WE ARE DIFFERENT , BUT ONE NATION
Saya sudah berlibur cukup lama dan guess what ? Liburan membiat berat badan saya bertambah .. sekian haha :D
Cukup excited dengan banyak hal yang terjadi belakangan ini . Mulai dari Pemilihan Presiden , Final World Cup 2014 , ada banyak berita yg muncul seputar serangan Israel ke Gaza hingga jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17.
Okay , beberapa kejadian tersebut sama sekali bukan berita baik . Lebih banyak berita yg menunjukkan adanya bencana di mana-mana.
Oleh siapa ? Karena siapa ? Kenapa harus terjadi..
Kalau kita menilik sedikit mengenai Pilpres, kita akan menemui berbagai berita, pendapat hingga hoax yang memperlihatkan adanya modus provokasi.
Tak ayal kadang saya mendengar ada orang yg saling bermusuhan karena memiliki pilihan yang berbeda. Come on guys, apa sih yang perlu diributkan dari pilihan kita masing-masing. Bukankah kita tahu sendiri bahwa kita punya hak suara yang bagaimanapun tidak bisa dibatasi oleh hubungan kariv kita.
Bolehlah kita sedikit mengajak teman atau keluarga untuk memilih yg dirasa benar dan tepat, tapi ta selamanya hal itu untuk merusak hubungan baik kita.
Apalagi sampai galak-galak membela calon yg dipilih. Emang sodara ya? Kenal aja enggak kan? :D
Saya sih tidak terlalu merasa harus menbabi buta dalam menjunjung tinggi calon pilihan saya. Saya respect pada kedua calon, karena siapapun yg terpilih nanti, dialah presiden kita. Dia pemimpin kita dab kita harus menerima itu. Mungkin yang kita pilih memang tidak harus memimpin negara namun aspirasi yang dicanangkannya bisa menjadi masukan berharga bagi kita semua maupun pemimpin yang terpilih nanti.
*Eah bijak*
Ada beberapa hal yang cukup membuat telinga saya terganggu. Yang pertama, pembelaan untuk calon presiden yang dipilih terkesan benar2 berunsur SARA.
Cukup kecewa dengan sikap kita yang masih dengan gamblangnya bersikap rasis. Sebenarnya tak salah mengutamakan suku atau agama. Namun apa kita harus berlaku seperti itu ketimbang memikirkan bagaimana nasib negara lita ke depannya.
Saya yakin ini terlalu muluk tapi saya yakin kita dari hati terdalam juga memiliki pemikiran seperti itu.
Yang ingin saya tekankan adalah bahwa kita adalah bangsa yang plural, baik suku, agama dan ras.
Tidak dipungkiri bahwa hal itu menimbulkan perbedaan yang benar2 dirasakan siapapun masyarakat Indonesia.
Saya hidup d provinsi Nusa Tenggara Timur dan di dalamnya terdapat begitu banyam suku. Rote, Timor, Sabu, Flores, Sumba, Alor dan banyak suku pendatang seperti Jawa dan lainnya. Begitu banyak suku hingga kami saling merasa perbedaan itu. Tapi, taukah kita apa yang paling berharga dari perbedaan itu?? Akhirnya dari hal itu kita dapat merasakan kebersamaan dalam keberagaman..hal yang kadang tidak dirasakan oleh orang lain di tempat lain :)
Betapa baiknya bila kita dengan rasa penghargaan begitu menjaga keberagaman itu.
Di mana lagi negara yang punya banyak suku bangsa? Yang begitu unik dam beragam?
Kalau masih ada pun, saya rasa itu tidak seindah yang kita temui di negeri kita , tanah air pusaka kita ini... :)
Kedengaran nasionalis sekali ya?
Tidak. Saya tidak sedang ingin menunjukkan bahwa saya cukup nasionalis. Namun saya hanya ingin mengungkapkan kelebihan negara kita tercinta.
Mungkin akibat liburan kali ini saya banyak merenung dan memahami seberapa bersyukurnya saya lahir di tanah air ini... Tanah air yang kata orang "tongkat kayu batu jadi tanaman".
Itu fakta.
Kalo kita banyak merenung (seperti saya sekarang ini wkwk).
Oke , mungkin postingan kali ini cukup sekian.
Adios~
Komentar
Posting Komentar