya hipertensi dan emosian gak jelas, karena kepo. Masalah kepo berujung pada hal yang sebenarnya tak ingin diketahui tapi terlanjur kita ungkap sendiri. Anyeeeeng bener kan? Skip masalah kepo.... Saya ingin memba...

Don't You Remember?

Gambar
Hello good people ... Hello October :) Akhirnya, dengan penuh keyakinan aku mengetik keyboard laptop usangku lagi. Ingin mengatakan "spadaaaaaa... anybody home?" :) Oke, aku cukup senang kali ini bisa menulis di blog lagi. Sangat, not cukup! Karena... aku punya banyak cerita untuk di-share, aku punya banyak kisah untuk dipublikasi dan dibaca (oleh diriku sendiri tentunya, haha). Tapi kali ini tak banyak yang aku sampaikan, berhubung harddisk eksternal yang sangat kukasihi dan kukagumi (karena menampung seribu giga byte film-film keren yang entah kenapa kusimpan terus di HD itu) malah nge-hang. Sumpeh, aku bela-belain bersabar untuk mempunyai waktu dan tempat yang tepat serta hati yang terbuka dan ikhlas untuk menulis postingan dan malah .... hang? Ke laut lah.. Bukan hanya film ding, ada foto-foto KKN-ku, yang seriously absolutely really really important. Ape dikate, file penting itu ditiup angin, disapu ombak, ditelan waktu dan aku tak punya memory indah selama KKN!!! Seb...

Ini Kisahku: Batman Sang Superhero

Ini kisahku... Tak ada yang mendengar tangisanku, walau aku terus meraung menandakan sakit yang begitu sangat. Tak ada yang menoleh melihatku, ketika dengan keras aku tersungkur jatuh karena goyah yang melingkupi rangka tulang-tulangku. Tak ada yang membelai tubuhku lembut, laksana angin segar saat kau merasa begitu tersiksa dan terikat tak terlepas. Tak ada yang bertanya: "kenapa?" karena mereka begitu sibuk dengan kesibukan itu sendiri. Aku terlalu lelah untuk sekedar angkat suara, menceritakan kisahku yang kini semakin buram. Buram seperti pandangan mataku bila tak memakai kacamata. Lelah, yang berarti aku tidak ingin melakukan apapun karena aku terlalu lemah dalam satu helaan napas saja. Kenapa lelah ini tak kian pergi? Kenapa datangnya lama sekali? Padahal, aku menunggu hingga berjuta detik lama, memejamkan mata dan mengusir lelah ini. Tapi dia tak tahu diri! Dia tak mau sirna.. Bahkan datangnya lebih kejam lagi dari pada yang sudah-sudah. Apa aku terlalu mud...

Menunggu (Tidak) Begitu Menyiksa

Gambar
Penantian yang tak terbalaskan... Semakin menunggu dan semakin tidak pasti kapan akhir penantian tersebut, terlalu lama, terlalu melelahkan. Sepertinya aku akan dibunuh oleh waktu saja. Entah waktu untuk berhenti menunggu itu kapan, aku selalu menghitung detik-detik itu. Hal yang lebih banyak menghujam rasa jenuh ku dan merambat hingga kelopak mataku, membuatku terkantuk dibuatnya. Aku letih untuk berkata "kapan pulang?" Dan aku lelah untuk mendengar "entah kapan..." Mungkin bagimu ini tidak terlalu sulit, karena yang kamu lakukan adalah kesibukanmu yang membuatmu tak banyak memikirkanku. Akupun begitu, lebih banyak berusaha menyibukkan diri untuk tidak terlalu menungguimu dalam kesunyianku. Menunggu itu rindu.. Kau akan tahu betapa rindunya dirimu pada dia, saat dia pergi. Aku merasakannya, rindu yang bergejolak seperti ombak. Rindu yang berdentum keras seperti genderang. Dan rindu yang menohok, menandakan ketidakhadirannya begitu membuat dirimu h...

Think Twice To Make Sure Your Choice

Gambar
Memutuskan mana yang lebih dibutuhkan ketimbang yang lebih diinginkan... Kadang saya terjebak di antara kedua pilihan sulit tersebut, apa saya harus memilih sesuatu yang sangat saya inginkan dan mengesampingkan apa yang sangat saya butuhkan, ataukah memprioritaskan apa yang saya butuhkan daripada apa yang saya inginkan saat itu. Untuk membuat pilihan-pilihan tersebut, saya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan menonton berpuluh-puluh episode Drama Korea. Beberapa faktor yang membuat saya banyak berpikir untuk memilih adalah: 1. Yang saya inginkan belum tentu yang saya butuhkan. Beberapa saat lalu saya benar-benar menginginkan sepatu Nike, dan hal itu membuat saya mempertimbangkan untuk membelinya atau tidak selama beberapa minggu dan yahh, saya semakin terombang-ambing dengan pilihan saya. Ini karena saya sudah memiliki lebih dari 10 pasang sepatu di rumah saya yang setengah darinya tidak saya pakai (bukan karena tidak muat, ukuran kaki saya tidak akan bertambah lag...

Finally, I am Gone :)

Gambar
Masih sempatkah hati itu memikirkanku? Kala bayangmu memenuhi seluruh ruang di dalam pikiranku, terkadang aku menjadi malu dengan semua penantian ini. Apa kau masih yang sama? Apa kau masih yang dulu? Aku malu bila terlalu memaksa perasaan rinduku seorang diri, sedangkan kamu tidak. Apakah aku begitu agresifnya? Apakah semua ini hanya suatu bentuk keegoisanku saja? Aku tak meminta lebih padamu, untuk sama-sama memikirkan kita. Aku pun tidak memaksa dirimu untuk lebih banyak mengabari diriku ini, semuanya tidak perlu kau anggap sulit untuk dilakukan, karena aku tidak selalu menuntut itu. Mungkin nanti, jika akhirnya kamu tak tahan dengan sikapku ini, kamu boleh pergi dengan sejuta kebisuan. Tak perlu 'selamat jalan' atau 'kamu terlalu baik untukku' Karena itu bukan satu hiburan bagiku kelak. Itu akan menambah keluhku terhadapmu, menambah benciku yang semula adalah kasih. Biarlah dengan diammu, aku menjadi tegar dan berdiri sambil tersenyum, melambai...

Sebisa Mungkin Aku Bertahan

Gambar
Sebisa mungkin aku bertahan... Hati ini tak banyak menuntut, juga tidak banyak bertanya.  Jika harus banyak menuntut, aku takut itu akan membuat dia menjauh dan semakin menenggelamkan diriku pada tuntutan lain yang harus dipenuhi bagaimanapun caranya. Dan jika harus banyak bertanya, aku takut... takut kalau jawabannya nanti sungguh amat mengecewakanku. Aku takut nantinya jawaban itu membawaku pada arah yang tidak seharusnya, atau membuatku tergores akibat pertanyaan-pertanyaanku. Kadang aku mencari tahu sendiri, mencari tahu bagaimana keadaannya, bagaimana kabarnya di sana, atau sekedar mencari tahu apakah dia sibuk hingga tak membalas pesanku ataukah dia hanya sedang tertidur pulas akibat kelelahan. Aku tak cukup mengerti orang lain, aku juga tak bisa jadi orang pengertian. Itu terlalu keibuan buatku, aku hanya bisa melihat dan memperhatikan dari jauh. Tersenyum dengan setiap polah, bak mentari menatap rerumputan yang berayun lemah ditiup angin. Sebisa mungkin aku ...