Finally, I am Gone :)
Masih sempatkah hati itu memikirkanku?
Kala bayangmu memenuhi seluruh ruang di dalam pikiranku, terkadang aku menjadi malu dengan semua penantian ini. Apa kau masih yang sama? Apa kau masih yang dulu?
Aku malu bila terlalu memaksa perasaan rinduku seorang diri, sedangkan kamu tidak.
Apakah aku begitu agresifnya?
Apakah semua ini hanya suatu bentuk keegoisanku saja?
Aku tak meminta lebih padamu, untuk sama-sama memikirkan kita.
Aku pun tidak memaksa dirimu untuk lebih banyak mengabari diriku ini,
semuanya tidak perlu kau anggap sulit untuk dilakukan, karena aku tidak selalu menuntut itu.
Mungkin nanti,
jika akhirnya kamu tak tahan dengan sikapku ini,
kamu boleh pergi dengan sejuta kebisuan.
Tak perlu 'selamat jalan' atau 'kamu terlalu baik untukku'
Karena itu bukan satu hiburan bagiku kelak.
Itu akan menambah keluhku terhadapmu, menambah benciku yang semula adalah kasih.
Biarlah dengan diammu, aku menjadi tegar dan berdiri sambil tersenyum, melambaikan tangan tanda perpisahan ini.
Biarlah dengan kebisuan itu, kita akhirnya tidak menghadapi perang nyata untuk mempertahankan ego atau kenaifan masing-masing.
Mungkin aku memang cemburu,
mungkin aku selalu curiga.
Tapi apalah dayaku jika itu satu-satunya hal yang terbersit tiap kamu jauh dariku...
Aku luka, aku perih.
Tapi bayangmu pun tak mampu membuat semuanya lebih baik.
Hanya tinggal penantian, yang tak dihargai.
Dan semakinku menanti, semakin waktuku habis terbuang.
Penantian kosong dan semu, aku abadikan untukmu saat ini juga.
Mungkin kamu akan sadar sudah tak ada yang menantikanmu lagi.
Bila saat itu tiba,
saat kamu berbalik dan mencariku,
kamu hanya melihat punggungku yang semakin menjauh.
Maaf untuk keegoisan ini, karena aku lelah menanti.
Aku lelah menunggu sesuatu yang menyakitkan.
Pergi adalah akhir dari semuanya,
kala aku ingin lebih baik dari sebelumnya,
melupakan segala yang pernah kucoba rajut bersama...
Akhirnya hanya tinggal kepingan yang tlah lalu.
Menyesal?
Mungkin iya... tapi, itu hanya hiasan untuk menjadi sedikit manusiawi.
Namun yang pasti, sedikit goresan buatmu sudah cukup dibanding ratusan luka yang tak terobati ini.
(L.M)


Komentar
Posting Komentar