Hai Hati Yang Menangis
Hai hati yang menangis.
Apa kau mencoba tegar? Atau sedikit demi sedikit menata hatimu?
Kenapa kamu sok tegar? Kenapa senyum itu kau lengkungkan saat sembilu?
Jika sedih, luapkan. Tapi jangan buat dia mengetahuinya. Dia hanya akan sulit menerima itu, karena dia sudah lelah dengan semuanya.
Hai hati yang merindu.
Kau coba menyibukkan diri dari pagi-pagi buta hingga larut malam, hanya coba mengetahui dia telah benar-benar pergi meninggalkanmu. Kau buang semua tenagamu, pikiranmu dan selera makanmu hanya untuk melihat dia dengan orang lain.
Hai hati yang tidak tahu arah.
Kemana melangkah? Kemana menuju? Hati ini telah kehilangan tambatannya. Telah dibuat mati sebelahnya, buat apa dia bertahan? Mengapa dia harus kuat? Rapuh. Semuanya telah ia kubur dalam-dalam.
Hanya hati yang tahu, ketika yang dicinta pergi, dia ikut mati.
Komentar
Posting Komentar