Upaya Terakhirku

Sudah seminggu. Hati ini belum bisa menerima dan berkata apa-apa.
Hati ini masih mengejarnya, bahkan kubuang jauh-jauh semua gengsi dan rasa malu untuk menggapainya.
Ini upaya terakhirku. Dan ketika dia menepis usahaku, aku akan pergi.

Luka ini mungkin akan sulit disembuhkan. Bahkan bagi orang yang menyangka aku kuat, mereka akan heran melihat kerapuhanku.

Oleh karena itu, izinkan aku menjelma menjadi sosok yang teraniaya. Yang walaupun tidak mungkin lagi bisa dikembalikan seperti semula, tapi masih berniat melakukannya. Hal mustahil yang sukar diubah.

Biarlah aku terjerat karma, yang kusangka tak akan mengenalku. Biarlah ini semua cukup aku yang rasa, karena di dunia lain aku telah banyak bersalah.

Aku kembali menjadi debu. Tak dianggap. Mati. Diterbangkan angin.
Upayaku bahkan sudah menjadi abu terlebih dahulu.
Aku.
Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.