Batu Loncatan (Part I)

Masih bernaung pada perasaan ragu yang mencekam hati. Sepertinya perasaan ini akan semakin melanglang buana meninggalkan sangsi yang besar untuk jalannya sebuah ikatan batin.
Yup, sebenarnya sedang tidak ingin meluapkan rasa mellow yang berlebihan, apalagi sekarang ini sudah cukup dewasa untuk tidak mengungkapkan isi hati sesuka-sekehendak-semasabodoh apapun itu.
Entahlah, mungkin karena batin meraung ingin meluapkannya, ataukah karena tidak punya pilihan untuk mencurahkan segala ini. Blogger ini jadi satu-satunya jalan keluar terbaik untuk keluar dari kepenatan. Ya, kepenatan menyusun proposal and goes to skripSWEET, kepenatan dengan keraguan cinta yang masa-bodoh-cuek-sampai-mana yang bikin makin mendung, dan also kepenatan karena insomnia ini belum bisa terobati. Please, jangan suruh saya mulai dari mana. Ini cukup menyiksa :(

Semester 8, artinya bakal kelar hidup lu, eh salah, bakal kelar perkuliahan lu! Entah apapun yang terjadi, semua orang pada taunya lu bakal abis kuliah di semester itu. Kalau bisa lebih cepat, lebih baik. Catet itu!
Tapi, ingatlah wahai sahabat, atau siapapun itu, biarpun anda dihadapi dengan tantangan dan tekanan beribu-ribu pertanyaan dan pernyataan seperti itu, hadapi saja dengan senyuman dan katakan, "Sudah hampir habis kok :)"
Yah, sama saja. Di era apapun, di jaman presiden siapapun, secanggih apapun jaringan sekarang, udah pasti semua bakal nanya hal yang sama, persepsi serupa dan bayangan akan indahnya makan di syukuran wisuda lu nanti *gak deng*.
Dan yang menjadi satu-satunya orang yang mengalami penurunan badan drastis, susah tidur dan rambut rontok hanyalah anda seorang :( *lebay*

Semester 8 jadi titik puncak buat saya dalam menyelesaikan studi. Tidak mudah ternyata, dan tidak bisa dianggap enteng. Mungkin benar kata mantan dosen saya, "orang yang mulanya rajin dan bersemangat kuliah di semester-semester awal akan sangat membenci semester akhir". Saya bukannya mau membanggakan diri atas apa yang terjadi pada saya, tapi saya mengaku untuk beberapa semester lalu saya sangat bersemangat, saya benar-benar serius menjalaninya dan tidak ingin IPK saya menurun. Tapi untuk saat-saat seperti ini, saya merasa jenuh. Merasa sangat lelah dan malas berkepanjangan yang memicu saya malas untuk kemana-mana apalgi ketemu dosen pembimbing *huaaaaaaaaaaaaa*
Dan mungkin saya harus mulai berbenah. Walaupun awal konsultasi saya dihadapkan dengan dosen pembimbing yang lintas jurusan, tidak sejalan dengan masalah penelitian yang saya kehendaki dan mengubah sana sini proposal saya, atau dengan dosen pembimbing II yang marah besar karena proposal saya dipermak habis oleh dosen pembimbing I yang saya ceritakan tadi. Hampir-hampir proposal saya ditolak mentah-mentah, dan akhirnya saya merasakan apa yang selama ini dirasakan mahasiswa semester akhir.
Benar, saya curhat. Saya tertekan lebih dari dulu ketika di barak TNI saat menjalani KKN. Lebih dari saya kehilangan uang, lebih dari jalan kaki jauh-jauh ke kampus karena angkot malah berhenti jauh sekali. Luar bisa tertekannya. Dan yaa, ini lebih kepada batu loncatan.

Saya harus percaya, batu loncatan saya bukanlah keberhasilan atau kemenangan, tapi Tuhan mengizinkan saya untuk melalui ini agar saya punya persiapan lebih baik lagi dan mampu lebih kuat menghadapi tantangan... Semoga :)
Nyatanya, sekarang saya mulai menyusun proposal sesuai yang diintruksikan dosen-dosen pembimbing saya. Semoga berkenan dan memiliki faedahnya.

Lain lagi soal asmara. ARRGGHH, sedang malas ngetiknya.
Oke see you soon.
I wanna go to my bed and dream about my future.
Bye <3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.