Gadget Effect (Boom)

Tak disangka, sekarang kita benar-benar up to date dan canggih :D
Kalo dulu masih menganggap komputer adalah barang keramat yang tidak boleh sembarangan disentuh, sekarang mah itu jadi barang tak terpakai yang siap dijual di situs belanja online.
Banyak orang yang sudah tidak gaptek (gagap teknologi) lagi, yang bisa menggunakan dan mengakses segala macam gadget dan barang elektronik dengan begitu mudahnya. Beda dengan zaman SD saya dulu, TV saja masih yang 14 inchi, itupun kalo pencet tombolnya harus penuh perasaan, kalo tidak pasti tutsnya meluncur bebas ke dalam TV dan tak keluar-keluar. Dari situlah saya belajar memperlakukan barang (apalagi barang elektronik) dengan baik. Yahh, dan hasilnya, laptop saya mengalami banyak gangguan. Hahaha, pelajaran dari TV belum mampu mengubah tingkah saya ternyata...

Kalo ngomongin gadget, sekarang udah jadi bahan pembicaraan umum. Hampir sebagian besar orang memegang gadget. Kalau kita jalan ke kiri, eh ada yg pegang gadget OS Android, ke kanan ada yang pegang Iphone, ke belakang ada yang lagi nyengir kuda ke gadget yang dipakein tongsis..
Lumrah sih, setiap orang ingin memiliki gadget. Saya pun begitu :)
Hanya saja, dampak dari gadget itu selalu terbayang-bayang.
Gadget bikin kita terus menatapnya, bahkan kita sampai lupa bicara sama orang di sekitar kita. Kita terlalu sibuk dengannya. Benar kan? Tapi seperti yang saya bilang sejak awal, lumrah saja memiliki gadget.
Malah, gadget membantu kita dalam banyak hal dan situasi. Misalnya seperti saya ini, ingin membuat satu postingan saat berada di perjalanan, otomatis saya harus memakai laptop dan membuka koneksi ke internet. Tapi karena itu ribet apalagi saat di perjalanan, jadi lebih mudah dengan adanya gadget. Atau saat kita ingin hunting foto. Sekarang gadget didukung kamera yang TOPBGT (top banget), jadi tidak perlu kuatir kalau kita hanya berbekal gadget dan bukan kamera.

Satu lagi, gadget yang full-touchscreen sekarang ini memang lebih nyaman dipake :)
Selain tidak menimbulkan bunyi tik-tak-tik-tak setiap kali diketik, kita juga leluasa menyentuhnya. Hanya saja, kalo kebetulan gadget kita tiba-tiba tidak memiliki respon dengan sentuhan kita, itu yang jadi masalah.
Seorang teman saya punya gadget, ceritanya dia bawa ke kampus. Sontak kami (menunjukkan gaya khas udik nan jaya) langsung menghampirinya. Namun saat menyentuh gadget android-nya...

A: Eh, kok susah?
B: Sini saya coba tekan. Iya, susah...
A: Kenapa nih hapenya?
C: Au ah, gelap...
A + B: telan hape..

Alhasil, kita jadi rada sensitif dengan touchscreen yang tidak bisa diajar sensitif itu. Apalagi kalau sudah dibutuhkan. Teman saya itu langganan ditegur dosen karena hapenya sering bunyi, tapi dia tak pernah bisa meng-silent nada deringnya. Langkah terakhir yang dia tempuh agar tak menimbulkan kegaduhan adalah mencabut baterainya.. Yah, lumayan menegangkan sih, tapi itulah jalan yang dia pilih.
Ini jadi pelajaran buat saya, kalau sedang ada perkuliahan, segera mode silent-kan hape kita masing-masing. Kadang nada dering yang kita pasang malah merusak image kita di mata teman-teman lain.
Misalnya teman saya yang cukup sangar berwajah gangster, punya nada dering lagunya Cherrybelle. Ya ampun, istimewaa -_-
 Atau waktu kita lagi hening-heningnya dan tiba-tiba ada suara Kapten Bajak Laut di kartun Spongebob. Rasanya seperti kita makan makanan pedas dan disuruh minum air panas. PEDASSSS

Punya gadget itu menyenangkan sih, bisa nge-socmed, nge-game, nge-selfie dan seterusnya. Tapi, derita bagi semua pengguna gadget di luar sana, kalau baterai gadget memang gak bisa irit. Kalah sama motor matic injeksi, baterai hampir semua gadget sangat tidak tahan lama. Seperti yang disebut tadi, terlalu banyak memaksa gadget melakukan banyak hal.
Kalau saja gadget manusia, mungkin dia sudah nyanyi lagu Anang:
Benar kumencintaimu, tapi tak begini.
Yang ada, waktu ada panggilan masuk dia bukannya answer tapi malah di-reject sama dia! Ngaco kan? Ckckck...

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.