Just Be The Peace Maker
Saya masih kebingungan dengan perdamaian yang kita bahas sekarang ini saudara-saudara. Oke, ini ruang untuk kita berbagi. Saya akan mengungkapkan apa yang ingin saya katakan, dan ini adalah hak saya sendiri.
Semua orang ingin hidup damai, ingin menciptakan perdamaian dan hidup dalam perdamaian itu. Namun yang jadi catatan kaki adalah: perdamaian seperti apa yang sebenarnya kita inginkan dan ciptakan?
Saat kita merasa hidup kita nyaman, saat tak ada yang menekan dan mengekang kita, saat hidup ini lebih bebas dari pada yang dirasakan, dan saat akhirnya kita sadar bahwa hidup kita tak sebatas ujung jari kita saja.
Perdamaian lebih dari pada kita tersenyum saat memandang orang lain atau saat kita membantu orang lain. Perdamaian itu lebih dari hal mencari dan memberikan, namun lebih pada apakah hati kita sanggup menerima dan memupuk.
Ada begitu banyak kenyataan yang tak terkuak ke permukaan hanya karena kita menganggap kita tidak mendapat perdamaian. Yahh, siapapun bisa menilai dan menyalurkan segala aspirasinya.
Negara kita negara demokrasi kok, terlalu amat sangat bebas untuk setidaknya memberikan pendapat. Kenapa kita tidak memanfaatkan itu sebaik-baiknya?
Inilah yang kadang kita salah pahami. Orang kira dengan memiliki kebebasan seperti ini (mengutarakan pendapat) apapun bisa saja dikatakannya.
No, dude!
Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini, bukan dengan menilai hanya pada satu sudut pandang saja. Kita tidak sedang membela tim mana di final Piala Dunia, kita sedang berusaha mengungkapkan segala keluh kesah kita dalam bentuk orasi, tapi bukan orasi anarkis dan sebagainya. Hanya orasi dengan kata-kata.
Apa jadinya kalau kesempatan yang kita miliki ini hanya dipakai mengejek, mencari kesalahan dan kekurangan orang lain, hingga menyalahkan seseorang/ satu pihak hanya karena melihat satu kasus yang muncul di permukaan???
Oke, oke, mungkin kali ini saya bicara terlalu berapi-api. Hahahah :)
Saya sebenarnya tidak ingin ambil pusing dengan pendapat-pendapat yang dilontarkan. Itu murni hak masing-masing orang. Tapi dengan berjalannya waktu, pendapat yang kemukakan bukan lagi bentuk pendapat sebagai masukan dan saran untuk perbaikan ke depannya, namun lebih kepada menyudutkan dan mencari-cari kesalahan orang lain. Tak ayal, malah bikin fitnah di mana-mana -_-
Prihatin dengan sikap seperti ini.
Well, mau bagaimana lagi. Ini bukan zaman penjajahan atau komunisme. Segala sesuatunya serba freedom.
Beberapa hal yang cukup membuat saya speechless adalah segala pendapat dan kata-kata yang di-posting di social media. Semuanya.... benar-benar .... membuat mata saya hampir keluar dari tempatnya. Saya cukup 'berbinar-binar' dengan banyaknya postingan komentar maupun tweet di socmed yang tidak memberi pencerahan namun menambah konflik.
Hello guys,
untuk apa semua itu?
Kenapa tiap hari kita menuntut adanya perubahan, adanya perbaikan yang berarti, yang lambat laun bisa mensejahterakan kita dan membuat kita lebih baik sedangkan kita sama sekali tidak ingin berubah dan malah menjadi-jadi???
Kenapa pada akhirnya hal yang kita terima sebagai berkah malah kita salah gunakan dan merusaknya?
Kenapa kita tidak mensyukuri segala perbedaan untuk saling melengkapi tapi malah menghujat dan mencari kekurangan masing-masing?
Ini tidak memberi nilai tambah apapun dalam kehidupan kita guys.
Saat kita ingin berubah, apakah dari nurani kita telah tergerak untuk melakukan hal yang baik dan benar walau hanya sekali saja?
Atau setidaknya kita tidak terdorong untuk melakukan hal yang salah dan ceroboh.
Kalau kita hendak menuntut, kita perlu ingat bahwa ada sesuatu yang harus dikorbankan. Itu akan menguras keringat, tenaga bahkan air mata.
Kalau kita ingin segalanya berubah, kita perlu tahu bahwa segala sesuatu ada akibatnya. Tidak mungkin kita melakukan sesuatu yang tak mendatangkan akibat. Pada akhirnya, kita akan membuat satu pilihan untuk meminimalisir akibat terburuk.
Mulailah dari hal yang kecil, setidaknya yang mampu kita lakukan. Misalnya dengan tidak men-judge salah satu pihak karena kesalahan atau kekurangan di masa lalu atau masa sekarang. Bebas menilai, tapi secara rasional dan tidak memihak (kayaknya sulit sekali melakukan hal ini).
Mari kita coba :)
If you never try, you'll never know.
