KAPAN PENYESALAN DATANG DI SAAT YANG TEPAT?

Saat saya menulis ini, pikiran saya sedang tidak di tempatnya, dia sedang berseliweran ke sana kemari dan entah kapan dapat kembali ke tempatnya semula.
Pikiran saya yang selalu melayang-layang ini tak membuat saya cukup enteng dan cukup tenang. Karena saat inipun batin saya sepertinya ingin pergi entah ke mana.

Banyak kejadian menarik yang telah saya lalui beberapa saat belakangan, yang banyak menyadarkan saya betapa pentingnya dunia saya sekarang ini, tanpa perlu adanya penyesalan.
Penyesalan saya memang ada, banyak malah. Saya kadang merenunginya dan semakin tenggelam dalam penyesalan tersebut. But, until when I sitting in the room and regret all the thing was happened??

Dan akhirnya saya sadar, bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan saya sekarang dan hingga nanti memang sudah harus terjadi. Namun bukan berarti kita harus menerima itu semua sepenuhnya, masih ada banyak kekuatan bagi kita untuk menepis hal-hal yang kita anggap tak boleh terjadi. Dan seharusnya saya memiliki kekuatan itu.

Pernahkah anda merasa sangat menyesal karena telah melakukan sesuatu yang salah? Yang bahkan tidak memberi dampak baik bagi hidup anda?
Ataukah anda pernah menyesali perbuatan anda karena hal baik yang anda lakukan malah membuat anda jatuh terpuruk?

Well, all of that will happen sooner or later..

just do it!

Saya pernah melakukan satu kebaikan, yang membuat orang lain tersenyum. Dan saya sangat senang karena hal itu. Melihat orang lain tersenyum karena kebaikan saya adalah hal yang cukup membuat saya bangga. Namun, seiring berjalannya waktu, saya merasa dia sepertinya tak mengingat bagaimana aku telah berbuat baik padanya. Pepatah "kacang lupa kulit" bahkan tak cukup untuk menggambarkan bagaimana sikapnya itu. Dan saya masih terima-terima saja apa yang terjadi. Tapi, akankah ini berlangsung selamanya?
Semua orang bahkan tidak menaruh respect pada saya, dan itulah yang menjadi awal penyesalan saya. Untuk apa kebaikan saya selama ini?
Dan saya sadar, semuanya telah terlambat.

Saya hanya tak cukup mampu untuk bilang, "saya menyesal"
Itu sangat menyedihkan saudara-saudara. Buat apa saya menyesal untuk hal itu, sudah terlampau jauh kita melangkah dan saya baru menyesalinya sekarang. Cukup menyedihkan. Saya tak ingin mengingat hal-hal yang membuat saya terpuruk. Itu saja.
Namun hal itu tetap membayangi. Saya benci ini.

Ketika orang lain berubah tanpa alasan, yang anda sesali adalah pernah mengenalnya. Penyesalan akan ada, kapanpun di manapun, dengan waktu yang tepat dan rasa sesal yang sangat besar.
Itu akan terjadi, walau kita ingin menghindarinya.

Bahkan pikiranku yang melayang-layang sekarang pun masih merasakan penyesalan itu.
Karena penyesalan itu memang tak pada tempatnya, selalu salah tempat. Kapan anda merasa kalau penyesalan datang di saat yang tepat? Saat anda membutuhkannya, eh?
Never!

Yang anda dan saya rasakan, selamanya, penyesalan tak pernah tepat sasaran. Dia datang salah tempat, waktu dan orang. Yahh, anda bisa mematahkan teori saya ini, tapi ini menjadi fakta yang tak bisa dibendung.

Pernahkah anda menyesal pada saat sedang makan makanan kesukaan anda dan anda sadar sakit anda akan kambuh karena makanan itu? Tidak. Anda akan menyesal setelah anda merintih kesakitan dan terbaring sakit di tempat tidur anda (atau di rumah sakit).
Pernahkah anda menyesal saat sedang hang out dengan teman baik anda dan anda sadar belum mengerjakan tugas? Anda akan menyesal saat deadline tugas itu semakin dekat dan bukan saat anda sedang hang out.

Quote

Itu hal klasik saudara-saudara. Kita semua merasakannya. Hanya saja kita terlalu acuh dengan penyesalan yang akan datang setelah kita melakukan sesuatu. Yang kita utamakan adalah kesenangan kita di awalnya, barulah kita memperdulikan akibat dari yang telah kita dapatkan setelah kesenangan itu.
Sah-sah saja untuk hal seperti ini, maksud saya, kita tak bisa disalahkan hanya karena ingin merasa senang. Semua orang dengan pilihan mereka masing-masing. Pilihan untuk merasa senang terlebih dulu, atau merasa senang belakangan.
Kita hanya tak cukup peka untuk meramalkan apakah yang kita lakukan itu akan membawa penyesalan atau akan berdampak baik untuk kita.

*kata-kata saya bisa dimengerti kan yaa? :/*

Ini berhubung saya sedang berkelana dalam penyesalan dan dunia antah berantah saudara-saudara. Saya berhasil dibuat bingung dengan pilihan saya sendiri. Tapi dari itu semua, saya mengambil hikmah bahwa pilihan kita akan berdampak pada baik atau tidaknya hidup dan masa depan kita.
Let's choose!
*kayak iklan pemilu, eh?*

Tapi, segala penyesalan kita adalah sia-sia.
Apa yang telah kita pilih, yang kita lakukan, sudah terjadi dan terlanjur. Kenapa kita harus melihat ke belakang dan meratapinya lagi? Kita tak ingin menjadi tiang garam kan?
Cukup hanya menyesal, tak perlu melihat ke belakang. Tetap berjalan ke depan.
Semua yang kita lakukan dan menimbulkan penyesalan, sudah cukup jadi alat yang membuat kita lebih kuat. Kenapa kita harus meratapinya???
Sebenarnya, kita telah melakukan apa yang kita mau dan apa yang kita bisa. Penyesalan hanya menjadi tambahan di saat kita sudah puas dengan apa yang kita lakukan. Penyesalan hanya jadi satu noda saat kita mencapai apa yang kita angankan.

Yeah.

 Itu sedikit dari saya :)
Sekian. Adios~~~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.