Sebisa Mungkin Aku Bertahan
Sebisa mungkin aku bertahan...
Hati ini tak banyak menuntut, juga tidak banyak bertanya.
Jika harus banyak menuntut, aku takut itu akan membuat dia menjauh dan semakin menenggelamkan diriku pada tuntutan lain yang harus dipenuhi bagaimanapun caranya.
Dan jika harus banyak bertanya, aku takut... takut kalau jawabannya nanti sungguh amat mengecewakanku. Aku takut nantinya jawaban itu membawaku pada arah yang tidak seharusnya, atau membuatku tergores akibat pertanyaan-pertanyaanku.
Kadang aku mencari tahu sendiri, mencari tahu bagaimana keadaannya, bagaimana kabarnya di sana, atau sekedar mencari tahu apakah dia sibuk hingga tak membalas pesanku ataukah dia hanya sedang tertidur pulas akibat kelelahan.
Aku tak cukup mengerti orang lain, aku juga tak bisa jadi orang pengertian. Itu terlalu keibuan buatku, aku hanya bisa melihat dan memperhatikan dari jauh. Tersenyum dengan setiap polah, bak mentari menatap rerumputan yang berayun lemah ditiup angin.
Sebisa mungkin aku bertahan,
Kalaupun kamu tak kunjung membaca arti hatiku padamu, yang terenda rindu namun tak punya cukup keberanian untuk mengungkapnya. Atau diri ini, yang coba mendekat namun terlalu rapuh untuk bilang betapa dia memendam rindu untuk dirimu seorang, yang entah kapan akan menyadari itu.
Hingga saat-saat seperti ini pun tiba.
Kamu entah kemana, dan aku haru merana.
Aku punya banyak spekulasi dalam lubuk hati ini, yang berkecamuk bak lirik lagu Judika. "Malaikat, dan Setan"
Sungguh benar, ada yang membisikkan padaku bahwa kamu sudah tidak mengingat diriku lagi. Kamu asik sendirian, kamu asik menyapa orang lain. Kamu terlalu asik hingga kamu tidak mengetahui betapa aku asik menunggu kabarmu sambil melihat-lihat handphone tiap detiknya.
Ada pula yang berbisik bahwa kamu terlalu lelah untuk memberikan kabar. Kamu masih terkendala begitu banyak tugas dan harus diselesaikan secepatnya.
Apa dayaku?
Aku terdiam.
Sudah kubilang dari awal tadi, aku tidak cukup berani untuk bertanya keadaanmu saat ini. Semuanya itu mengerikan bagiku.
Hanya menunggu. Penantian dalam dan tidak pasti.
Tapi aku melakukannya.
Karena bagaimanapun, aku ingin bertahan... Sampai kapanpun...


Komentar
Posting Komentar