Semua orang ingin hidup damai, ingin menciptakan perdamaian dan hidup dalam perdamaian itu. Namun yang jadi catatan kaki adalah: perdamaian seperti apa yang sebenarnya kita inginkan dan ciptakan?
Saat kita merasa hidup kita nyaman, saat tak ada yang menekan dan mengekang kita, saat hidup ini lebih bebas dari pada yang dirasakan, dan saat akhirnya kita sadar bahwa hidup kita tak sebatas ujung jari kita saja.
Perdamaian lebih dari pada kita tersenyum saat memandang orang lain atau saat kita membantu orang lain. Perdamaian itu lebih dari hal mencari dan memberikan, namun lebih pada apakah hati kita sanggup menerima dan memupuk.
Ada begitu banyak kenyataan yang tak terkuak ke permukaan hanya karena kita menganggap kita tidak mendapat perdamaian. Yahh, siapapun bisa menilai dan menyalurkan segala aspirasinya.
Negara kita negara demokrasi kok, terlalu amat sangat bebas untuk setidaknya memberikan pendapat. Kenapa kita tidak memanfaatkan itu sebaik-baiknya?
Inilah yang kadang kita salah pahami. Orang kira dengan memiliki kebebasan seperti ini (mengutarakan pendapat) apapun bisa saja dikatakannya.
No, dude!
Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini, bukan dengan menilai hanya pada satu sudut pandang saja. Kita tidak sedang membela tim mana di final Piala Dunia, kita sedang berusaha mengungkapkan segala keluh kesah kita dalam bentuk orasi, tapi bukan orasi anarkis dan sebagainya. Hanya orasi dengan kata-kata.
Apa jadinya kalau kesempatan yang kita miliki ini hanya dipakai mengejek, mencari kesalahan dan kekurangan orang lain, hingga menyalahkan seseorang/ satu pihak hanya karena melihat satu kasus yang muncul di permukaan???
Oke, oke, mungkin kali ini saya bicara terlalu berapi-api. Hahahah :)
Saya sebenarnya tidak ingin ambil pusing dengan pendapat-pendapat yang dilontarkan. Itu murni hak masing-masing orang. Tapi dengan berjalannya waktu, pendapat yang kemukakan bukan lagi bentuk pendapat sebagai masukan dan saran untuk perbaikan ke depannya, namun lebih kepada menyudutkan dan mencari-cari kesalahan orang lain. Tak ayal, malah bikin fitnah di mana-mana -_-
Prihatin dengan sikap seperti ini.
Well, mau bagaimana lagi. Ini bukan zaman penjajahan atau komunisme. Segala sesuatunya serba freedom.
Beberapa hal yang cukup membuat saya speechless adalah segala pendapat dan kata-kata yang di-posting di social media. Semuanya.... benar-benar .... membuat mata saya hampir keluar dari tempatnya. Saya cukup 'berbinar-binar' dengan banyaknya postingan komentar maupun tweet di socmed yang tidak memberi pencerahan namun menambah konflik.
Hello guys,
untuk apa semua itu?
Kenapa tiap hari kita menuntut adanya perubahan, adanya perbaikan yang berarti, yang lambat laun bisa mensejahterakan kita dan membuat kita lebih baik sedangkan kita sama sekali tidak ingin berubah dan malah menjadi-jadi???
Kenapa pada akhirnya hal yang kita terima sebagai berkah malah kita salah gunakan dan merusaknya?
Kenapa kita tidak mensyukuri segala perbedaan untuk saling melengkapi tapi malah menghujat dan mencari kekurangan masing-masing?
Ini tidak memberi nilai tambah apapun dalam kehidupan kita guys.
Saat kita ingin berubah, apakah dari nurani kita telah tergerak untuk melakukan hal yang baik dan benar walau hanya sekali saja?
Atau setidaknya kita tidak terdorong untuk melakukan hal yang salah dan ceroboh.
Kalau kita hendak menuntut, kita perlu ingat bahwa ada sesuatu yang harus dikorbankan. Itu akan menguras keringat, tenaga bahkan air mata.
Kalau kita ingin segalanya berubah, kita perlu tahu bahwa segala sesuatu ada akibatnya. Tidak mungkin kita melakukan sesuatu yang tak mendatangkan akibat. Pada akhirnya, kita akan membuat satu pilihan untuk meminimalisir akibat terburuk.
Mulailah dari hal yang kecil, setidaknya yang mampu kita lakukan. Misalnya dengan tidak men-judge salah satu pihak karena kesalahan atau kekurangan di masa lalu atau masa sekarang. Bebas menilai, tapi secara rasional dan tidak memihak (kayaknya sulit sekali melakukan hal ini).
Mari kita coba :)
If you never try, you'll never know.
Let's make peace for each other. May you and me can be the peace maker, or someone who not being messing up the world. Let's be the person who always respect each other with rationality :)
Let's create a peace atmosphere in the world :)
Let's create a peace atmosphere in the world :)
adios~~
Komentar
Posting Komentar